Sekda Aceh Lompat Pagar, Dr Nasrul Zaman: Ini Komedi Politik yang Berbahaya

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 00:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Aceh Lompat Pagar, Dr Nasrul Zaman: Ini Komedi Politik yang Berbahaya

BANDA ACEH –Mediainvestigasi.net– Dinamika politik Aceh kembali memantik kontroversi. Di tengah derasnya dorongan publik agar dilakukan pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh karena dinilai minim kapasitas, justru muncul arus balik yang mengejutkan, yakni dorongan agar Ketua DPRA diganti. Situasi ini dinilai sebagai anomali serius dalam tata kelola pemerintahan Aceh.

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Dr Nasrul Zaman, menilai manuver tersebut sebagai bentuk komedi politik yang tidak sehat, bahkan berpotensi merusak relasi konstitusional antara eksekutif dan legislatif.

“Ini aneh dan tidak lazim. Sekda Aceh adalah ASN, bukan aktor politik. Ketika Sekda justru memprovokasi isu pergantian Ketua DPRA, ini sudah melampaui batas kewenangannya,” tegas Dr Nasrul Zaman, Minggu, 1 Februari 2026.

Menurutnya, posisi Sekda seharusnya netral, profesional, dan menjadi perekat hubungan kerja antara Pemerintah Aceh dan DPRA, bukan sebaliknya menjadi sumber konflik politik.

Dr Nasrul menekankan, secara struktur kekuasaan, Ketua DPRA berasal dari Partai Aceh, demikian pula Gubernur Aceh. Sementara Sekda adalah pejabat karier yang diangkat dan diberhentikan oleh gubernur berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

“Ketika seorang ASN ikut campur dalam urusan internal partai politik, apalagi menentukan siapa Ketua DPRA, itu bukan sekadar salah etika, tapi sudah melanggar prinsip dasar birokrasi,” ujarnya.

Ia mengingatkan, kebijakan politik di Aceh merupakan domain Gubernur dan DPRA, bukan Sekda. Sekda hanya pelaksana administratif tertinggi, bukan penentu arah politik kekuasaan.

Lebih jauh, Dr Nasrul menilai sikap Sekda Aceh tersebut justru memperkeruh hubungan antara Gubernur Aceh dan DPRA, khususnya pimpinan legislatif.

“Ini bukan mendinamisasi, tapi memprovokasi. Relasi eksekutif dan legislatif yang seharusnya dibangun di atas kerja sama justru didorong ke arah konflik terbuka,” katanya.

Baca Juga :  Catat! Bibit Siklon Tropis 95B Picu Cuaca Ekstrem: BMKG Minta Sumatera Barat Siaga Sampai 29 November 2025

Ia menilai kondisi ini berbahaya di tengah Aceh yang masih menghadapi tantangan besar pascabencana, pemulihan ekonomi, serta konsolidasi pembangunan jangka menengah.

Desakan Pergantian Sekda Kian Mendesak

Dr Nasrul menyebut, dengan sikap yang sudah “lompat pagar” tersebut, sudah semakin mendesak bagi Gubernur Aceh dan pimpinan DPRA untuk bersikap tegas.

“Tidak boleh hanya karena merasa dekat dan dipercaya gubernur, lalu membangun kekuatan sendiri dan mencampuri kebijakan partai politik. Ini preseden buruk bagi tata kelola Aceh,” ujarnya.

Menurutnya, jika dibiarkan, hal ini akan menciptakan birokrasi yang partisan dan melemahkan sistem checks and balances yang dijamin dalam kerangka otonomi khusus Aceh.

Di sisi lain, Dr Nasrul menyoroti kinerja Sekda Aceh yang dinilai justru lalai terhadap tugas utamanya. Hingga kini, penyesuaian APBA 2026 pasca evaluasi Kementerian Dalam Negeri belum juga rampung, meski sudah lebih dari satu bulan sejak surat evaluasi Mendagri diterbitkan.

“Harusnya Sekda fokus ke situ. APBA 2026 adalah urat nadi pembangunan Aceh. Tapi yang kita lihat justru energi dihabiskan untuk manuver politik yang bukan kewenangannya,” tegasnya.

Ia mengingatkan, keterlambatan penyesuaian APBA berisiko menghambat program prioritas pemerintah, mulai dari pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, hingga pemulihan ekonomi daerah.

Dr Nasrul menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa polemik ini menjadi ujian kepemimpinan bagi Gubernur Aceh dan DPRA.

“Aceh butuh birokrasi yang profesional, bukan birokrasi yang bermain politik. Jika ini tidak disikapi tegas, maka yang dirugikan bukan hanya lembaga, tapi rakyat Aceh,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pacu Pembangunan Desa, Kodim 0314/Inhil Gesa Pengerjaan Semenisasi Jalan TMMD ke-130 di Keritang
Kejar Target TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Kebut Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang
​Kemanunggalan TNI dan Rakyat: TMMD Ke-130 Percepat Pembangunan Jalan Desa Kuala Lemang
Dugaan Penampungan Pertalite untuk Dijual Kembali di Caringin Jadi Sorotan
Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan
Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Padang Pariaman Sosialisasikan KIPPRAH hingga Kecamatan dan Puskesmas
Tembus Gelombang dan Lumpur: Kodim 0314/Inhil Pasok Material TMMD Ke-130 ke Desa Kuala Lemang
Berita ini 27 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pacu Pembangunan Desa, Kodim 0314/Inhil Gesa Pengerjaan Semenisasi Jalan TMMD ke-130 di Keritang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Kejar Target TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Kebut Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:00 WIB

​Kemanunggalan TNI dan Rakyat: TMMD Ke-130 Percepat Pembangunan Jalan Desa Kuala Lemang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa

Berita Terbaru