Pokja PWI Jaktim Kunjungi Ponpes Al-Malikiyyah, Abi Zamzam Ucapkan Selamat HPN

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pokja PWI Kejaksaan & PN Jakarta Timur ketika bersilaturahmi ke Pondok Pesantren. (Dok. Shendy/ Media Investigasi)

 

 

 

Liputan; Shendy Marwan

LEBAK, BANTEN — Mediainvestigasi.net.- Pokja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Salafiyah Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah yang berlokasi di Kampung Pasir Akmad, Desa Muara 2, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (10/2/2026).

Kunjungan tersebut dilaksanakan usai rombongan Pokja PWI mengikuti rangkaian kegiatan HPN dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Ke 80 Tahun 2026 yang digelar di Alun-alun Kota Serang. Silaturahmi ini bertujuan mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat hubungan antara insan pers dengan lembaga pendidikan keagamaan.

Rombongan Pokja PWI disambut langsung oleh pimpinan pondok pesantren, KH Zamzam yang akrab disapa Abi Zamzam, didampingi istri beliau, Siti Nurlelah atau Umi Lelah. Dalam suasana penuh keakraban, pihak pesantren memperkenalkan sejarah berdiri, visi dan misi, serta sistem pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren Salafiyah Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah.

Abi Zamzam menjelaskan bahwa pesantren tersebut didirikan pada tahun 2013 dan mulai menetap serta beroperasi secara penuh di lokasi saat ini sejak 2018–2019. Nama Al-Malikiyyah diambil dari nama orang tua beliau, sedangkan Tarbiyatul Falah merupakan nama pesantren keluarga dari pihak istrinya.

“Alhamdulillah, pesantren ini sudah berjalan sekitar delapan tahun. Harapan kami, pondok ini terus berkembang dan mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta bermanfaat bagi umat, baik di dunia maupun di akhirat,” ujar Abi Zamzam.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama pendirian pesantren adalah membentuk generasi penerus yang memiliki ilmu agama yang kuat, karakter yang baik, serta kemandirian. Meski berhaluan salafiyah, sistem pendidikan dikembangkan dengan penguatan aturan dan kedisiplinan agar tetap relevan dengan tantangan zaman.

Baca Juga :  Menteri Kebudayaan RI Undang Bupati Tapanuli Tengah Terkait Situs Abad Ke-7 Situs Bongal Sijago-jago Kecamatan Badiri

“Konsepnya salafiyah, namun kami perkuat dengan aturan yang jelas. Santri dibiasakan hidup disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab, tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi,” jelasnya.

Abi Zamzam juga mengungkapkan bahwa pesantren masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana, khususnya pembangunan masjid dan penambahan asrama, seiring meningkatnya jumlah santri dari tahun ke tahun. Meski demikian, pesantren tetap berkomitmen memberikan akses pendidikan yang terjangkau.

“Tidak ada biaya pendaftaran, hanya sedekah seikhlasnya. Iuran bulanan sekitar Rp400 ribu sudah mencakup makan tiga kali sehari serta kebutuhan dasar santri,” ungkapnya.

Sementara itu, Umi Lelah memaparkan berbagai prestasi santri Pondok Pesantren Salafiyah Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah yang telah mengharumkan nama pesantren di tingkat nasional melalui ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) serta Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK).

Pada STQH Pontianak 2019, santri Siti Rosdiana meraih Juara 1 Hadits 100 Ma’assanad. Prestasi berlanjut pada STQH Maluku Utara 2021, di antaranya Sarmila Juara 3 Hadits 100 Ma’assanad, Siti Rosdiana Juara 2 Hadits 500 Bilassanad, Makinun Amin Juara 2 Hadits 100 Ma’assanad, Ary Afryady Juara Harapan 2, Hanifuddin Mukhtashor Juara Harapan 3 Hadits 500 Bilassanad, serta Nurhayati Juara Harapan 3 Hadits 100 Ma’assanad.

Prestasi nasional kembali diraih pada STQH Jambi 2023 melalui santri Siti Hafsoh yang meraih Juara 1 Hadits 500 Bilassanad. Selanjutnya pada STQH Kendari, Sulawesi Tenggara 2025, santri Alea Eka Silva meraih Juara 2 Hadits 100 Ma’assanad, disusul M. Yusuf Ardabily sebagai Juara Harapan 1 Hadits Ma’assanad. Selain itu, santri Sultan Saleh Amirulloh juga meraih Juara Harapan 3 Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Nasional di Wajo, Sulawesi Selatan.

“Prestasi bukan tujuan utama kami. Yang terpenting adalah keberkahan dan kemanfaatan ilmu bagi para santri. Prestasi hanyalah bonus dari proses pendidikan,” tutur Umi Lelah.

Baca Juga :  Angkat Tema Pencegahan Stunting, Koto Tangah Boyong Dua Penghargaan Lomba Masak Serba Ikan

Dalam kesempatan tersebut, Abi Zamzam dan Umi Lelah turut menyampaikan ucapan Selamat Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 kepada seluruh insan pers di Indonesia. Mereka berharap pers nasional terus menjalankan fungsi edukasi, kontrol sosial, serta menjadi mitra strategis dalam pembangunan bangsa.

Melalui silaturahmi ini, pihak pesantren berharap terjalin sinergi dan kepedulian dari berbagai pihak, khususnya dalam mendukung pengembangan pesantren serta pendidikan santri dari kalangan kurang mampu..(Shendy Marwan)

 

Editor ; Rafdy Guci 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ZONA HIJAU DIDUGA DIABAIKAN, PEMKAB KLATEN JANGAN TUTUP MATA! WARGA RESAH, SIAPA YANG MENGAWASI?
Antisipasi Dampak Kabut Asap dengan Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat,Bupati Padang Pariaman Instruksikan PJJ Selama Dua Hari
Padang Pariaman Percepat Penegasan Batas Nagari, 58 Nagari Telah Melaksanakan Tahapan Penegasan
Penutupan Porprov XVI Sumbar di Lubuk Alung, Padang Pariaman Ukir Prestasi dengan 261 Medali ‎
Pemulihan Pasca-Bencana Tak Cukup Fisik, Pemkab Padang Pariaman dan KPPPA Tegaskan Pemenuhan Hak dan Partisipasi Anak
TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil: Gotong Royong Prajurit dan Warga Keritang Percepat Pembangunan RTLH
Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Kodim 0314/Inhil Genjot Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang
Tirai Gelap di Ruang Sidang PN Cibinong: Ketika Majelis Hakim Menjadi Benteng Pembungkaman Pers*
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

ZONA HIJAU DIDUGA DIABAIKAN, PEMKAB KLATEN JANGAN TUTUP MATA! WARGA RESAH, SIAPA YANG MENGAWASI?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap dengan Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat,Bupati Padang Pariaman Instruksikan PJJ Selama Dua Hari

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Padang Pariaman Percepat Penegasan Batas Nagari, 58 Nagari Telah Melaksanakan Tahapan Penegasan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Penutupan Porprov XVI Sumbar di Lubuk Alung, Padang Pariaman Ukir Prestasi dengan 261 Medali ‎

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Pemulihan Pasca-Bencana Tak Cukup Fisik, Pemkab Padang Pariaman dan KPPPA Tegaskan Pemenuhan Hak dan Partisipasi Anak

Berita Terbaru