Bupati Bungkam Soal Anggaran Media dan Nepotisme, Ketua AWI Kampar Sebut Pemimpin Kok Takut Jawab Rakyat

- Penulis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kampar – Mediainvestigasi. Net -Di tengah hiruk pikuknya polemik dugaan ketidakmerataan alokasi anggaran publikasi media serta isu nepotisme di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, masyarakat dan awak media hingga saat ini belum mendapatkan penjelasan yang memadai dari pihak pemangku jabatan, khususnya Bupati Kampar.

Ketidakjelasan ini semakin memicu tanda tanya besar di tengah publik, Minggu (25/10).

Masyarakat yang berharap adanya transparansi dan kejelasan justru dihadapkan pada sikap bungkam para pengambil kebijakan. Berbagai pertanyaan yang disampaikan baik secara langsung maupun melalui jalur resmi, seakan belum mendapat tanggapan yang memuaskan.

Ketua DPC Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kabupaten Kampar, Mardianto, menyampaikan kekecewaan mendalam atas sikap kepemimpinan pemerintah daerah saat ini.

“Sebagai seorang pemimpin, seharusnya peka terhadap suara masyarakat. Jangan biarkan suara sumbang di tengah masyarakat terus berkembang tanpa berani memberikan penjelasan. Semakin lama diabaikan, semakin besar keraguan yang tumbuh di kalangan publik,” tegas Mardianto.

Menurut Mardianto, sikap bungkam Bupati Kampar itu bukan lagi bentuk kesibukan, melainkan bentuk ketidakberanian menghadapi rakyatnya sendiri.

“Keberanian menjawab pertanyaan rakyat bukanlah kelemahan, melainkan wujud tanggung jawab moral seorang pemimpin. Kalau Bupati takut menjawab, berarti ada hal yang sengaja ditutup-tutupi. Pemimpin kok takut sama rakyat sendiri,” tegas Mardianto dengan nada geram.

Lebih lanjut ia menegaskan, ketidakjelasan yang terus berlanjut justru memperkuat dugaan bahwa ada hal-hal yang sengaja disembunyikan dari publik.

“Anggaran publikasi media itu uang rakyat, bukan uang pribadi Bupati. Kalau memang tidak ada yang salah, kenapa harus bungkam? Kenapa harus menghindar? Jawab saja secara terbuka, transparan dan akuntabel. Jangan biarkan masyarakat terus bertanya-tanya,” ujar Mardianto.

Mardianto juga menyoroti gaya kepemimpinan Bupati Kampar yang dinilai tidak peka terhadap penderitaan bawahannya.

Baca Juga :  Tim Supervisi Polda Riau Laksanakan Asistensi Tata Kelola Dapur SPPG Polres Inhil

“Di saat PPPK Paruh Waktu menangis karena gaji belum cair, Bupati dan Sekda enak-enak di Jakarta. Di saat media bertanya soal anggaran, Bupati bungkam. Ini pemimpin macam apa? Pemimpin yang hanya berani bicara saat pencitraan, tapi menghilang saat rakyat butuh jawaban,” ujar Mardianto.

Kata sumber yang enggan disebutkan namanya, yang merupakan salah seorang pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, juga membenarkan sikap bungkam tersebut.

“Kami sudah bertanya baik-baik, tapi tidak ada jawaban. Yang ada hanya diam. Kami tidak tahu anggaran itu kemana, siapa yang dapat, siapa yang tidak. Semua ditutup-tutupi,” kata sumber.

Sumber meminta aparat penegak hukum untuk mengaudit dan memeriksa Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, serta menelusuri asal-usul rumah mewah yang sedang dibangun di Jalan Sisingamangaraja, di samping Cafe Sunny, Bangkinang Kota.

“Bupati bungkam, Sekda rangkap jabatan, PPPK menangis, anggaran media ditutup, rumah mewah dibangun, merupakan satu paket persoalan yang perlu mendapat perhatian. Kami meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan untuk turun ke Kabupaten Kampar,” pungkas sumber.

Sumber AWI kampar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pacu Pembangunan Desa, Kodim 0314/Inhil Gesa Pengerjaan Semenisasi Jalan TMMD ke-130 di Keritang
Kejar Target TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Kebut Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang
​Kemanunggalan TNI dan Rakyat: TMMD Ke-130 Percepat Pembangunan Jalan Desa Kuala Lemang
Dugaan Penampungan Pertalite untuk Dijual Kembali di Caringin Jadi Sorotan
Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan
Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Padang Pariaman Sosialisasikan KIPPRAH hingga Kecamatan dan Puskesmas
Tembus Gelombang dan Lumpur: Kodim 0314/Inhil Pasok Material TMMD Ke-130 ke Desa Kuala Lemang
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Bupati Bungkam Soal Anggaran Media dan Nepotisme, Ketua AWI Kampar Sebut Pemimpin Kok Takut Jawab Rakyat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pacu Pembangunan Desa, Kodim 0314/Inhil Gesa Pengerjaan Semenisasi Jalan TMMD ke-130 di Keritang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Kejar Target TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Kebut Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:00 WIB

​Kemanunggalan TNI dan Rakyat: TMMD Ke-130 Percepat Pembangunan Jalan Desa Kuala Lemang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Dugaan Penampungan Pertalite untuk Dijual Kembali di Caringin Jadi Sorotan

Berita Terbaru