BeritaDaerahHukum

Akibat Rekomendasi Siluman Dari Perindakop Pulau Taliabu Malut Harga Minyak Tanah Perliter Naik 8 Ribu

485
×

Akibat Rekomendasi Siluman Dari Perindakop Pulau Taliabu Malut Harga Minyak Tanah Perliter Naik 8 Ribu

Sebarkan artikel ini

 

Taliabu Maluku Utara, Mediainvestigasi.Net–Kisru di masyarakat terkait BBM subsidi Minyak Tanah karna Stok minyak tanah yang harusnya cukup untuk masyarakat di Kabupaten Taliabu Provinsi Maluku Utara namun faktanya sering mengalami kelangkaan juga.

Dimana berdasarkan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu terkait pendistribusian penjualan minyak tanah yang seharusnya dilakukan satu pintu melalui pangkalan resmi yang telah mengantogi ijin.

Namun faktanya ada pangkalan siluman yang mengambil kurang lebih 1 Ton kemudian di jual di atas harga dari harga pangkalan resmi Rp. 6.500 naik hinggah Rp. 8.000 per liter yang mana di ketahui pelakunya adalah oknum ASN di Kabupaten Pulau Taliabu berinesial LD

Sementara di ketahui harusnya untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak tanah sendiri yang sudah disepakati oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dinas Koperindakop adalah senilai Rp.6.500 ribu perliter.

Berdasarkan Informasi di lapangan Media Investigasi.net, penjualan minyak tanah yang telah berlangsung beberapa hari ini.

Yang di salurkan langsung oleh PT. Taliabu Indonesia Mandiri dua hari lalu melakukan penjualan sesuai dengan harga yang ditentukan Rp.6.500. apalagi untuk mendapatkan BBM mitan itu masyarakat bahkan sampai rela mengantre demi mendapatkan stok BBM subsidi untuk kebutuhannya sehari-hari.

Parahnyabn lagi ada fakta di lapangan ada keanehan karena terdapat kejanggalan penjualan minyak tanah di Desa Kramat, Kecamatan Taliabu Barat yang harusnya harga BBM Minyak Tanah Rp.6.500 sesuai harga pangkalan malah naik hinggah Rp. 8.000 akibat adanya rekomendasi siluman yang di katahui rekomendasi itu dari Koperindakop Kabupaten Pulau Taliab tampa di ada bukti adminitrasi hal itu, Minggu (20/11/2022) kemarin.

Akibat hal tersebut Warga setempat mengeluhkan naiknya harga minyak Tanah lantaran harga naik tidak beraturan sesuai yang sudah diatur oleh Pemerintah Daerah.

“Dampak dari rekomendasi yang di nilai adalah rekomendasi siluman masyarakat harus beli minyak tanah oleh oknum ASN itu degan harganya Rp. 8.000 ribu rupiah , sementara masyarakat tahu bahwa harga BBM subsidi jenis Mitan Itu hanya Rp. 6.500 ribu,” kata salah seorang warga desa Keramat yang enggan di beritakan namanya namanya diberikan, Senin (21/11/2022).

Namun hal itu di bantah mentah -mentah oleh Kepala Bidang Perindakop Samsul Bahira, SH bahwa Dinas Koperindakop tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk LD untuk ambil BBM Minyak Tanah ke Abidin pemilik pangkalan namun LD hanya menjembatani ke pengkalan alsannya BBM Mitan sebanyak kurang lebih 1 ton

Namun BBM Minyak Tanah yang trealisasi dari pangkalan Abidin hanya merealisasikan 970 liter itu untuk kebutuhan masyarakat di tiga desa yakni Masyarakat Desa Keramat, Desa Meranti dan Desa Kasango mengenai rekomendasi kami dari pihak Dinas Perindakop tidak pernah mengeluarkan untuk oknum ASN berinesial LD

Selain itu Pemilik Pangkalan Akmal dan Ilang Jaya, Abidin, juga mengatakan terkait kenaikan harga BBM naik hinggah Rp. 8.000 dirinya menjelaskan tidak tahu menahu soal kenaikan harga tinggi tersebut padahal kami kasih degan harga Rp. 6.500 sesuai standar yang sudah di sepakati antara pihak pangkalan yang sudah mengantongi ijin bersama Pemerintah Daerah Melalui Dinas Perindakop.

Abidin salah satu pemilik pangkalan BBM subsidi jeni Mitan mengaku jatah minyak yang dijual di Desa Kramat itu bersumber dari pangkalannya degan harga Rp. 6.500. yang tak seharusnya menaikan lagi harga hinggah samapai mencapai Rp. 8.000 per liter.

“Adapun Stok BBM yang masuk ke pangkalan sebanyak 5 ton, kemudian 970 liter yang lagi 30 liter 1 ton yang di bawah ke Desa Kramat itu, oleh Oknum ASN lalu di jual berinesial LD” kata Abidin

Itupun Abidin mengaku saat di temui di rumah kediamannya sekaligus tempat pangkalan BBM mitan dirinya menjelaskan bahwa dirinya memberikan BBM mitan pada LD karna menurutnya itu karna atas perintah dan ada rekomendasi dari Dinas Perindakop Kabupaten Pulau Taliabu yang di sampaikan lansung oleh LD di saat itu juga di dampingi langsung oleh Kabid Perindakop Kabupaten Pulau Taliabu

Sehinggah degan hal tersebu Abidin selaku pemilik pangkalan memberikan BBM Mitan pada LD untuk di bawah ke keramat untuk kebutuhan masyarakat sebanyak 970 liter kok bisa di jual sampai degan harga Rp. 8.000 itu saya selaku pemilik pangkalan tidak mengetahui hal itu, tuturnya

Padahal pihak Pemda Kabupaten Pulau Taliabu sebelumnya menghentikan penjualan minyak tanah di pengecer untuk mengantisipasi kelangkaan.

Karena itu, Abidin menyatakan bahwa stok yang didistribusikan ke Desa Kramat untuk pengecer telah disetujui pihak Dinas Perindagkop.

“Kami jujur saja, saya jual di Kramat, mereka minta (sesuai rekomendasi) Perindagkop,” ucapnya.

Abidin juga menyampaikan bahwa minyak tanah dijual pada Minggu kemarin sebanyak 5 ton dijual habis hanya selama 3 jam lebih.

Terkait hal tersebut terkait hal ini, Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Pulau Taliabu belum mengambil langkah berkaitan degan adanya kenaikan harga tak beraturan tersebut.

Selain minyak tanah, harga minyak subsidi seperti pertalite di Kabupaten Pulau Taliabu juga mengalami kenaikan hingga Rp.18.000 ribu perliter.

Masyarakat juga berharap pada Pemerintah Daerah agar melakukan teguran keras pada pangkalan nakal yang berjubah siluman yang menaikan harga BBM subsidi Minyak Tanah dan Minyak Pertalite tampa aturan karna hal itu sangat merugikan masyarakat.

(Ketua Investigasi Wilayah Indonesia Timur **** La Omy La Tua).