Kemendagri Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah, BPD, Fintech dan Dunia Usaha untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Digital

- Penulis

Selasa, 3 November 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Rendy Jaya Laksamana. (Dok. Istimewa)

Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Rendy Jaya Laksamana. (Dok. Istimewa)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Transformasi digital daerah tidak boleh berhenti pada modernisasi sistem pembayaran, tetapi harus menjadi kekuatan baru dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperkuat daya saing UMKM, memperluas inklusi keuangan, serta menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan pada Forum BPD Leaders Circle 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) di Mandarin Oriental Hotel Jakarta, Jumat (30/10).

Pada kesempatan itu, Analis Kebijakan Ahli Madya, Rendy Jaya Laksamana, hadir mewakili Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah (PEIPD) Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Iwan Kurniawan.

Forum yang mengangkat tema “Collaborate to Compete: Forging Regional Bank × Fintech Partnerships to Accelerate Digital Payments Across Regions” ini mempertemukan pemangku kepentingan sektor perbankan daerah, regulator, pemerintah, asosiasi industri, serta pelaku teknologi finansial untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam perspektif pembinaan pembangunan daerah, Kemendagri, kata Rendy, menekankan pentingnya menjadikan transformasi digital sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan daerah.

“Digitalisasi tidak cukup hanya ditunjukkan melalui tersedianya aplikasi, bertambahnya kanal pembayaran elektronik, atau meningkatnya transaksi nontunai. Keberhasilannya juga perlu diukur melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, kemudahan berusaha, perluasan akses keuangan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas Rendy.

Rendy mengatakan pemerintah daerah didorong untuk mengintegrasikan agenda digitalisasi ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara prioritas pembangunan, program, kegiatan, indikator kinerja, dan dukungan penganggaran daerah.

Baca Juga :  Skandal Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf: Keuangan Polisario Dipertanyakan, Wilson Lalengke Desak Pembubaran Kamp

“Digitalisasi harus menjadi instrumen pembangunan, bukan sekadar tujuan administratif. Teknologi perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mengakses pelayanan publik dan peluang ekonomi,” tegas Rendy.

Rendy menilai pemerintah daerah memegang peran strategis dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi percepatan transformasi digital. Peran tersebut mencakup penguatan kebijakan, pengembangan infrastruktur pendukung, peningkatan literasi keuangan digital, serta pengintegrasian elektronifikasi transaksi pemerintah daerah ke dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan.

Melalui Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), pemanfaatan pembayaran digital diharapkan mampu memperluas kemudahan pembayaran pajak dan retribusi daerah sekaligus meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Salah satu perhatian penting dalam pengembangan ekonomi digital adalah memastikan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak tertinggal dalam perubahan teknologi.

Penggunaan QRIS, mobile banking, dan berbagai layanan pembayaran digital berpotensi membantu UMKM meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas akses pasar, serta membangun pencatatan usaha yang lebih baik.

Namun, perluasan layanan digital harus disertai peningkatan literasi keuangan, pendampingan usaha, dan pemerataan akses infrastruktur, terutama di wilayah perdesaan, daerah terpencil, serta kawasan di luar pusat pertumbuhan ekonomi.

Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan ekonomi karena kedekatannya dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi finansial, BPD berpeluang memperluas jangkauan pelayanan, meningkatkan efisiensi sistem pembayaran, serta memperkuat dukungan terhadap aktivitas ekonomi produktif.

Sementara itu, dunia usaha dapat mengambil peran lebih besar melalui investasi, transfer teknologi, pengembangan kapasitas pelaku usaha daerah, dan kemitraan ekonomi yang berkelanjutan.

Kolaborasi pemerintah daerah, BPD, fintech, dan dunia usaha perlu diarahkan pada pencapaian target pembangunan daerah yang terukur serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Baca Juga :  Paripurna DPRD Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Masa Jabatan 2025 - 2030

Melalui Direktorat PEIPD, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kemendagri terus mendorong penguatan kualitas perencanaan pembangunan daerah yang terintegrasi dan berbasis data.

Dalam konteks tersebut, SIPD memiliki peran penting untuk mendukung sinkronisasi kebijakan pembangunan nasional dan daerah, termasuk penguatan ekosistem ekonomi digital.

Pemerintah daerah juga diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan investasi dan peluang kerja sama dengan BPD serta sektor swasta berdasarkan potensi unggulan wilayah masing-masing.

Pendekatan ini penting agar inovasi digital tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah, peningkatan daya saing, dan penciptaan lapangan kerja.

Forum BPD Leaders Circle 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman bersama bahwa transformasi digital membutuhkan sinergi lintas sektor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil dan Puskesmas Kota Baru Reteh Gelar Sosialisasi Posyandu dan Posbindu di Kuala Lemang ​
Sinergi TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil dan Polsek Keritang Gencar Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Desa Kuala Lemang
Habib Alwi Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Dinilai Bawa Angin Segar Perubahan di Tubuh Polri
Progres TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil: RTLH di Desa Kuala Lemang Masuki Tahap Pemasangan Jendela dan Finishing
Hadiri ‎Asistensi Pertumbuhan Ekonomi Sumbar, Bupati Padang Pariaman Paparkan Tantangan Ekonomi kepada Wamendagri Bima Arya
PAMAPTA Polres Soppeng Gerak Cepat Tangani Kebakaran Lahan di Litae
Kemendagri-UNICEF Perkuat Integrasi Perlindungan Anak dalam Pemutakhiran SIPD
Tiga Kapolda Berganti, 19 Bulan Laporan Tanah Samota Belum Naik Penyidikan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:22 WIB

Kemendagri Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah, BPD, Fintech dan Dunia Usaha untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Selasa, 3 November 2026 - 14:37 WIB

Sinergi TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil dan Puskesmas Kota Baru Reteh Gelar Sosialisasi Posyandu dan Posbindu di Kuala Lemang ​

Selasa, 3 November 2026 - 14:02 WIB

Sinergi TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil dan Polsek Keritang Gencar Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Desa Kuala Lemang

Selasa, 3 November 2026 - 13:33 WIB

Habib Alwi Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Dinilai Bawa Angin Segar Perubahan di Tubuh Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:26 WIB

Progres TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil: RTLH di Desa Kuala Lemang Masuki Tahap Pemasangan Jendela dan Finishing

Berita Terbaru