35 Ribu Batang Kelapa Terancam Punah, Mahasiswa Desak Pemerintah Tanggap Atasi Hama Kumbang di Enok!

- Penulis

Senin, 13 Januari 2025 - 01:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

35 Ribu Batang Kelapa Terancam Punah, Mahasiswa Desak Pemerintah Tanggap Atasi Hama Kumbang di Enok!

 

 

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

MediaInvestigasi.Net. Inhil – Kebun kelapa milik masyarakat di Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, kini terancam hancur akibat serangan hama kumbang yang merusak hingga 80 persen kebun di Kelurahan Pusaran dan Desa Pengalihan.

 

Sekitar 35 ribu batang kelapa yang sebelumnya produktif kini terancam mati, menimbulkan kerugian besar bagi petani lokal.

 

Serangan hama kumbang ini telah menggerogoti daun, batang, dan buah kelapa, menyebabkan kerusakan parah yang menghancurkan perekonomian masyarakat. Presiden Mahasiswa UNISI, Naufal Faskal Rifa’i, melalui Menteri Luar Kampus BEM UNISI, Riga Azmizal, mengkritik keras lambannya pemerintah dalam menanggapi permasalahan ini.

 

“Pemerintah harus segera mengambil tindakan nyata. Serangan hama ini tidak hanya merusak tanaman, tetapi juga menghancurkan sumber penghidupan masyarakat yang bergantung pada kelapa. Kami menuntut agar pemerintah bertindak cepat untuk mencegah kerugian yang lebih besar,” tegas Riga Azmizal, Minggu (12/1/2025).

 

Data dari Dinas Perkebunan menyebutkan, lebih dari 3.000 batang kelapa sudah mati, sementara 35.000 batang lainnya terancam mengalami hal yang sama.

 

Mengingat kelapa adalah komoditas utama di INHIL, serangan ini berpotensi merusak perekonomian daerah secara keseluruhan, apalagi INHIL dikenal dengan julukan “Hamparan Kelapa Dunia.”

 

Riga Azmizal juga mendesak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk mengambil langkah tegas dan berkelanjutan dalam menangani permasalahan hama kumbang ini.

 

“Kami mendukung perjuangan masyarakat yang telah melapor ke dinas terkait dan mengadakan hearing di DPRD. Namun, jika pemerintah tetap tidak bertindak, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan turun drastis,” ujarnya.

Baca Juga :  Percepat Distribusi Air Bersih ke Wilayah Kalangan, PDAM Mual Nauli Tinjau Proyek Jembatan Pipa Jalur Sihaporas

 

Ia juga menekankan bahwa mahasiswa UNISI akan terus mendukung masyarakat dalam memperjuangkan hak mereka.

 

“Kami siap mendorong pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah ini. Tanpa tindakan cepat, kehidupan petani kelapa di sini akan semakin sulit.”

 

Harapan masyarakat kini tertuju pada langkah nyata pemerintah untuk menyelamatkan perkebunan kelapa mereka. Jika permasalahan ini tidak segera ditangani, dampak kerugiannya akan semakin membebani kehidupan masyarakat di Kecamatan Enok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SDN 01 Pasar Palembayan Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka Mulai 21 September 2026
Sumira Putri Digadang Pimpin Forum TBM Pasaman Barat, Sosok Pejuang Literasi dari Pelosok yang Kini Jadi Sorotan
Masyarakat Pulau Taliabu Pertanyakan Langkah Bupati Sashabila Widya L. Mus Cabut Status Daerah 3T Sementara Masih Bayak Program Pembagunan Jalan Amburadul
Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I
Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi
My Rubel Literasi Center Gebrak Festival Literasi Pasaman Barat 2026, Siap Lahirkan Generasi Emas 2045
Hermawan Rahman Adalah Sosok Pemimpin Cerdas Masuk Pada Bursa Calon Kepala Desa (Cakades) Kota Bobong
 Komitmen Lapas Bersih Narkoba, Razia Gabungan & Tes Urin di Lapas Bukittinggi Negatif
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:48 WIB

SDN 01 Pasar Palembayan Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka Mulai 21 September 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 06:52 WIB

Masyarakat Pulau Taliabu Pertanyakan Langkah Bupati Sashabila Widya L. Mus Cabut Status Daerah 3T Sementara Masih Bayak Program Pembagunan Jalan Amburadul

Jumat, 18 September 2026 - 18:28 WIB

Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I

Jumat, 18 September 2026 - 11:57 WIB

Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi

Jumat, 18 September 2026 - 11:51 WIB

My Rubel Literasi Center Gebrak Festival Literasi Pasaman Barat 2026, Siap Lahirkan Generasi Emas 2045

Berita Terbaru