Lindungi Lahan Pertanian dari Risiko Banjir, Kemendagri Gelar Sosialisasi Penanganan Banjir Melalui Program FMNJP di Brebes

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemendagri melalui Bina Bangda melakukan sosialisasi penanganan banjir di kawasan Pantai Utara Jawa. (Dok. Bina Bangda/ Kemendagri)

Kemendagri melalui Bina Bangda melakukan sosialisasi penanganan banjir di kawasan Pantai Utara Jawa. (Dok. Bina Bangda/ Kemendagri)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Pemerintah menggelar Sosialisasi Penanganan Banjir di Kawasan Pantai Utara Jawa dalam mendukung Flood Management in North Java Project (FMNJP) di Kabupaten Brebes, Selasa (4/8/2026).

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi risiko banjir di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Harapannya, penanganan banjir tidak hanya melindungi masyarakat dari dampak bencana, tetapi juga menjaga produktivitas pertanian dan aktivitas ekonomi yang menjadi penopang kehidupan masyarakat Pantura.

Pantura Jawa selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan strategis nasional. Selain menjadi jalur utama distribusi barang dan jasa, kawasan tersebut juga menjadi sentra pertanian, perikanan, industri, hingga perdagangan.

Namun, perubahan iklim membuat kawasan ini semakin rentan terhadap banjir dan banjir rob.

Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah I Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Irvan Amirullah, mengatakan penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik.

“Selain pembangunan infrastruktur, diperlukan penguatan perencanaan, koordinasi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu beradaptasi terhadap risiko bencana. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan akan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Irvan.

Ia menjelaskan, FMNJP merupakan bentuk komitmen Pemerintah bersama Asian Development Bank (ADB) dalam memperkuat ketahanan kawasan Pantura terhadap risiko banjir.

Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga memperkuat tata kelola pemerintahan, kapasitas kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kabupaten Brebes menjadi salah satu daerah yang merasakan dampak banjir cukup besar.

Berdasarkan data BNPB, banjir yang terjadi di Kecamatan Ketanggungan pada Maret 2026 merendam ratusan rumah, mengganggu akses transportasi, serta berdampak pada sektor pertanian dan peternakan.

Baca Juga :  Kemendagri Dorong Optimalisasi Penerapan dan Pelaporan SPM Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2026

Melalui sosialisasi ini, pemerintah juga memperkenalkan Livelihood Restoration Program (LRP) sebagai bagian dari implementasi FMNJP.

“Program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat terdampak memulihkan mata pencaharian melalui pelatihan keterampilan, penguatan kapasitas ekonomi, dan pengembangan usaha yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim,” ungkapnya.

Pelatihan bagi Warga Terdampak (WTD) telah dimulai di Kabupaten Indramayu dan Majalengka, kemudian dilanjutkan di Kabupaten Kuningan dan Grobogan. Sementara itu, Kabupaten Brebes dijadwalkan mengikuti pelatihan pada tahap berikutnya pada 2027.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI, Eka Widodo, menilai keberhasilan penanganan banjir juga ditentukan oleh peran aktif masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu dibarengi dengan pendekatan soft engineering melalui edukasi dan perubahan perilaku.

“Masyarakat perlu memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari upaya mencegah banjir. Tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan sungai, serta tidak mengubah atau membelokkan alur sungai merupakan langkah sederhana yang memberikan dampak besar terhadap kelancaran aliran air,” ujar Eka.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SETORAN Rp25 JUTA DAN LEGALITAS DC DIPERTANYAKAN, PT BOOMBAS DIMINTA TRANSPARAN
Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara
Perkuat Transformasi Digital Pembangunan Daerah, Kemendagri Terima Konsultasi Pemda Kalimantan Selatan
Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD 
KANTOR DESA BUKAN KERAJAAN KELUARGA! Jimmy: Jabatan Sekdes Bukan Warisan Dinasti
Kemendagri Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah, BPD, Fintech dan Dunia Usaha untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Digital
Kemendagri-UNICEF Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Pemutakhiran SIPD
Kemendagri Sinkronkan PSN Pantura Jawa dengan Tata Ruang Daerah di Jawa Tengah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 16:04 WIB

SETORAN Rp25 JUTA DAN LEGALITAS DC DIPERTANYAKAN, PT BOOMBAS DIMINTA TRANSPARAN

Jumat, 6 November 2026 - 13:06 WIB

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

Rabu, 4 November 2026 - 20:09 WIB

Perkuat Transformasi Digital Pembangunan Daerah, Kemendagri Terima Konsultasi Pemda Kalimantan Selatan

Rabu, 4 November 2026 - 12:31 WIB

Kemendagri Terima Konsultasi Bapperida Jepara, Perkuat Implementasi e-DALEV SIPD 

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

KANTOR DESA BUKAN KERAJAAN KELUARGA! Jimmy: Jabatan Sekdes Bukan Warisan Dinasti

Berita Terbaru