Terbongkarnya Dugaan Pencurian Kabel PT Telkom, Berawal dari Temuan Tim PPWI di Lampung Timur

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terbongkarnya Dugaan Pencurian Kabel PT Telkom, Berawal dari Temuan Tim PPWI di Lampung Timur

Lampung Timur – Mediainvestigasi.net–Kasus dugaan pencurian kabel milik PT Telkom yang berhasil diungkap Polda Lampung ternyata didahului oleh serangkaian temuan lapangan yang diperoleh Tim Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Lampung Timur melalui investigasi di sejumlah titik lokasi penggalian kabel bawah tanah. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pada 7 Juni 2026 sekitar pukul 19.44 WIB, Tim PPWI Lampung Timur menemukan aktivitas penggalian tanah yang dinilai mencurigakan di pinggir Jalan Raya Desa Munjuk, Kecamatan Labuhan Maringgai, tepatnya tidak jauh dari Kantor Polsek Labuhan Maringgai.

Saat itu terlihat sekelompok pekerja lengkap dengan alat pelindung diri (APD), peralatan kerja, serta perlengkapan penggalian bersiap melakukan pekerjaan. Ketika dimintai keterangan mengenai legalitas pekerjaan beserta dokumen perizinannya, salah seorang pekerja yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan bahwa pihaknya telah menghubungi atasannya.

“Saya sudah menghubungi ketua kami. Tunggu ketua kami yang dari Sukadana turun ke sini untuk menjawabnya. Beliau turun sekitar jam 10 malam ini,” ujar pekerja tersebut.

Malam itu aktivitas penggalian akhirnya tidak dilanjutkan. Para pekerja memilih menghentikan pekerjaan sambil menunggu keputusan dari pimpinan mereka. Sekitar pukul 22.30 WIB, seseorang berinisial AZ, mantan anggota DPRD Lampung Timur, datang bersama sejumlah rekannya. Turut hadir pula sepasang suami istri berinisial FIR dan TUT yang disebut mengaku sebagai pimpinan perusahaan yang mempekerjakan para pekerja penggalian kabel bawah tanah.

Dalam pertemuan yang berlangsung di pinggir Jalan Raya Desa Tulung Pasik, Tim PPWI mendapat penjelasan dari AZ. Namun menurut keterangan tim media, dalam percakapan dengan AZ yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Timur tersebut muncul ucapan yang dinilai bernada intimidasi.

Baca Juga :  Antisipasi Gempa Megathrust, RSUP M. Djamil Bakal Gelar Simulasi Bencana

“Kalau kalian mau diajak kerja bareng kita rangkul. Tapi kalau tidak mau dan mengganggu pekerja dengan hadirnya kalian di sini, kalian saya tumbur (lawan),” ujar AZ sebagaimana disampaikan Tim PPWI.

Investigasi Kedua

Tidak berhenti sampai di situ, pada 15 Juni 2026 sekitar pukul 22.30 WIB, Tim media kembali melakukan investigasi di lokasi penggalian kabel yang dikerjakan pada malam hari. Dalam investigasi tersebut, tim menemui sejumlah pekerja beserta seorang pengawas lapangan yang enggan menyebutkan identitasnya.

Menurut pengawas tersebut, pekerjaan dilakukan malam hari agar tidak mengganggu aktivitas lalu lintas masyarakat. “Pengambilan kabel Telkom lamanya, Pak. Pekerjaan malam karena takut mengganggu aktivitas pengguna jalan. Dimulainya sekitar jam delapan atau jam sembilan malam sampai jam empat pagi. Kami rekanan Telkom langsung, Pak. Perusahaan kami bernama TABANA GROUP, pimpinannya Bu Tutik,” ujar pengawas kepada tim media.

Keterangan tersebut kemudian menjadi salah satu informasi yang turut dicatat oleh Tim PPWI dalam rangkaian investigasinya terhadap aktivitas penggalian kabel di wilayah Lampung Timur. Beberapa pekan setelah rangkaian temuan tersebut, Polda Lampung mengungkap kasus dugaan pencurian kabel milik PT Telkom.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Indra Hermawan, membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap 29 orang pada operasi yang dilakukan 27 Juni 2026 dini hari di Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Menurut Indra, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas penggalian kabel yang dinilai mencurigakan. Dalam operasi tersebut polisi turut mengamankan barang bukti sekitar 2 ton kabel PT Telkom, baik yang masih utuh maupun yang telah dipisahkan tembaganya.

Seluruh pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga mengungkap bahwa kelompok tersebut diduga dikomandoi seorang perempuan berinisial DA. Hingga kini penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Baca Juga :  Kapolsek Pandan dan Instansi Terkait Jenguk Lansia Korban Percobaan Bunuh Diri

Sementara itu, beredar sejumlah informasi di media mengenai dugaan keterlibatan beberapa pihak lain. Namun hingga berita ini diterbitkan, dugaan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh penyidik dan masih harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku.

Menanggapi perkara tersebut, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Pusat, Wilson Lalengke, meminta aparat penegak hukum mengusut perkara secara profesional dan tanpa pandang bulu. “Siapapun yang terlibat, kami meminta Polda Lampung jangan pandang bulu dalam menindak kejahatan. Jika memang ada dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu, silakan dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku,” tegas tokoh pers nasional itu dari Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.

PPWI berharap penyidikan dilakukan secara transparan dan objektif sehingga seluruh pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum, sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan menghindari berkembangnya berbagai spekulasi di tengah publik. (TIM/Red)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Kembali Melanda Lahan Perkebunan Cengkeh Milik Warga Desa Ufung, Taliabu Utara
Ketua Bhayangkari Cabang Pulau Taliabu Ny. Desy Adnan Wahyu Kunjungi Posko Darurat Karhutla TBL Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Setibanya Bupati Taliabu Sashabila L Mus Langsung Tinjau Posko Darurat Karhutla Di Taliabu Barat Laut Untu Memasrikan Wilayah Dampak
Bupati Batu Bara: Pendampingan BKN Bantu Kaderisasi ASN dan Atasi Keterbatasan SDM di Daerah
Pers Diduga Diusir dari Kantor DLH, AWIBB Tantang Pemkab Bekasi: Berani Periksa Kadis?
Akibat Karhutla Di Kabupaten Pulau Taliabu Meluas, Citra Puspasari Mus Bagi Peduli Salurkan Bantuan Ke Warga Tani Terdampak Di TBL
Uang Publik Dipertanyakan, Warga Dadok Tunggul Hitam Tuntut LPJ dan Audit Total
Nah.. kan akhirnya jembatan didesa gedung Rejo kecamatan belitang amblas lagi
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kebakaran Kembali Melanda Lahan Perkebunan Cengkeh Milik Warga Desa Ufung, Taliabu Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Ketua Bhayangkari Cabang Pulau Taliabu Ny. Desy Adnan Wahyu Kunjungi Posko Darurat Karhutla TBL Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Setibanya Bupati Taliabu Sashabila L Mus Langsung Tinjau Posko Darurat Karhutla Di Taliabu Barat Laut Untu Memasrikan Wilayah Dampak

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Bupati Batu Bara: Pendampingan BKN Bantu Kaderisasi ASN dan Atasi Keterbatasan SDM di Daerah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Pers Diduga Diusir dari Kantor DLH, AWIBB Tantang Pemkab Bekasi: Berani Periksa Kadis?

Berita Terbaru