BeritaDaerahPolitik

Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus Hadir Kegiatan Coaching Audit Kasus Stunting (AKS) tahap V oleh BKKBN pusat melalui Daring

2819
×

Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus Hadir Kegiatan Coaching Audit Kasus Stunting (AKS) tahap V oleh BKKBN pusat melalui Daring

Sebarkan artikel ini

 

Taliabu Maluku Utara, Mediainvestigasi.Net–Senin tanggal 17/10/2022 pukul 12.00 WIT, Bupati Kabupaten Pulau Taliabu H. AliongMus.,ST. menghadiri kegiatan
Coaching Audit Kasus Stunting (AKS) tahap V oleh BKKBN pusat melalui daring bertempat di ruang Rapat Kantor Bupati Kabupaten Pulau Taliabu, Desa Bobong Kecamatan Taliabu Barat, Kab. Pulau Taliabu, Prov. Maluku Utara,

Dimana kegiatan ini di hadiri langsung oleh :

1. H. Aliong Mus (Bupati Kab Pulau Taliabu)

2. Hj. Yolanda Zahra Aliong Mus (Ketua PKK sekaligus Duta Stunting Kab. Pulau Taliabu)

3. Sukur Boereo (Asisten I Setda Kab. Pulau Taliabu)

4. Ma’ruf S.Pd (Asisten II Setda kab pulau Taliabu)

5. M. Taufik Toib Koten (Wakil Ketua I DPRD Kab. Pulau Taliabu)

6. Ridwan Suamole (Anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabu)

7. Pardin Isa (Anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabu)

8. Hj. Nurain Mus (Anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabu)

9. Serma Rijal (Mewakili Danramil 1510-02/Bobong)

10. Bahkan sejumlah Kepala OPD Kab. Pulau Taliabu beserta tamu undangan

Melalui sambutan Dr Hasto Wardoyo, S.p OG (K) Kepala BKKBN Pusat, Pada kesempatan kali ini saya ucapkan terima kasih pada Bapak ibu yang yang hadir dalam kegiatan coaching audit stunting sekaligus memberikan contoh sebagai orang tua hebat yang sangat berperan pada kegaiatan-kegiatan pengontrolan gizi balita, pengasuhan, percepatan penurunan angka stunting dan penurunan angka kematian ibu dan bayi di seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia.

Hasto Wardoyo, S.p OG (K) Kepala BKKBN Pusat juga menyampaikan bahwa yang pertama yang namanya kualitas SDM di kantor ini sangat penting karena berpengaruh prokutifitas kantor tersebut dan menjadi tujuan kegiatan tersebut adalah mencegah kematian ibu, kematian bayi, stunting dan masih terdapat kemiskinan ekstream.

Adapun kegaiatan yang akan kita laksanakan sukses maka akan dapat mwnurunkan kematian ibu, kematian bayi, stunting dan sekaligus menurunkan kemiskinan ekstream serta Lingkungan kumuh yang tidak bagus, ibu yang tidak sehat menjadi latar belakang peningkatan kasus stunting sehingga peran para kepala dinas sangat penting dalam upaya percepatan penurunan stunting, ungkap. Hasto Wardoyo, S.p OG (K) Kepala BKKBN Pusat melalui Daring

Dimana kita juga harus mendiskusikan dan menggali apa sebab stunting dengan tenaga ahli yang akhirnya mendapatkan rekomendasi bahwa kasus ini harus segera diatasi, Selain itu juga harus dilakukan deteksi oleh ahli atau dokter anak terkait penyakit yang melatar belakangi terjadinya stunting pada anak sehingga mendapatkan rekomendasi cara penangnan.

Kemuduan mengenai permasalahan di rumah juga menjadi salah satu penyebab terjadinya anak yang tidak bahagia dan stres dikarenakan broken home.

Kemudian kegiatan audit stunting ditujukan untuk menemukan dan menyelesaikan permasalahan yang terkait sistem pelayanan kesehatan, manajemen pendampingan keluarga serta medical problem (permasalahan medis) terkait kasus stunting.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Kab. Pulau Taliabu H. Aliong Mus.,ST. melalui Daring melalui sambutanya menyampaikan terkait presentasi Stunting 35% berdasarkan data SSC tahun 2021 kami berusaha semaksimal mungkin segera menurunkan Stunting sebesar 14% pada tahun 2022, atau menuju 15% pada tahun 2024 bahkan lebih kurang dari itu tentunya saya berharap tim percepatan penurunan stunting yang telah dikukuhkan dapat bekerja dengan serius.

Bupati Kab. Pulau Taliabu H. Aliong Mus.,ST. juga memberikan dukungan penuh dalam penanganan Stunting di Kabupaten Pulau Taliabu terima kasih kepada teman-teman DPRD Ketua Tim penggerak PKK dan Anggota Dinas terkait yang telah bersedia dan selalu siap bersama kami baik dari Desa ke Desa loko Stunting yang telah bersedia menjadi Bapak asuh anak stunting yang baru kita lakukan di Kabupaten Pulau, tentunya ada program-program prioritas penanganan yang sudah kami rancang pada OPD terkait yang tergabung dalam tim percepatan penurunan stunting.

Mengenai sasaran stunting yang lebih layak yang kami sebut dengan bedah rumah sehat juga Dinas terkait terus kami juga telah memantau perkembangan pertumbuhan secara stunting gizi kurang dan bumil dengan pemberian Parcel Sehat yang di dalamnya terdapat makanan dan minuman sehat serta saya bersama OPD Kabupaten Pulau Taliabu serta berkomitmen menurunkan angka profesi Stunting di Kabupaten khususnya di Kabupaten Pulau Taliabu hingga tahun 2024.

Tentunya kami juga di Kabupaten Pulau Taliabu Bupati H. Aliong Mus.,ST. melalui Daring mengharapkan perhatian khusus dari Pemerintah Pusat karena kita ketahui bersama bahwa Anggaran Daerah juga sangat terbatas dan juga jauh dari Pemerintah Pusat, serta harapan saya juga harus serius dari Pemerintah Pusat dan jangan membiarkan Daerah kami Kabupaten Pulau Taliabu berjalan sendiri tanpa Ada campur tangan dari pemerintah Pusat.

Sehinggah apapun langkah yang kami lakukan hanya degan keterbatasan sesuai anggaran yang kami miliki, ucap. Bupati Kab. Pulau Taliabu H. Aliong Mus.,ST. melalui Daring

Kemudian sambutan Kepala Dinas Kesdhatan Kabupaten Pulau Taliabu Kuraisiah Marasaoly S.Ag. melalui dearing mengatakan bahwa sebagai Kabupaten yang baru di mekarkan kurang lebih 9 tahun hasil dari pemekaran Kabupaten Kepulauan Sula dengan secara administratif memiliki 8 Kecamatan 71 Desa Berdasarkan Keputusan Menteri perencanaan pembangunan Nasional tentang penetapan perluasan Kabupaten.

Yang mana berdasarkan hasil keputusan Menteri perencanaan pembangunan Nasional tentang fokus inter lokasi objek intervensi penurunan Stunting adalah salah satu Daerah Kabupaten khususnya Kabupaten Pulau Taliabu skala prioritas penanggulangan Stunting saat ini kita telah laksanakan.

Kemudian Bupati Pulau Taliabu H. Aliong Mus.,ST. telah melakukan penandatanganan komitmen tentang pelaksanaan percepatan penanganan Stunting di Kabupaten Pulau Taliabu dan penurunan standar memulai pelaksanaan percepatan yang artinya stop atau berhenti,

Kemudian pada aksi 1 analisa situasi dan selanjutnya pada aksi 5 kami CPNS Kabupaten telah melewati aksi 5 dan sekarang kami berada di aksi 6 serta kegiatan lain yaitu orientasi pemberian makanan bayi dan anak dalam hal ini sasarannya adalah petugas kesehatan melaksanakan sosialisasi pendampingan kemitraan yang terjadwal pada setiap hari Jum’at pada setiap minggunya yaitu pembagian Parsel Sehat bagi anak stunting gizi kurang dimana pasien tersebut sudah kami bagikan di 2 lokus stunting.

Sementara itu kami juga mempunyai program yang artinya dalam bahasa Taliabu itu terdiri dari satu petugas gizi dan satu Bidan di mana petugas YAGAYEMI di mana petugas mengontrol mengawasi asupan makanan yang dimakan oleh sasaran

Pada pemberian parcel sehat yang diberikan oleh dinas kesehatan dan juga hasil Bapak asuh anak stunting serta di kontrol langsung oleh petugas untuk memastikan setiap sasaran dan pembagian kami tidak hanya melaksanakan pada 10 lokus stunting tapi kami juga melaksanakan pada 23 Lokus pada tahun 2023.

Adapun Pimpinan kader manusia dan tenaga kesehatan di Puskesmas senantiasa juga bekerjasama dengan media untuk publikasi kegiatan di mana ada 10 media 9 media online dan 1 media cetak di mana media ini membantu kami memaparkan informasi-informasi tentang stunting pada masyarakat dan juga menjadi media untuk mempublikasikan kegiatan- kegiatan Dinas Kesehatan Kab. Pulau Taliabu.

Serta Tim Stunting Kabupaten Pulau Taliabu selalu bersama-sama dengan OPD yang tergabung dalam TPS selalu bersama-sama untuk melaksanakan program-program percepatan di Kabupaten, Kecamatan dan Desa juga didampingi oleh anggota DPRD dan TNI- POLRI serta transportasi dari Desa Kecamatan dan Kabupaten berjauhan dengan memiliki dua cuaca buruk yang berbeda di dua wilayah selatan dan utara.

Kemudian kami masih sangat rendah pemahaman masyarakat tentang stunting sehingga kami tetap berusaha memberi edukasi edukasi bahkan untuk pemahaman perubahan dengan program Bapak asuh anak stunting dengan jumlah Bapak dan Ibu pengasuh Bapak dan Bunda pengasuh 61 orang sasaran yang telah diasuh 678 anak stunting gizi kurang untuk program percepatan audit kasus proses pelaksanaan kami, tutupnya.

(Ketua Investigasi Wilayah Indonesia Timur **** La Omy La Tua).