Menu

Mode Gelap

Community

Dari Makam ke Makna: Spirit Perjalanan Napak Tilas Sirnah Gali

badge-check


					Dari Makam ke Makna: Spirit Perjalanan Napak Tilas Sirnah Gali Perbesar

Oleh: Erfan Pratama

MEDIAINVESTIGASI.NET – Di tengah hingar-bingar kehidupan kota dan derasnya arus modernisasi, secercah cahaya sejarah menyusup masuk lewat langkah-langkah sunyi para peziarah budaya. Itulah yang tergambar dari kegiatan Napak Tilas Sirnah Gali, sebuah gerakan spiritual sekaligus kebudayaan yang kini kembali menghidupkan jejak-jejak sejarah yang nyaris terlupa.

Didirikan pada 9 September 2022, Napak Tilas Sirnah Gali bermarkas di Perumahan Permata Regency, Blok D2 No. 4, Morowudi, Cerme, Gresik, Jawa Timur. Gerakan ini dipimpin oleh Didik Djatmiko, seorang sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap nilai-nilai spiritual, sejarah lokal, dan warisan budaya yang mulai tergerus zaman.

Lebih dari sekadar perjalanan menuju makam-makam tua dan situs bersejarah, Sirnah Gali adalah gerakan hati—sebuah napas panjang yang berupaya merajut kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap leluhur dan tokoh-tokoh spiritual yang pernah menapakkan jejaknya di bumi pertiwi.

Di balik nisan-nisan yang kadang nyaris dilupakan, tersimpan kisah perjuangan, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur yang tak ternilai. Sirnah Gali mengajak masyarakat—khususnya generasi muda—untuk tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga merenungi makna kehidupan dan menyambung tali spiritualitas yang selama ini terputus.

Ironisnya, generasi hari ini lebih akrab dengan algoritma media sosial daripada alur sejarah daerahnya sendiri. Di sinilah pentingnya peran komunitas seperti Sirnah Gali: menjadi pengingat, menjadi penyalur, sekaligus menjadi penjaga nilai.

Dalam setiap langkah napak tilas, dalam setiap doa yang dibacakan di pusara para tokoh, ada kesadaran yang dibangkitkan: bahwa kita hidup hari ini bukan dari ruang hampa. Ada warisan nilai yang harus dirawat. Ada amanah sejarah yang harus diteruskan.

Surabaya, Gresik, dan wilayah sekitarnya adalah ladang sejarah yang subur. Namun tanpa tangan yang merawatnya, ia bisa menjadi ladang yang tandus. Napak Tilas Sirnah Gali hadir sebagai tangan yang menabur kembali benih kesadaran, agar generasi kini dan mendatang tak kehilangan arah.

Semoga langkah-langkah spiritual ini terus bergaung. Sebab napak tilas sejati bukan hanya soal mengenang yang telah tiada, tetapi juga tentang menyapa nurani yang kerap kita abaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UPZ BKPRMI Jakarta Raih Penghargaan ZIS Ramadan 2026 dari BAZNAS BAZIS DKI

1 Mei 2026 - 06:47 WIB

AMKI Kartini Award 2026 Anugerahkan Penghargaan kepada 11 Perempuan Inspiratif di Era Digital

30 April 2026 - 02:30 WIB

Ketua Pena Timur Rio Manik Lontarkan Kritik Tajam, PN Jakarta Timur Klarifikasi Insiden Wartawan Saat Eksekusi Lahan Cibubur

24 April 2026 - 19:04 WIB

Trending di Community