Badai Siklon Tropis Senyar Melaju ke Malaysia, 3 Provinsi di Sumatra Masih Siaga Cuaca Ekstrem

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 03:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Peringatan dini cuaca ekstrem. Foto: Generate by AI

Ilustrasi. Peringatan dini cuaca ekstrem. Foto: Generate by AI

Jakarta, Mediainvestigasi.net – Cuaca di ujung Sumatra belum benar-benar aman.

Meski Siklon Tropis Senyar resmi melemah dan berstatus punah, BMKG menegaskan bahwa ancaman cuaca ekstrem masih bakal terasa dalam beberapa hari ke depan.

Senyar Sudah Melemah, Tapi Efeknya Belum Selesai

BMKG mengungkapkan, siklon yang sebelumnya terbentuk dari bibit siklon 95B di Selat Malaka itu sempat bikin curah hujan melonjak tajam di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam periode 25–27 November 2025, beberapa wilayah dihantam hujan ekstrem, misalnya:

  • Aceh Utara – 310,8 mm/hari
  • Medan, Sumut – 262,2 mm/hari
  • Tapanuli Tengah – 229,7 mm/hari
  • Padang Pariaman, Sumbar – 154 mm/hari

Lonjakan hujan makin parah karena kemunculan Gelombang Rossby Ekuator, yang bikin pertumbuhan awan hujan makin aktif.

Sistem Ex-Siklon Senyar Bergerak ke Malaysia

Menurut Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, Jumat (28/11/2025) pukul 06.00 WIB, sistem eks-siklon ini sudah berada di daratan Selangor, Malaysia, dan terus melaju ke arah timur–timur laut.

Kecepatan angin memang menurun, tapi saat bergerak ke Laut China Selatan, ada kemungkinan sedikit menguat.

Meski begitu, potensi tumbuh kembali jadi siklon tropis disebut kategori rendah.

Efek langsung yang masih terasa di Indonesia:

  1. Hujan sedang sampai ekstrem di Aceh, Sumut, Sumbar, dan Riau
  2. Angin kencang
  3. Gelombang tinggi 2,5–4 meter di Samudra Hindia barat Aceh–Nias

BMKG memperingatkan kondisi ini bisa berlangsung sampai Sabtu, 29 November 2025 pukul 07.00 WIB.

Peringatan Cuaca Sepekan: Kombinasi Fenomena Atmosfer Sedang “Ngamuk”

BMKG menyebut cuaca nasional sepekan ke depan (28 November – 4 Desember 2025) bakal dipengaruhi kombinasi fenomena global, regional, dan lokal.

Berikut faktor pemicunya:

  • 1. Dipole Mode Index (DMI) -0.6
Baca Juga :  PPWI Dukung Kebijakan Presiden Prabowo untuk Penghematan Anggaran

→ Meningkatkan potensi hujan terutama di wilayah Indonesia bagian barat.

  • 2. La Nina Lemah

→ Ikut meningkatkan intensitas hujan, terutama kawasan Indonesia timur.

  • 3. Penguatan Monsun Asia

→ Mendorong lebih banyak uap air masuk ke wilayah Indonesia melalui Samudra Hindia.

  • 4. Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 6

Aktif di sebagian Kalimantan, Sulawesi, Malut, dan Papua, memicu pembentukan awan hujan.

  • 5. Gelombang Kelvin & Rossby Ekuator

→ Memperkuat pembentukan awan hujan di Selat Malaka, Samudra Hindia barat Aceh, dan selatan Jawa–NTT.

  • 6. Siklon Tropis KOTO di Laut China Selatan

→ Memberikan dampak tak langsung ke Indonesia berupa hujan lebat, terutama di Kepulauan Riau, serta gelombang tinggi hingga 4 meter di berbagai perairan Natuna, Anambas, hingga Kalimantan Utara.

Wilayah yang Harus Siaga Cuaca Ekstrem

28–30 November 2025

Potensi hujan lebat hingga sangat lebat:

  1. Aceh
  2. Sumatra Utara
  3. Sumatra Barat
  4. Riau
  5. Bengkulu
  6. Jawa Timur
  7. NTB
  8. NTT
  9. Kalimantan Barat

Potensi hujan ekstrem (kategori tertinggi):

  1. Aceh
  2. Sumatra Utara
  3. Sumatra Barat

Ringkasannya: Hujan Masih Lama, Ancaman Belum Usai

Meski Senyar melemah, dampak cuaca ekstrem belum benar-benar selesai.

Kombinasi fenomena atmosfer yang aktif membuat langit Indonesia — terutama di wilayah barat dan sebagian timur — masih akan basah, bahkan sangat basah.

Masyarakat di wilayah rawan banjir, longsor, atau daerah pesisir dengan gelombang tinggi disarankan untuk:

  1. Menghindari aktivitas di daerah sungai dan pesisir berisiko
  2. Memperbarui informasi cuaca dari BMKG secara berkala
  3. Waspada terhadap banjir bandang, angin kencang, dan potensi pohon tumbang.
    (***) Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saling Lempar Tanggung Jawab Kasus Pemerasan Rp75 Juta, Ketum PPWI Siap Seret Kapolda Sumsel ke Propam Polri
Pelantikan Rektor UINSA Surabaya Disambut Gelombang Penolakan Terhadap Rektor Muzakki Menjabat 2 Periode
Guncang DPR! Ranny Fadh Arafiq Terseret OTT KPK Ratusan Miliar, PPWI Desak Pecat dan Miskinkan Koruptor
Menjelang Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Bulgaria Pererat Kemitraan Strategis
HUT Ke-1 BMSN, Perkuat Komitmen Tangkal Hoaks
Gubernur Jabar Dituding Framing Profesi Wartawan, FWJ: Jangan Generalisasi dan Menghakimi
Diplomasi Pewarta Warga: PPWI dan Kedubes Maroko Sepakati 9 Langkah Strategis Kemitraan Media dan Budaya
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 05:51 WIB

Saling Lempar Tanggung Jawab Kasus Pemerasan Rp75 Juta, Ketum PPWI Siap Seret Kapolda Sumsel ke Propam Polri

Rabu, 16 September 2026 - 19:01 WIB

Pelantikan Rektor UINSA Surabaya Disambut Gelombang Penolakan Terhadap Rektor Muzakki Menjabat 2 Periode

Rabu, 16 September 2026 - 16:03 WIB

Guncang DPR! Ranny Fadh Arafiq Terseret OTT KPK Ratusan Miliar, PPWI Desak Pecat dan Miskinkan Koruptor

Selasa, 15 September 2026 - 16:19 WIB

Menjelang Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Bulgaria Pererat Kemitraan Strategis

Senin, 14 September 2026 - 14:55 WIB

Berita Terbaru