Batam – Mediainvestigasi.Net–Polda Kepri dan Polresta Barelang Batam sebaiknya diminta menindak-lanjuti untuk turun kelapangan melakukan penyelidikan terhadap seluruh aktivitas di lokasi gelanggang permainan (gelper) yang kini tengah merebak beroperasi di Kota Batam.
Kemungkinan besar bahwa dalam praktik permainan namanya mesin ketangkasan elektronik kerap mengarah kepada perjudian sebagaimana yang terjadi selama ini di Kota Batam.
Apalagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah berulang kali mengintruksikan menyampaikan dengan tegas agar menutup seluruh jenis permainan judi tanpa pandang bulu.
Sehingga dengan beroperasi sejumlah lokasi gelper tersebut di Kota Batam tentu saja perlu dilakukan penyelidikan oleh aparat Kepolisian.
Masyarakat tentunya mendukung apa yang di Intruksikan pak Kapolri, agar namanya permainan judi berbentuk apapun ditutup total.
Intruksi Kapolri ini juga menjadi salah satu dasar dan alasan Masyarakat tentunya meminta kepada pihak Kepolisian tanggap terhadap informasi permainan yang kental dengan perjudian.
Tentunya lagi mendukung Polda Kepri menindak tegas segala yang namanya bentuk perjudian.
Untuk diketahui sedikitnya ada enam titik lokasi arena ketangkasan yang kini tengah beroperasi di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Diantaranya adalah, City Zone di lantai dua Avava Mall Sei Jodoh, Dunia Fantasi (Dufan) di Nagoya Hill Mall, Hokki Bear di BCS Mall, di BMB Dua Mall Batam Center disalah satu ruko terletak dibelakang BCA Jodoh, di Pasar Induk Jodoh dan di Simpang Dam Muka Kuning.
Penulis mencoba menunjukkan bahwa permainan digelper belakang BCA Jodoh dan Simpang Dam jika pemain ada yang cansel bisa dibayar langsung tunai (tanpa hadiah). Sedangkan sistem di gelper lainnya para pemain akan menukar hadiah seperti handpone untuk kemudian di tukarkan uang.
Dan untuk di ketahui kalau di Dunia fantasi Nagoya Hill dapat hadiah handphone baru tukar duit, kalau dapat sedikit belum bisa tukar.
Setelah sudah acap kali Penulis mencermati para pemain gelper seperti saat di Dunia Fantasi Nagoya Hill Mall dan di Hokki Bear BCS Mall, namun ia selalu kalah dengan jumlah jutaan rupiah, hingga mengeluh dan membandingkan permainan gelper saat ini dengan sebelum-sebelumnya.
“Main sekarang ini susah punya lah, tidak bisa menanglah, beda dengan sebelum-sebelumnya,” Keluhnya.
Mengutip seperti yang dilansirkan Media BCN Indonesia meminta konfirmasi dan keterangan terkait Gelanggang Permainan (Gelper) di Batam diduga berbau unsur judi kepada Kapolda Kepri Irjen Pol Tabana Bangun melalui aplikasi pesan Whatsapp (2/06/2023).
Namun konfirmasi yang dilakukan oleh Media BCN Indonesia kepada Kapolda Kepri Irjen Pol Tabana Bangun belum mendapatkan balasan dan diduga Kapolda Kepri Tabana buang badan. */ (Ws).











