Polres Soppeng Ambil Bagian dalam Karya Bakti HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin, Perkuat Sinergi Bersama Masyarakat

- Penulis

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Soppeng Ambil Bagian dalam Karya Bakti HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin, Perkuat Sinergi Bersama Masyarakat.

 

Laporan: Muh.Tariqullah.

SOPPENG, SULSEL, Mediainvestigasi.Net – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin, jajaran Polres Soppeng turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan karya bakti yang digelar di Stadion H. Andi Wana Laburawung, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Kodam XIV/Hasanuddin Profesional Bersama Rakyat untuk Indonesia Maju” tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Dandim 1423/Soppeng, Letkol Inf. Eko Yulianto. Usai apel, seluruh peserta bergerak melaksanakan karya bakti di area Stadion H. Andi Wana Laburawung sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan antarinstansi.

Personel Polres Soppeng tampak aktif bergotong royong bersama personel TNI dan masyarakat. Kehadiran aparat keamanan tidak hanya sebatas mendukung pengamanan kegiatan, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi sosial kemasyarakatan sebagai wujud nyata sinergitas TNI–Polri di Kabupaten Soppeng.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa partisipasi Polres Soppeng dalam karya bakti tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat serta memperkuat soliditas bersama TNI.

“Kegiatan ini menjadi momentum mempererat sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Kehadiran personel Polres Soppeng bukan hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga ikut berpartisipasi langsung dalam kegiatan sosial dan gotong royong demi kepentingan bersama,” ujar Kapolres Soppeng.

Ia juga berharap semangat kebersamaan dan kekompakan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjaga guna mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, harmonis, dan kondusif di Kabupaten Soppeng.

Baca Juga :  Sambut HUT Kodam I/Bukit Barisan ke-75, Kodim 0314/Inhil Gelar Bhakti Sosial

Di sisi lain, apresiasi datang dari masyarakat. Salah seorang warga, Heriadi, mengaku salut atas terselenggaranya kegiatan karya bakti tersebut karena dinilai mencerminkan kekompakan dan kepedulian lintas institusi terhadap lingkungan.

“Kami sangat salut melihat TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat bisa bekerja bersama seperti ini. Kegiatan seperti ini sangat positif, bukan hanya membuat lingkungan lebih bersih, tetapi juga memperlihatkan kebersamaan yang patut dicontoh,” ungkap Heriadi.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan gotong royong. Momentum HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin ini pun menjadi simbol kuatnya sinergitas antarinstansi dalam membangun kepedulian sosial serta menjaga kondusivitas wilayah di Kabupaten Soppeng.***(MTq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tapanuli Tengah Serahkan 3 Unit Bus Sekolah untuk Anak Korban Bencana : Bukti Nyata Pemerintah Hadir di Tengah Masyarakat
GNPK Sumbar Soroti Pembangunan Jalan Paket 17 Kota Padang, Minta PUPR Buka Dokumen Proyek
JALAN PROVINSI SUNGAI TALEH PALEMBAYAN AMBLAS LAGI, PUTUS TOTAL TAK BISA DILEWATI
Polres Soppeng Perkuat Perencanaan 2027, Ikuti Asistensi dan Sosialisasi Aplikasi ABK
Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Sibabangun, Disita 25,85 Gram Sabu dan Buku Catatan Bon
Bantuan Jaminan Hidup dan Isi Hunian Rumah korban Bencana Tapanuli Tengah, Dicairkan Bertahap 25 September 2026 s.d 6 Oktober 2026 melalui Kantor Pos
Satgas PKH Sosialisasikan Penertiban Kawasan Hutan di Inhil, Dorong Kepastian Hukum dan Kemakmuran Rakyat
Wakapolres Inhil Bekali Kader HMI Materi Green Policing, Dorong Generasi Muda Peduli Lingkungan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terbaru

Headline

Banjir Bandang Solok Telan Dua Korban Jiwa, Bupati Pastikan Penanganan Dilakukan Bersama Korban terakhir ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun lumpur dan material, operasi pencarian resmi dihentikan SOLOK, SUMATERA BARAT — Banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Kabupaten Solok, Sumatera Barat, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. Hingga Jumat (25/9/2026), tim SAR gabungan telah menemukan seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Total korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut menjadi dua orang. Korban terakhir diketahui bernama Agusral (59). Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun lumpur dan material di kawasan yang tidak jauh dari kompleks perkantoran Bupati Solok. Tim SAR bersama masyarakat menemukan korban sekitar pukul 12.00 WIB pada Jumat. Dengan ditemukannya Agusral, pencarian terhadap korban yang sebelumnya masih dinyatakan hilang secara resmi dinyatakan selesai. Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin, menyampaikan bahwa tidak ada lagi korban yang tercatat dalam pencarian setelah korban terakhir ditemukan. Meski operasi pencarian dihentikan, personel SAR tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya laporan baru maupun potensi bencana susulan. Bupati: Penanganan Dilakukan Bersama Sebelumnya, Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bekerja sendiri dalam menghadapi dampak bencana. Dalam keterangannya di Posko Darurat Bencana pada 23 September 2026, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh unsur dan masyarakat terus bergerak menangani dampak banjir bandang. Menurut Bupati, dukungan penanganan datang dari berbagai unsur, antara lain aparat keamanan, kejaksaan, balai terkait, anggota DPR RI, serta berbagai instansi lainnya. “Sejauh ini tidak terdapat kendala berarti, karena seluruh pihak bekerja secara bersama-sama,” ujar Jon Firman Pandu, sebagaimana diberitakan kanal resmi Pemerintah Kabupaten Solok. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Bupati menerima kunjungan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Danrem O32/Wirabraja, dan Kajati Sumatera Barat di Posko Darurat Bencana Kabupaten Solok. Dalam kesempatan itu, Bupati bersama rombongan juga meninjau sejumlah titik yang terdampak, termasuk kawasan sekitar perkantoran pemerintah dan permukiman warga. Dua Korban Sebelumnya Dilaporkan Hilang Pada tahap awal penanganan, terdapat dua orang yang dilaporkan hilang akibat bencana tersebut. Satu korban sebelumnya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dimakamkan pada 23 September. Sementara korban lainnya, Agusral, masih dalam pencarian hingga akhirnya ditemukan pada Jumat. Tim SAR gabungan sebelumnya melakukan penyisiran di sejumlah titik dengan mengikuti jalur aliran material banjir dan kawasan yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus. Penemuan korban terakhir sekaligus menjadi penutup operasi pencarian. Namun, keberadaan personel SAR di lokasi tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya laporan baru maupun kondisi darurat lainnya. Infrastruktur dan Fasilitas Publik Ikut Terdampak Selain menimbulkan korban jiwa, banjir bandang juga berdampak terhadap sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik di Kabupaten Solok. Pada Jumat (25/9/2026), Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah kemudian mendorong percepatan pemulihan akses utama dan fasilitas pelayanan publik. Salah satu perhatian berada pada akses jalan dan jembatan yang terdampak material banjir. Pemerintah menilai pemulihan akses menjadi bagian penting agar mobilitas masyarakat, distribusi bantuan, serta pelayanan pemerintahan dapat kembali berjalan. Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga yang masih berada di lokasi pengungsian serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Pemerintah Fokus pada Pemulihan Setelah seluruh korban ditemukan, perhatian penanganan selanjutnya tidak hanya berkaitan dengan pembersihan material banjir, tetapi juga pemulihan kehidupan masyarakat dan fasilitas yang terdampak. Menko PMK Pratikno sebelumnya juga meninjau kawasan terdampak di Arosuka bersama Kepala BNPB, Gubernur Sumatera Barat, Bupati Solok, dan unsur pemerintah daerah. Pemerintah pusat mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan pendekatan pemulihan yang lebih baik pascabencana. Di tengah proses tersebut, dukungan dari berbagai daerah dan kelompok masyarakat juga terus berdatangan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan warga sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana. Bupati Solok sendiri menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan bagi masyarakat Kabupaten Solok. Operasi SAR Berakhir, Kewaspadaan Tetap Dijaga Dengan ditemukannya Agusral, operasi pencarian korban dinyatakan selesai. Namun, kondisi di lapangan belum sepenuhnya kembali normal. Personel SAR tetap bersiaga sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya laporan baru ataupun bencana susulan. Peristiwa banjir bandang ini sekaligus menjadi perhatian dalam upaya penanganan dan pemulihan wilayah terdampak. Pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat, tim SAR, relawan, dan masyarakat masih memiliki pekerjaan lanjutan untuk membersihkan material, memulihkan akses, memastikan kebutuhan warga, serta memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan. Bagi keluarga korban, berakhirnya operasi pencarian menjadi kabar yang sekaligus membawa duka. Sementara bagi pemerintah dan masyarakat Solok, fase berikutnya adalah memastikan proses pemulihan dapat berlangsung secara terkoordinasi hingga aktivitas warga berangsur kembali normal. MediaInvestigasi.net — Perkembangan penanganan pascabencana di Kabupaten Solok masih menjadi perhatian, khususnya terkait pemulihan infrastruktur, kondisi masyarakat terdampak, dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana lanjutan.

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 22:30 WIB

Bupati Tapanuli Tengah Serahkan 3 Unit Bus Sekolah untuk Anak Korban Bencana : Bukti Nyata Pemerintah Hadir di Tengah Masyarakat

Jumat, 25 September 2026 - 22:24 WIB

GNPK Sumbar Soroti Pembangunan Jalan Paket 17 Kota Padang, Minta PUPR Buka Dokumen Proyek

Jumat, 25 September 2026 - 22:12 WIB

JALAN PROVINSI SUNGAI TALEH PALEMBAYAN AMBLAS LAGI, PUTUS TOTAL TAK BISA DILEWATI

Jumat, 25 September 2026 - 13:35 WIB

Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Sibabangun, Disita 25,85 Gram Sabu dan Buku Catatan Bon

Jumat, 25 September 2026 - 13:31 WIB

Bantuan Jaminan Hidup dan Isi Hunian Rumah korban Bencana Tapanuli Tengah, Dicairkan Bertahap 25 September 2026 s.d 6 Oktober 2026 melalui Kantor Pos

Berita Terbaru

Headline

Banjir Bandang Solok Telan Dua Korban Jiwa, Bupati Pastikan Penanganan Dilakukan Bersama Korban terakhir ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun lumpur dan material, operasi pencarian resmi dihentikan SOLOK, SUMATERA BARAT — Banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Kabupaten Solok, Sumatera Barat, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. Hingga Jumat (25/9/2026), tim SAR gabungan telah menemukan seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Total korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut menjadi dua orang. Korban terakhir diketahui bernama Agusral (59). Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun lumpur dan material di kawasan yang tidak jauh dari kompleks perkantoran Bupati Solok. Tim SAR bersama masyarakat menemukan korban sekitar pukul 12.00 WIB pada Jumat. Dengan ditemukannya Agusral, pencarian terhadap korban yang sebelumnya masih dinyatakan hilang secara resmi dinyatakan selesai. Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin, menyampaikan bahwa tidak ada lagi korban yang tercatat dalam pencarian setelah korban terakhir ditemukan. Meski operasi pencarian dihentikan, personel SAR tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya laporan baru maupun potensi bencana susulan. Bupati: Penanganan Dilakukan Bersama Sebelumnya, Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bekerja sendiri dalam menghadapi dampak bencana. Dalam keterangannya di Posko Darurat Bencana pada 23 September 2026, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh unsur dan masyarakat terus bergerak menangani dampak banjir bandang. Menurut Bupati, dukungan penanganan datang dari berbagai unsur, antara lain aparat keamanan, kejaksaan, balai terkait, anggota DPR RI, serta berbagai instansi lainnya. “Sejauh ini tidak terdapat kendala berarti, karena seluruh pihak bekerja secara bersama-sama,” ujar Jon Firman Pandu, sebagaimana diberitakan kanal resmi Pemerintah Kabupaten Solok. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Bupati menerima kunjungan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Danrem O32/Wirabraja, dan Kajati Sumatera Barat di Posko Darurat Bencana Kabupaten Solok. Dalam kesempatan itu, Bupati bersama rombongan juga meninjau sejumlah titik yang terdampak, termasuk kawasan sekitar perkantoran pemerintah dan permukiman warga. Dua Korban Sebelumnya Dilaporkan Hilang Pada tahap awal penanganan, terdapat dua orang yang dilaporkan hilang akibat bencana tersebut. Satu korban sebelumnya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dimakamkan pada 23 September. Sementara korban lainnya, Agusral, masih dalam pencarian hingga akhirnya ditemukan pada Jumat. Tim SAR gabungan sebelumnya melakukan penyisiran di sejumlah titik dengan mengikuti jalur aliran material banjir dan kawasan yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus. Penemuan korban terakhir sekaligus menjadi penutup operasi pencarian. Namun, keberadaan personel SAR di lokasi tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya laporan baru maupun kondisi darurat lainnya. Infrastruktur dan Fasilitas Publik Ikut Terdampak Selain menimbulkan korban jiwa, banjir bandang juga berdampak terhadap sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik di Kabupaten Solok. Pada Jumat (25/9/2026), Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah kemudian mendorong percepatan pemulihan akses utama dan fasilitas pelayanan publik. Salah satu perhatian berada pada akses jalan dan jembatan yang terdampak material banjir. Pemerintah menilai pemulihan akses menjadi bagian penting agar mobilitas masyarakat, distribusi bantuan, serta pelayanan pemerintahan dapat kembali berjalan. Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga yang masih berada di lokasi pengungsian serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Pemerintah Fokus pada Pemulihan Setelah seluruh korban ditemukan, perhatian penanganan selanjutnya tidak hanya berkaitan dengan pembersihan material banjir, tetapi juga pemulihan kehidupan masyarakat dan fasilitas yang terdampak. Menko PMK Pratikno sebelumnya juga meninjau kawasan terdampak di Arosuka bersama Kepala BNPB, Gubernur Sumatera Barat, Bupati Solok, dan unsur pemerintah daerah. Pemerintah pusat mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan pendekatan pemulihan yang lebih baik pascabencana. Di tengah proses tersebut, dukungan dari berbagai daerah dan kelompok masyarakat juga terus berdatangan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan warga sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana. Bupati Solok sendiri menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan bagi masyarakat Kabupaten Solok. Operasi SAR Berakhir, Kewaspadaan Tetap Dijaga Dengan ditemukannya Agusral, operasi pencarian korban dinyatakan selesai. Namun, kondisi di lapangan belum sepenuhnya kembali normal. Personel SAR tetap bersiaga sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya laporan baru ataupun bencana susulan. Peristiwa banjir bandang ini sekaligus menjadi perhatian dalam upaya penanganan dan pemulihan wilayah terdampak. Pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat, tim SAR, relawan, dan masyarakat masih memiliki pekerjaan lanjutan untuk membersihkan material, memulihkan akses, memastikan kebutuhan warga, serta memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan. Bagi keluarga korban, berakhirnya operasi pencarian menjadi kabar yang sekaligus membawa duka. Sementara bagi pemerintah dan masyarakat Solok, fase berikutnya adalah memastikan proses pemulihan dapat berlangsung secara terkoordinasi hingga aktivitas warga berangsur kembali normal. MediaInvestigasi.net — Perkembangan penanganan pascabencana di Kabupaten Solok masih menjadi perhatian, khususnya terkait pemulihan infrastruktur, kondisi masyarakat terdampak, dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana lanjutan.

Sabtu, 26 Sep 2026 - 04:52 WIB