Belajar Praktik Baik di Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Peserta PKA Sumut Perkuat Tata Kelola dan Kepemimpinan Berbasis Data

- Penulis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belajar Praktik Baik di Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Peserta PKA Sumut Perkuat Tata Kelola dan Kepemimpinan Berbasis Data.

 

Jakarta – Mediainvestigasi.net–  Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2026 yang diselenggarakan BPSDM Provinsi Sumatera Utara melaksanakan studi lapangan kinerja organisasi di Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.ig ( Kamis, 08/09/26). Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik baik tata kelola dan layanan pendidikan serta menggali pendekatan yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik di instansi masing-masing.

 

Melalui pengamatan, diskusi, wawancara, serta telaah dokumen dan data, peserta mempelajari pengelolaan organisasi pendidikan dengan cakupan layanan yang luas. Pembelajaran meliputi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, pembagian tanggung jawab, hingga monitoring dan evaluasi.

 

Ketua Kelompok 2, Habibi Lubis, menilai kunjungan tersebut memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana mengelola instansi besar melalui pembagian peran yang jelas dan koordinasi yang efektif pada setiap jenjang organisasi.

 

“Studi lapangan ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberikan pelajaran berharga bagi kami tentang bagaimana mengelola instansi besar dengan cakupan layanan yang luas. Kami belajar pentingnya pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas, mulai dari pimpinan di tingkat atas hingga pelaksana di satuan pendidikan. Setiap jenjang harus memahami perannya dan terhubung melalui koordinasi yang baik agar kebijakan dapat diterapkan secara konsisten serta manfaatnya dirasakan oleh peserta didik,” ujar Habibi.

 

Ia menambahkan, kejelasan kewenangan perlu diikuti target kinerja, mekanisme pelaporan, dan pengawasan yang berkesinambungan. Dengan demikian, pimpinan dapat memperoleh informasi dari tingkat pelaksana, mengenali kendala, serta mengambil keputusan dan tindakan perbaikan secara tepat.

 

“Pembelajaran ini menjadi bekal untuk memperkuat tata kelola di instansi kami masing-masing. Pemimpin perlu memastikan setiap bagian memahami tanggung jawabnya, memiliki ruang untuk berkoordinasi, dan bekerja menuju sasaran pelayanan yang sama,” tambahnya.

Baca Juga :  KEBOBROKAN PENEGAK HUKUM DI POLRES JAKARTA PUSAT: Ibu dan Bayi 9 Bulan Ditahan dalam Kasus Perdata, PPWI Kecam Keras Tindakan Brutal Polisi

 

Dalam laporan pembelajarannya, Kelompok 2 juga menyoroti pemanfaatan data mutu pendidikan, Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan Rapor Pendidikan sebagai salah satu praktik baik. Data menjadi dasar untuk mengenali kesenjangan layanan, menetapkan prioritas, serta mengarahkan program dan sumber daya sesuai kebutuhan.

 

Pengalaman tersebut memperkuat pemahaman peserta bahwa data perlu diterjemahkan menjadi keputusan, tindakan, dan hasil yang terukur. Perencanaan berbasis bukti harus diikuti pelaksanaan yang terarah serta evaluasi yang menghasilkan perbaikan layanan secara berkelanjutan.

 

Selain pengelolaan berbasis data, peserta mendalami pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan pendidikan. Upaya memastikan setiap anak tetap bersekolah membutuhkan keterlibatan dinas pendidikan, perangkat daerah terkait, sekolah, keluarga, masyarakat, dan mitra pembangunan.

 

Perhatian terhadap anak tidak sekolah dan peserta didik yang berisiko putus sekolah menjadi salah satu pembelajaran utama. Persoalan ini memerlukan deteksi sejak dini, pemahaman atas kondisi setiap anak, serta pendampingan hingga anak dapat bertahan dan menyelesaikan jenjang pendidikannya.

 

Berdasarkan pembelajaran tersebut, Kelompok 2 merumuskan alternatif penguatan berupa sistem peringatan dini atau *Early Warning System* yang terintegrasi dengan penanganan kasus anak tidak sekolah. Usulan tersebut mencakup identifikasi risiko, verifikasi kasus, penentuan intervensi, pendampingan, serta pemantauan keberlanjutan pendidikan.

 

Pendekatan ini merupakan rekomendasi hasil analisis peserta untuk dipertimbangkan sesuai kebutuhan daerah. Penerapannya membutuhkan integrasi data lintas sektor, pembagian peran yang jelas, dukungan kebijakan, dan koordinasi yang berkelanjutan.

 

Dari sisi kepemimpinan, studi lapangan memperkuat pemahaman tentang peran pemimpin dalam menggerakkan seluruh unsur organisasi. Kemampuan membaca persoalan berdasarkan bukti, menentukan prioritas, mendelegasikan tugas, dan memastikan tindak lanjut menjadi bagian penting dalam menghasilkan perbaikan kinerja.

 

Praktik baik yang dipelajari di DKI Jakarta dapat menjadi inspirasi bagi peningkatan layanan publik di berbagai sektor. Adopsinya perlu disesuaikan dengan kewenangan, kondisi daerah, kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur, serta dukungan anggaran masing-masing instansi.

Baca Juga :  Ketua Investigasi Nasional LPK GPI Tegas Minta Pemerintah Daerah  Kabupaten Pulau Taliabu Dan Tim Independen Soal Ganti Rugi Lahan Harus Standar Nasional Seuai NJOP

 

Melalui studi lapangan ini, peserta PKA Angkatan II Tahun 2026 memperoleh bekal untuk merumuskan perbaikan di lingkungan kerja masing-masing. Pengalaman di Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menjadi referensi dalam membangun organisasi yang terkoordinasi serta pelayanan publik yang responsif, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
*JS*

Penulis : JS

Editor : Atri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu Kecewa, Degan Sikap Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pusat Dinilai Kurang Peduli
Masyarakat Tani Taliabu Barat Laut Minta Bupati Ganti Kepala BPBD Pulau Taliabu
Masyarakat Kecewa Sikap BPBD Pulau Taliabu Dinilai Kurang Tanggap Saat Kebakaran Hanguskan Lahan Cengkih
‎Agrinas untuk Anak Indonesia, Karena Setiap Senyum Begitu Berharga
Tragedi Dini Hari di Sangir Tewaskan Empat Warga, Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi Dorong Pencegahan Tambang Ilegal
Ketua TP PKK Tapteng Tinjau SPPG : Pastikan Kualitas Makanan dan Kebersihan Lingkungan
Jalankan Tugas Penuh Tanggung Jawab Disiplin Profesionalisme Bupati Nias Utara Saat Serahkan Petikan SK Perpanjangan Kepada PPPK
Berita ini 16 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:29 WIB

Masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu Kecewa, Degan Sikap Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pusat Dinilai Kurang Peduli

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Masyarakat Tani Taliabu Barat Laut Minta Bupati Ganti Kepala BPBD Pulau Taliabu

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Masyarakat Kecewa Sikap BPBD Pulau Taliabu Dinilai Kurang Tanggap Saat Kebakaran Hanguskan Lahan Cengkih

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:21 WIB

‎Agrinas untuk Anak Indonesia, Karena Setiap Senyum Begitu Berharga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Tragedi Dini Hari di Sangir Tewaskan Empat Warga, Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi Dorong Pencegahan Tambang Ilegal

Berita Terbaru