Babak Baru Literasi Pasaman Barat Dimulai, Pelantikan Pengurus Forum TBM Berlanjut dengan Workshop Inspiratif
Pasaman Barat, mediainvestigasi.net — Dunia literasi Pasaman Barat memasuki babak baru. Sumira Putri Lubis, S.Pd., pendiri Rumah Baca Olala Ujung Gading, resmi memimpin Pengurus Daerah Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Pasaman Barat untuk melanjutkan masa bakti 2024–2029.
Sumira terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa yang dilaksanakan secara daring pada 25 September 2026, menyusul pengunduran diri Deni Melizon dari kepengurusan sebelumnya.
Pelantikan pengurus baru berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, di Aula Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat. Pembacaan surat keputusan, pelantikan, dan penyerahan SK dilakukan langsung oleh Ketua Wilayah Forum TBM Sumatera Barat, Hasan Achari Harahap, S.S.
Acara tersebut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pasaman Barat, dr. Erisa Dodi San Ismal, yang mewakili Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat. Turut hadir perwakilan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Elia Fitri, S.E., Ketua Forum TBM Agam, Dr. Sri Eka Handayani, M.Pd., Bunda Literasi Kecamatan Lembah Melintang, Rika Permatasari, M.Pd., serta Ketua Read Aloud Pasaman Barat, Fera Susanti, S.Pd.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Pasaman Barat menegaskan bahwa kepengurusan baru diharapkan mampu menggerakkan minat baca anak-anak dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan organisasi bukan diukur dari seremonial, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan generasi masa depan.
Workshop Literasi: Ketulusan Menjadi Kunci Pengabdian
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan workshop literasi yang dipandu Lina Syariyenti, S.Pd., CEO My Rubel Literasi Center. Tiga pemateri berbagi pengalaman dan motivasi dalam mengembangkan gerakan literasi di tengah masyarakat.
Pemateri pertama, Dr. Sri Eka Handayani, M.Pd., Founder Taman Bacaan Anak Nagari, menceritakan perjuangannya merintis rumah baca dari sudut sederhana untuk anak-anaknya hingga berkembang dan mendapat pengakuan di tingkat nasional, termasuk kesempatan tampil di acara Kick Andy serta penghargaan dari Perpustakaan Nasional.
Ia mengingatkan bahwa setiap gerakan literasi harus dimulai dengan hati yang bersih, jauh dari kesombongan, serta dilandasi niat tulus dan ikhlas. Sebab, kegiatan literasi kerap dijalankan dengan keterbatasan dana, tetapi membutuhkan pengabdian yang besar.
Sementara itu, Bunda Literasi Kecamatan Lembah Melintang, Rika Permatasari, M.Pd., menyampaikan komitmennya untuk terus belajar dan berkolaborasi dalam menumbuhkan minat baca masyarakat. Ia mengapresiasi kiprah Sumira Putri yang aktif menggerakkan kegiatan sosial dan literasi, serta menyatakan keinginannya untuk turut mendirikan taman bacaan masyarakat di rumahnya.
Pemateri ketiga, Sumira Putri yang akrab disapa Mira, mengisahkan perjalanan pengabdiannya. Sebelum menetap di Ujung Gading, ia pernah menjadi guru honorer di Jambi dan fasilitator tingkat nasional. Keinginannya mendidik anak sendiri mendorongnya berhenti mengajar dan memulai perjalanan baru, sembari merintis usaha kafe untuk menopang kehidupan keluarga.
Berbekal niat mengabdi, Mira kemudian bergabung dengan Forum TBM dan memperoleh bantuan seribu buku serta satu rak buku dari Perpustakaan Nasional. Dari situlah ia semakin mantap mengembangkan taman bacaan, termasuk menjangkau daerah terpencil yang berjarak hingga dua jam perjalanan menggunakan sepeda motor dari tempat tinggalnya.
Berbagai upaya dilakukan untuk mendekatkan buku kepada anak-anak dan masyarakat. Dalam menjalankan kegiatan, Mira juga membangun kolaborasi dengan Bunda Literasi Kecamatan Lembah Melintang, karena menyadari bahwa gerakan literasi membutuhkan dukungan dan kerja sama banyak pihak.
Mengutamakan Manfaat, Bukan Popularitas
Menutup penyampaiannya, Mira mengakui bahwa memimpin Forum TBM merupakan amanah besar yang tidak mungkin dijalankan sendirian. Ia mengajak seluruh pengurus untuk memperkuat semangat gotong royong, menjaga kekompakan, serta mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi.
Baginya, gerakan literasi bukan tentang mencari popularitas atau keuntungan materi, melainkan tentang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menumbuhkan budaya baca pada generasi muda.
Pelantikan dan workshop ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara pengurus Forum TBM, komunitas literasi, pemerintah, dan masyarakat dalam memperluas akses bacaan serta membangun budaya literasi yang berkelanjutan di Kabupaten Pasaman Barat.
Rakiman
Kepala Biro Media Investigasi, Pasaman Raya
Penulis : Rakiman ,
Editor : Atri ,







