100 Siswa Keracunan MBG di Cirebon, Jawaban Pemerintah Kita Sudah Hafal

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

100 Siswa Keracunan MBG di Cirebon, Jawaban Pemerintah Kita Sudah Hafal

Mediainvestigasi.net– MBG sepertinya tidak bisa dipisahkan dari keracunan. Baru saja tenang, eh muncul lagi. Kali ini di Cirebon. Sekitar 100 siswa dan anak Posyandu bergelimpangan. Apa respon pemerintah? Kita sudah hafal jawabannya. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Selasa, 20 Oktober 2026. Malam di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, berubah menjadi panggung tragedi. Bukan karena gempa, bukan pula serangan meteor. Biang keroknya justru menu dijanjikan menyehatkan, sup telur puyuh.

Sekitar 100 siswa TK, SD, dan anak-anak Posyandu mengalami mual, muntah, pusing, sakit perut, hingga diare. Menurut laporan orang tua, telur puyuh yang mereka santap terasa asam dan tidak enak. Inovasi kuliner nasional rupanya sudah mencapai tingkat baru, makanan bergizi dengan bonus penderitaan. Gratis pula!

Di SDN Kalijaga Permai, SDN Taman Kalijaga Permai, dan TK Teratai, anak-anak seharusnya belajar membaca, menulis, dan berhitung justru berkenalan dengan rasa sakit. Perut kecil mereka melilit. Tubuh melemah. Orang tua panik mencari pertolongan. Tak ada buku pelajaran yang mengajarkan cara menghadapi kenyataan bahwa makanan pemberian negara justru membuat anak jatuh sakit.

IGD RS Siloam Putera Bahagia kewalahan menampung pasien. Korban dirujuk ke RS Ciremai dan RSD Gunung Jati menggunakan ambulans. RS Cahaya Bunda ikut menampung. Empat rumah sakit menjadi saksi betapa satu hidangan bisa berubah menjadi keadaan darurat.

Malam itu, sirene meraung, lampu rotator merah-biru membelah kegelapan, puluhan sepeda motor mengiringi kendaraan penyelamat. Para orang tua mengawal anak-anak dengan dada sesak dan doa berulang-ulang: selamatkan anak kami!

Ini bukan film. Tak ada sutradara yang bisa berteriak cut! ketika seorang anak menangis kesakitan. Tak ada tombol untuk mengulang adegan sampai hasilnya sempurna.

Baca Juga :  Audiensi ke Kantor Pertanahan, Pj. Sekda Hendra Aswara Dorong Percepatan Sertifikasi Aset dan Buka Peluang Investasi Pariwisata Tarok City

SPPG Kalijaga Lima, dapur pemasok makanan bagi sekitar 2.500 penerima manfaat setiap hari, kini kembali menjadi sorotan. Angka penerima manfaat memang mengesankan. Namun, ketika sekitar 100 anak jatuh sakit, pertanyaan tentang keamanan pangan tak bisa dijawab dengan grafik produktivitas.

Sekarang, mari kita tebak ending-nya. Tak perlu membeli tiket, sebab masyarakat sepertinya sudah hafal jalan ceritanya.

Dapur disuspend. Pemerintah meminta maaf. Biaya pengobatan ditanggung. Sampel makanan diuji di laboratorium. Evaluasi dilakukan. Perbaikan dijanjikan. Kalau diperlukan, pejabat tampil di depan kamera dengan wajah sendu, suara bergetar, bila perlu menangis. Air mata pun berpotensi menjadi menu tambahan konferensi pers.

Sesudah itu? Sunyi. Tak ada pihak ditetapkan tersangka. Penyelidikan berjalan, hasil laboratorium ditunggu, masyarakat diminta bersabar. Telur puyuh mungkin menjadi tersangka moral, tetapi hukum tentu tak bisa mengadili lauk-pauk.

Yang membuat miris, masyarakat sudah hafal seluruh dialognya. Jika besok ada keracunan lagi, skenarionya tinggal diputar ulang. Korban berjatuhan, ambulans meraung, dapur disuspend, pejabat meminta maaf, evaluasi diumumkan. Lalu semua menunggu episode berikutnya.

Tentu, penetapan tersangka harus berdasarkan bukti. Namun, mengapa pertanggungjawaban selalu terasa lebih lambat dari datangnya ambulans? Evaluasi macam apa yang terus diulang jika insiden serupa kembali terjadi?

MBG lahir dengan janji mulia agar anak Indonesia tumbuh sehat. Tetapi, janji tak cukup ditopang slogan, anggaran, dan piring yang dibagikan. Pengawasan harus nyata, keamanan pangan wajib dijamin, dan siapa pun yang terbukti melanggar harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sebab, yang paling menyakitkan bukan hanya perut anak-anak yang melilit. Melainkan kepercayaan orang tua yang perlahan terkikis. MBG jangan berubah menjadi Muntah Bergizi Gratis. Jangan pula permintaan maaf menjadi satu-satunya menu selalu tersedia.

Baca Juga :  Kemeriahan Malam Pentas Seni Perkemahan Kwarcab 0402 Indragiri Hilir

“Lama-lama keracunan MBG dianggap biasa saja.

Penulis : Red ,

Editor : Atri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLTU Banjarsari Mati Berbulan-bulan, CERI Desak PTBA Diaudit dan Manajemen Dievaluasi
Penganiayaan Berat di Caringin Bogor: Wilson Lalengke Kecam Aksi Main Hakim Sendiri, Desak Polisi Usut Tuntas Terduga Pelaku ‘Imron’
Bupati Nias Utara Terima Kunjungan Kerja Kapolres Nias Perkuat Komunikasi & Kolaborasi
Sambut Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Polres Sibolga Gelar Donor Darah Bersama RSU FL Tobing
Kapolres Tapteng Pimpin Penggerebekan Operasi Sarang Narkoba di Hajoran Pandan : Amankan 2 Pengedar Sabu dan Belasan Gram Barang Bukti
Bupati Jhon Kenedy Azis Tegaskan Kualitas SDM Jadi Kunci Kemajuan Daerah, Sediakan 100 Beasiswa Kuliah
Komitmen Pemkab Padang Pariaman Perkuat Keterbukaan Informasi, Permudah Masyarakat Akses Layanan Publik
Bagi Pengalaman Tembus Eropa, Ketua Dekranasda Padang Pariaman Motivasi Perajin Sulaman Kapalo Samek
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:38 WIB

PLTU Banjarsari Mati Berbulan-bulan, CERI Desak PTBA Diaudit dan Manajemen Dievaluasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:32 WIB

100 Siswa Keracunan MBG di Cirebon, Jawaban Pemerintah Kita Sudah Hafal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Bupati Nias Utara Terima Kunjungan Kerja Kapolres Nias Perkuat Komunikasi & Kolaborasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:03 WIB

Sambut Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Polres Sibolga Gelar Donor Darah Bersama RSU FL Tobing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kapolres Tapteng Pimpin Penggerebekan Operasi Sarang Narkoba di Hajoran Pandan : Amankan 2 Pengedar Sabu dan Belasan Gram Barang Bukti

Berita Terbaru