Puluhan WNI Korban Perdagangan Manusia di Kamboja Minta Perlindungan KBRI Phnom Penh

- Penulis

Minggu, 9 Maret 2025 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan WNI Korban Perdagangan Manusia di Kamboja Minta Perlindungan KBRI Phnom Penh

 

Jakarta, MediaInvestigasi.Net – Puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban perdagangan manusia di Kamboja saat ini tengah mencari perlindungan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja. Mereka disebut menjadi korban eksploitasi oleh jaringan mafia judi online internasional dan berharap bisa segera dipulangkan ke tanah air.

 

Informasi ini disampaikan melalui chat WhatsApp pribadi oleh Sufaldi Tampilang, perwakilan dari media JejakPeristiwaOnline, yang mengajukan permohonan bantuan kepada Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A. Dalam pesannya, Sufaldi menyampaikan bahwa para korban mengalami kondisi yang mengkhawatirkan dan membutuhkan perlindungan segera.

 

“Kami mohon dengan sangat kepada Ketua Umum PPWI, Bapak Wilson Lalengke, agar berkenan membantu anak-anak kami di KBRI Kamboja. Mereka telah menjadi korban eksploitasi oleh mafia judi online dan nyawa mereka saat ini terancam,” tulis Sufaldi dalam pesan WhatsApp yang diterima, Jum’at (7/3/2025).

 

Lebih lanjut, ia juga meminta agar Ketua PPWI dapat memediasi komunikasi dengan pimpinan KBRI di Kamboja agar para korban mendapatkan perlindungan yang layak dan dipulangkan ke Indonesia secepatnya. Salah satu kontak dari pihak KBRI juga telah diberikan guna mempermudah koordinasi.

 

Kasus perdagangan manusia yang melibatkan WNI di Kamboja bukanlah hal baru. Beberapa tahun terakhir, banyak laporan tentang WNI yang terjebak dalam skema pekerjaan ilegal, terutama di industri judi online. Mereka kerap dijanjikan pekerjaan bergaji tinggi, namun pada kenyataannya dipaksa bekerja dalam kondisi tidak manusiawi, bahkan mengalami ancaman fisik dan psikologis.

 

Pemerintah Indonesia melalui KBRI di Kamboja sebelumnya telah beberapa kali melakukan upaya penyelamatan dan repatriasi terhadap para korban. Namun, maraknya praktik perdagangan manusia di wilayah Asia Tenggara menunjukkan bahwa sindikat ini masih aktif beroperasi dan terus mencari korban baru.

Baca Juga :  Perkuat Jembatan Antarbenua, Spanyol dan Maroko Bangun Kemitraan Strategis di Tengah Isu Ceuta

 

Ketum PPWI Wilson Lalengke menyampaikan keprihatinannya atas kasus perdagangan manusia yang kembali menimpa puluhan warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja. Para korban, yang diduga dieksploitasi oleh mafia judi online, yang saat ini berlindung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kamboja, berharap bisa segera dipulangkan ke tanah air.

 

Wilson Lalengke menegaskan bahwa kasus seperti ini harus ditangani dengan cepat dan serius oleh Pemerintah Indonesia. Ia berharap KBRI Kamboja, Kementerian Luar Negeri, serta pihak berwenang lainnya segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan para korban.

 

“Kami sangat prihatin dengan kondisi saudara-saudara kita di Kamboja. Mereka adalah korban eksploitasi yang membutuhkan perlindungan secepatnya. Saya berharap pemerintah Indonesia, khususnya KBRI di Kamboja, segera bertindak dengan tegas dan memastikan para korban bisa kembali dengan selamat,” ujar Wilson Lalengke dalam pernyataannya.

 

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya langkah preventif untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan. Menurutnya, pemerintah harus meningkatkan pengawasan terhadap modus penipuan lowongan kerja di luar negeri yang kerap menjadi pintu masuk perdagangan manusia.

 

“Saya juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang terdengar terlalu menggiurkan. Kasus perdagangan manusia ini sudah sering terjadi, dan kita harus lebih waspada agar tidak ada lagi korban di masa mendatang,” tambahnya.

 

Hingga saat ini, proses evakuasi dan pemulangan para korban masih menunggu respons lebih lanjut dari pihak berwenang. Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terkini terkait upaya penyelamatan para korban perdagangan manusia di Kamboja.

 

Saat berita ini diterbitkan, diperoleh informasi bahwa pihak KBRI Phnom Penh sedang melakukan penanganan tingkat pertama, menginapkan para korban di tempat aman. Diharapkan ada langkah cepat dan koordinasi antara pihak terkait untuk menyelamatkan para korban dan membawa mereka kembali dengan selamat ke Indonesia. (TIM/Red)

Baca Juga :  Janji Bersih Anisa: Berani Lawan KKN atau Sekadar Retorika di Tengah Dinasti Keluarga?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertemuan Bersejarah di Istana Kerajaan Rabat: Menyongsong Era Baru Pemerintahan Maroko di Bawah Kepemimpinan King Mohammed VI
Pemerintahan Baru Maroko: Sebuah Dedikasi dan Visi Kepemimpinan Strategis untuk Kesejahteraan Bangsa
Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian
Tonggak Sejarah Baru Maroko: Fatima Ezzahra El Mansouri Pimpin Pemerintahan Baru, Persisma Tegaskan Dukungan Berkelanjutan
HM the King Appoints Fatima Ezzahra El Mansouri as Head of Government, Entrusts Her with Forming New Gov’t
Addressing the Geopolitical Crisis Involving the Middle East and Saudi Arabia: Here Is the Official Statement from the King of Morocco
Kedok Polisario Terbongkar: Bantuan Kemanusiaan Dirampok, Persisma Desak Pengungsi Dipulangkan ke Sahara Maroko
Mauritius Ambil Langkah Strategis, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko
Berita ini 13 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Pertemuan Bersejarah di Istana Kerajaan Rabat: Menyongsong Era Baru Pemerintahan Maroko di Bawah Kepemimpinan King Mohammed VI

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:51 WIB

Pemerintahan Baru Maroko: Sebuah Dedikasi dan Visi Kepemimpinan Strategis untuk Kesejahteraan Bangsa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Tonggak Sejarah Baru Maroko: Fatima Ezzahra El Mansouri Pimpin Pemerintahan Baru, Persisma Tegaskan Dukungan Berkelanjutan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:46 WIB

HM the King Appoints Fatima Ezzahra El Mansouri as Head of Government, Entrusts Her with Forming New Gov’t

Berita Terbaru