Dugaan Pungli di Puskesmas Iliran, DPRD Minta Dinkes Bertindak

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 01:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Muhammad Wahyudin

Dugaan Pungli di Puskesmas Iliran, DPRD Minta Dinkes Bertindak

Laporan : Muhammad

INHIL –Mediainvestigasi.net– Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Muhammad Wahyudin, menyayangkan munculnya dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di Puskesmas Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS). Ia meminta Dinas Kesehatan segera mengambil langkah tegas untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Hal itu disampaikan Wahyudin saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan WhatsApp, Selasa (10/3/2026) malam.

“Kalau memang ini terjadi sangat disayangkan. Saya minta ketegasan Dinas Kesehatan untuk menanggapi ini dan memanggil Kepala Puskesmasnya. Kalau memang benar terjadi, harus ditindak tegas,” tegas Wahyudin.

Ia menjelaskan, DPRD pada prinsipnya menunggu hasil klarifikasi dari Dinas Kesehatan terlebih dahulu. Namun jika persoalan tersebut tidak terselesaikan di tingkat dinas, maka Komisi IV DPRD Inhil tidak menutup kemungkinan akan memanggil pihak terkait.

“Ke depan insya Allah, yang jelas Dinas Kesehatan dulu yang menyelesaikan masalah ini. Kita minta kebenarannya dulu. Kalau memang ini terjadi, DPRD akan memanggil pihak terkait agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

Wahyudin juga menyoroti adanya informasi mengenai pungutan uang piket sebesar Rp110.000,- yang dibebankan kepada tenaga kesehatan dengan dibagi kepada yang piket Rp. 100.000,- dan 10.000,- diberikan kepada petugas keamanan. Menurutnya, praktik seperti itu tidak seharusnya terjadi di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Membayar uang ‘ngopi’ itu tidak ada. Seluruh pegawai Puskesmas, dari kepala puskesmas hingga pegawai lainnya sudah dibiayai oleh Puskesmas. Lucu juga kalau uang kopi harus diambil dari uang nakes,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Puskesmas yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seharusnya memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran, sehingga tidak perlu membuat kebijakan yang membebani tenaga kesehatan.

Baca Juga :  TANGGAPI KABUT ASAP, POLSEK PALEMBAYAN DAN SAKA BHAYANGKARA BAGIKAN MASKER GRATIS KEPADA WARGA

“BLUD itu kan ada. Tidak harus kalau pergantian shift harus ada bayaran. Artinya, kapus atau Dinas Kesehatan harus mengambil tindakan tegas terhadap pegawai yang bolos, bukan malah membuat kebijakan baru yang membebankan tenaga kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, Wahyudin menyarankan apabila Puskesmas mengalami kekurangan tenaga, pihak manajemen dapat mengajukan permohonan penambahan pegawai kepada pemerintah daerah.

“Kalau memang Puskesmas merasa kekurangan pegawai, bisa mengajukan permohonan penambahan pegawai, apalagi dalam kondisi urgent. Jadi tidak perlu melibatkan pegawai Pustu untuk ikut menjalankan piket di Puskesmas,” jelasnya.

Ia pun meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir segera memanggil Kepala Puskesmas Sungai Iliran untuk mengklarifikasi dan menindaklanjuti dugaan pungli tersebut.

“Dinas Kesehatan harus menindaklanjuti. Panggil Kepala Puskesmasnya dan selesaikan persoalan ini,” pungkas Wahyudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perjuangkan Pemulihan Pascabencana, Bupati Padang Pariaman Ajukan Tambahan DAU ke Kemenkeu
Kasat Satpol PP dan Damkar Pulau Taliabu Pimpin Apel Siaga Khusus Internal Tetap Siaga Hingga Api Benar-Benar Padam
Polsek Sibolga Selatan Ungkap Pencurian Pintu Masjid Raya Al-Ishlah, Terduga Pelaku Diamankan
Klarifikasi Tegas Kordinator Posko Asisten 1 Sukri La Sanya Terkait Isu Makanan di Posko Karhutla Wajib Pakai KTP Adalah Fitnah Murni
Dugaan Perundungan Siswa Alexandria Islamic School, Kuasa Hukum Ungkap Sejumlah Persoalan
Kepedulian Hangat Alumni SMAN 1 Taliabu Barat, Salurkan Bantuan Nutrisi Ke Posko Siaga Tanggap Darurat Karhutla Satpol PP dan Damkar
Bazar Murah di CFD Katapiang, Pemkab Padang Pariaman Perkuat Pengendalian Inflasi Pangan
POLRI DITANTANG BUKA FAKTA! Nelayan Surade Mengaku Dibawa Paksa, Rp35 Juta Diserahkan — Siapa yang Bertanggung Jawab?
Berita ini 52 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Perjuangkan Pemulihan Pascabencana, Bupati Padang Pariaman Ajukan Tambahan DAU ke Kemenkeu

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kasat Satpol PP dan Damkar Pulau Taliabu Pimpin Apel Siaga Khusus Internal Tetap Siaga Hingga Api Benar-Benar Padam

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Polsek Sibolga Selatan Ungkap Pencurian Pintu Masjid Raya Al-Ishlah, Terduga Pelaku Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Klarifikasi Tegas Kordinator Posko Asisten 1 Sukri La Sanya Terkait Isu Makanan di Posko Karhutla Wajib Pakai KTP Adalah Fitnah Murni

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Dugaan Perundungan Siswa Alexandria Islamic School, Kuasa Hukum Ungkap Sejumlah Persoalan

Berita Terbaru