Foto Dokumentasi Istimewa : Sukrin La Sanya (Ketua Koordinator Tim Tanggap Darurat Karhutla Kecamatan Taliabu Barat Laut).
Taliabu Provinsi Maluku Utara, Media Investigasi.net, Setelah berjalan selama 15 hari penuh dalam status tanggap darurat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), wilayah Kecamatan Taliabu Barat Laut kini memasuki babak baru. Status penanganan resmi berubah dari Tanggap Darurat menjadi Fase Penyisiran, seiring dengan membaiknya situasi di lapangan, Jum’at tanggal, 16 Oktober 2026.
Dimana Tim Gabungan Mulai Ditarik Kembali ke Ibu Kota Kabupaten, Ketua Koordinator Tim Tanggap Darurat Karhutla Kecamatan Taliabu Barat Laut, Sukrin La Sanya, menyampaikan bahwa pasca-status tanggap darurat, tim gabungan yang telah bertugas di lokasi selama dua pekan terakhir akan secara bertahap kembali ke ibu kota Kabupaten Pulau Taliabu.

1). TNI Koramil 1510-02 Bobong.
2). Polri, jajaran Kepolisian Resor Pulau Taliabu.
3). Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pulau Taliabu.
4). Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pulau Taliabu.
Kepada Media Investigasi.net, Ketua Koordinator Tim Tanggap Darurat Karhutla Kecamatan Taliabu Barat Laut, Sukrin La Sanya menyatakan melalui via tlpn whatsaat siang tadi bahwa Penanganan Status Penyisiran beralih ke Pemerintah Kecamatan dan Aparat Desa dan mengenai Pengelolaan dan pengawasan di lapangan kini sepenuhnya diambil alih oleh Pemerintah Kecamatan Taliabu Barat Laut, di bawah pimpinan Camat Taliabu Barat Laut, Supiati H. La Kela, dibantu oleh staf kecamatan serta aparat desa di tiga wilayah terdampak utama, yaitu Desa Salati, Desa Onemay, dan Desa Nggele.
Dalam tugas barunya, Camat Supiati H. La Kela bertugas memantau perkembangan seluruh titik yang berpotensi muncul kembali api, melaporkan kondisinya secara berkala ke Pemerintah Kabupaten, dan memastikan secara menyeluruh bahwa tidak ada lagi sisa-sisa kobaran api yang dapat meluas kembali.
“Tugas kami ke depan adalah tetap waspada kami akan terus memantau setiap sudut lahan yang rawan, memastikan titik api benar-benar padam sepenuhnya, dan melaporkan perkembangannya ke kabupaten secara rutin,” ungkap Camat Supiati.
Ucapan Terima Kasih Tulus dari Masyarakat Tani di kesempatan berakhirnya masa tanggap darurat ini, masyarakat tani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. Diwakili langsung oleh Camat Kecamatan Taliabu Barat Laut, Supiati H. La Kela, bersama Pj. Kepala Desa Onemay, Iryono La Badi, Pj. Kepala Desa Nggele, Hasrin H. La Rasidi, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya, warga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah terlibat.
Kami mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada seluruh tim gabungan Karhutla lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Pemerintah Kecamatan Taliabu Barat Laut, Komando Distrik Militer 1510-02 Bobong, Kepolisian Resort Pulau Taliabu, Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran, serta Pemerintah Desa Salati, Desa Onemay, dan Pemerintah Desa Nggele.
“Dan juga ucapan terima kasih telah membantu masyarakat tani tanpa kenal lelah, siang maupun malam. Semoga setiap tetes keringat dan kebaikan Bapak/Ibu sekalian mendapat balasan yang paling mulia dari Allah SWT. Amin ya Rabbal Alamin. Semoga bantuan dan kehadiran Bapak/Ibu selama penanganan Karhutla ini menjadi amal jariyah yang tak terputus, dan kita semua senantiasa dilindungi dari segala musibah ke depannya, khususnya di wilayah Kecamatan Taliabu Barat Laut, Desa Salati, Desa Onemay, dan Desa Nggele,” ucap mereka dengan tulus.
“Harapan Masyarakat Tani Kecamatan Taliabu Barat Laut Semoga Musibah Benar-Benar Berakhir”
Ketua Koordinator Tim Tanggap Darurat Karhutla Kecamatan Taliabu Barat Laut, Sukrin La Sanya, juga berharap semoga musibah kebakaran yang telah menghanguskan puluhan ribu pohon cengkih milik masyarakat, khususnya petani di Kecamatan Taliabu Barat Laut, benar-benar berakhir dan emoga tidak ada lagi asap yang membumbung, dan warga dapat kembali tenang serta memulai kembali kehidupan dan usaha mereka dengan damai, ujarnya.
Ketua Koordinator Tim Tanggap Darurat Karhutla Kecamatan Taliabu Barat Laut, Sukrin La Sanya, juga mengatakan bahwa meskipun status telah berubah menjadi penyisiran, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak menyalakan api sembarangan di areal kebun maupun hutan, mengingat cuaca yang masih cenderung kering semoga Taliabu kembali pulih, tutupnya.
Ketua Investigasi Indonesia Nasional **** La Omy La Tua.
Penulis : La Omy La Tua
Editor : La Omy La Tua
Sumber Berita: Liputan Wartawan Media Investigasi.net






