Foto Dokumentasi La Omy La Tua : Kebakaran Lahah Kebun Cengkih Masyarakat Kecamatan Taliabu Barat Laut Kabupaten Pulau Taliabu
Taliabu Provinsi Maluku Utara, Media Investigasi.net, Kekecewaan mendalam kini meluas di kalangan masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu. Kebakaran hutan dan lahan yang telah berhari-hari melanda wilayah ini, menghanguskan kurang lebih 10.000 pohon cengkeh yang menjadi tumpuan hidup para petani, namun sampai saat ini belum mendapatkan perhatian yang layak dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara maupun Pemerintah Pusat, ungkap. As salah seorang masyarakat tani di wilayah Kecamatan Taliabu Barat Laut.
Dimana As merupakan warga masyarakat Tani Kabupaten Pulau Taliabu merasa seolah terasing di negeri sendiri, yang mana fakta di tengah tangis kehilangan hasil kerja keras bertahun- tahun, kehadiran bantuan dan tindakan nyata dari pemerintah tingkat atas belum terasa di lapangan sampai saat ini api terus menjalar, sementara harapan untuk segera pulih perlahan memudar, tuturnya.
“Kami sebagai masyarakat tidak meminta kemewahan, kami hanya butuh perhatian. Ketika api memakan kebun kami satu per satu, di mana bantuan dari Provinsi? Di mana dukungan dari Pemerintah Pusat? Apakah karena kami berada di pulau terluar, maka nasib kami tidak lagi diperhatikan?” ujar. As salah seorang perwakilan masyarakat tani dengan suara bergetar.
Para petani menceritakan, ribuan pohon cengkeh yang mereka rawat dengan sabar selama berpuluh-puluh tahun, bahkan lebih ludes dalam hitungan hari akibat keganasan api si jago mereah tanaman yang seharusnya menjamin masa depan keluarga mereka, kini kami tinggal tunggu puing-puing yang hangus saja, kata. As
“Kami berjuang dengan tangan kosong dan alat seadanya yang kami butuhkan bukan sekadar ucapan simpati, tapi tindakan nyata, bantuan yang cepat, dukungan alat pemadam, dan jaminan kami bisa kembali bertani. Jangan biarkan kami berjuang sendirian di ujung negeri ini, tegasnya.
Masyarakat berharap kekecewaan ini semoga sampai ke telinga para pemimpin. Pulau Taliabu baik itu Pemerintah Provinsi Maluku Utara maupun Pemerintah Pusatadalah bagian dari Indonesia, dan nasib warganya juga tanggung jawab bersama.
Saatnya Pemerintah Provinsi Maluku Utara maupun Pemerintah Pusat membuktikan bahwa jarak dan pulau yang terpisah bukan alasan untuk menutup mata terhadap penderitaan saudara-saudara kita, tutup. As
Ketua Investigasi Indonesia Nasional **** La Omy La Tua.
Penulis : La Omy La Tua
Editor : La Omy La Tua
Sumber Berita: As Masyarakat Tani Kecamatan Taliabu Barat Laut









Ne zamandır web sitelerim için aradığım içeriği sonunda buldum. Bu kadar detaylı ve net açıklama için teşekkürler.
gerçekten çok yararlı bi konu teşekkürler
Konular mükemmel olduğu gibi site teması da içeriğe müthiş uyum sağlamış. Tebrikler
Emeğinize sağlık, bilgilendirmeler için teşekkür ederim.