Festival Anak Nagari Kampuang Galapuang Ulakan Baralek Gadang Resmi Dibuka, Wabup Tegaskan Pentingnya Melestarikan Adat dan Budaya Minangkabau

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Festival Anak Nagari Kampuang Galapuang Ulakan Baralek Gadang Resmi Dibuka, Wabup Tegaskan Pentingnya Melestarikan Adat dan Budaya Minangkabau

 

 

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kampuang Galapuang Ulakan,-Mediainvestigasi.net.-
Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, secara resmi membuka Festival Anak Nagari Kampuang Galapuang Ulakan Baralek Gadang, Senin (3/11), di Nagari Kampuang Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis. Kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari, dari tanggal 3 hingga 9 November 2025, ini mengusung tema “Syarak Mangato, Adat Mamakai” dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan program Padang Pariaman 100 Festival.

Pembukaan festival berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan masyarakat nagari. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Kampuang Galapuang ke-50 serta Peresmian Kantor Layanan Operasional Pemerintah Nagari.

Beragam kegiatan menarik turut mewarnai pelaksanaan festival, di antaranya penampilan silat tradisional, tambua tanda, pasambahan adat, talkshow Posbakum, ngeteh sore bersama Kapolres, serta pameran UMKM, inovasi pertanian, dan kesehatan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati bazar sembako dan kuliner lokal, senam jantung sehat, hingga hiburan rakyat.

Turut hadir mendampingi Wakil Bupati, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Dr. H. Jefrinal Arifin, SH, M.Si, Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Rudy Repenaldi Rilis, para asisten, staf ahli, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Padang Pariaman.

Hadir pula niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, serta tokoh adat dan masyarakat dari Nagari Ulakan dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rahmat Hidayat menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada seluruh panitia serta masyarakat Nagari Ulakan atas semangat gotong royong dalam menyelenggarakan kegiatan akbar ini.

“Festival ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan adat, seni, dan budaya Minangkabau di Ranah dan Rantau Padang Pariaman,” ujar Rahmat.

Baca Juga :  Tampung Pecatan PT. Timah, BGN Disorot Tajam Sejumlah Pihak

Wabup menjelaskan bahwa Festival Anak Nagari Kampuang Galapuang memiliki makna yang lebih luas dari sekadar ajang hiburan. Kegiatan ini mengandung tiga nilai utama, yaitu:

Pelestarian Budaya – menjadi wadah strategis untuk menanamkan nilai adat, kesenian tradisional, dan kearifan lokal kepada generasi muda.

Pemberdayaan Ekonomi Lokal – membuka peluang bagi UMKM nagari untuk menampilkan produk unggulan yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Mempererat Silaturahmi – memperkuat rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar sesama anak nagari, baik di kampung halaman maupun di perantauan.

Wabup menegaskan bahwa nilai luhur “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” harus senantiasa menjadi pedoman dalam setiap gerak kehidupan masyarakat Minangkabau.

“Adat ditanami, Syarak dikambang, Budaya dihidupkan. Dari Kampuang Galapuang ini, kita harapkan lahir bibit-bibit unggul yang mampu membawa nama Padang Pariaman ke kancah nasional bahkan internasional,” tutupnya.

Sementara itu, Wali Nagari Kampuang Galapuang Ulakan, Ali Waldana, menyampaikan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat dan penguatan nilai adat di tengah arus modernisasi.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkembangkan UMKM, meningkatkan ketakwaan, serta memberi makna dan arti bagi kehidupan kita semua. Mari bersama-sama kita lindungi dan lestarikan adat kita,” ujarnya.

Pelaksanaan Festival Anak Nagari Kampuang Galapuang Ulakan Baralek Gadang dengan tema “Syarak Mangato, Adat Mamakai” diharapkan menjadi inspirasi bagi nagari-nagari lain di perkembangan zaman.***

 

Editor ; Rafdy Guci

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa MAN 1 Inhil Raih Gelar Duta Anak Kabupaten Indragiri Hilir 2026, Kepala Madrasah Berikan Apresiasi Tinggi
Saling Lempar Tanggung Jawab Kasus Pemerasan Rp75 Juta, Ketum PPWI Siap Seret Kapolda Sumsel ke Propam Polri
Dugaan Biaya Persalinan Rp10–20 Juta di Kateman, Kapustu: “Tidak Ada Tarif Normal Rp10 Juta”
Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima
SDN 01 Pasar Palembayan Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka Mulai 21 September 2026
Sumira Putri Digadang Pimpin Forum TBM Pasaman Barat, Sosok Pejuang Literasi dari Pelosok yang Kini Jadi Sorotan
Cuaca Buruk, Kwarcab Pramuka Indragiri Hilir Tunda Seluruh Lomba Hari Pramuka ke 65
Masyarakat Pulau Taliabu Pertanyakan Langkah Bupati Sashabila Widya L. Mus Cabut Status Daerah 3T Sementara Masih Bayak Program Pembagunan Jalan Amburadul
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:31 WIB

Siswa MAN 1 Inhil Raih Gelar Duta Anak Kabupaten Indragiri Hilir 2026, Kepala Madrasah Berikan Apresiasi Tinggi

Senin, 21 September 2026 - 05:51 WIB

Saling Lempar Tanggung Jawab Kasus Pemerasan Rp75 Juta, Ketum PPWI Siap Seret Kapolda Sumsel ke Propam Polri

Minggu, 20 September 2026 - 20:10 WIB

Dugaan Biaya Persalinan Rp10–20 Juta di Kateman, Kapustu: “Tidak Ada Tarif Normal Rp10 Juta”

Minggu, 20 September 2026 - 13:13 WIB

Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima

Sabtu, 19 September 2026 - 13:56 WIB

Sumira Putri Digadang Pimpin Forum TBM Pasaman Barat, Sosok Pejuang Literasi dari Pelosok yang Kini Jadi Sorotan

Berita Terbaru