Polsek Reteh Bersama Tim Gabungan Berjibaku Jinakkan Karhutla di Dua Lokasi

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Muhammad

RETEH – Mediainvestigasi.net – Polsek Reteh bersama personel TNI, BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, Damkar Kecamatan Reteh dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melaksanakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua lokasi wilayah Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan diawali dengan apel persiapan verifikasi titik hotspot yang terpantau melalui Dashboard Lancang Kuning (DLK) sekitar pukul 08.40 WIB. Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan verifikasi sekaligus pemadaman dan pendinginan.

Dua lokasi yang menjadi sasaran penanganan yakni Parit 02 Kelurahan Pulau Kijang dan Parit 09 Desa Pulau Kecil.

Di Parit 02 Kelurahan Pulau Kijang, kegiatan melibatkan 8 personel Polri, 4 personel TNI, 3 personel Damkar Kecamatan Reteh serta 15 anggota MPA.

Sementara di Parit 09 Desa Pulau Kecil, penanganan melibatkan 3 personel Polri, 2 personel TNI, 8 personel BPBD Kabupaten Inhil dan 6 anggota MPA.

Secara keseluruhan, sebanyak 49 personel gabungan dikerahkan dalam kegiatan penanganan karhutla tersebut.

Medan Gambut Jadi Tantangan

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Di Parit 02, jarak dari Mako Polsek Reteh menuju lokasi mencapai sekitar 20 kilometer. Selain itu, sumber air berada sekitar 500 meter dari titik lahan terbakar dan sebagian besar medan berupa semak belukar.

Sedangkan di Parit 09 Desa Pulau Kecil, jarak tempuh dari Mako Polsek Reteh sekitar 35 kilometer. Karakteristik lahan berupa tanah gambut dengan kedalaman tertentu dan terdapat tanaman pinang produktif.

Kondisi tersebut membuat petugas melakukan pemadaman secara bertahap sekaligus pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api.

Untuk membantu pemantauan, Polsek Reteh juga berkoordinasi dengan masyarakat yang memiliki drone di Kelurahan Pulau Kijang. Pemantauan udara dilakukan untuk mengetahui kondisi area terbakar dan membantu memperkirakan luas lahan yang terdampak.

Baca Juga :  Mahasiswa Dharmasraya Gelar Sholat Zuhur Berjamaah di Gerbang Polres, Aksi Demo Masih Dihadang

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 2 hektare.

Pemadaman dilanjutkan

Kapolsek Reteh Iptu Rozi Dhasa Prima mengatakan, sebagian lahan yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Namun, masih terdapat asap di sejumlah titik sehingga pemadaman dan pendinginan akan dilanjutkan.

Petugas juga membuat sekat basah dengan menyemprotkan air pada area yang belum terbakar sebagai langkah antisipasi agar api tidak meluas.

Selain melakukan pemadaman, personel Polsek Reteh melaksanakan penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab terjadinya karhutla.

“Personel bersama tim gabungan terus melakukan pemadaman, pendinginan dan pemantauan terhadap lokasi. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Iptu Rozi.

Ia menegaskan, upaya penanganan karhutla akan terus dilakukan bersama unsur terkait guna mencegah meluasnya kebakaran serta memastikan kondisi lokasi benar-benar aman.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga mengedepankan keselamatan personel dan koordinasi lintas instansi, mengingat kondisi lahan yang cukup sulit serta cuaca cerah dan berangin.

Polsek Reteh mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap di sekitar wilayahnya, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.(***/Mhd)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa
Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026
Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 ,Tabligh Akbar Perkuat Nilai Keislaman dan Kebersamaan
Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar
Sirah Nabi Berbahasa Bugis Warnai Maulid GP Ansor Soppeng
Tanah longsor terjadi di kawasan Kapalo Lubuak Jambu, Jorong Subarang Ombak, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung,
Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Tanaman Jagung Ketahanan Pangan Program Asta Cita di Kelurahan Sapat
Lima Kampung Nelayan Merah Putih Segera Dibangun, Ekonomi Pesisir Padang Pariaman Bersiap Menggeliat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:26 WIB

Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 ,Tabligh Akbar Perkuat Nilai Keislaman dan Kebersamaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:21 WIB

Tanah longsor terjadi di kawasan Kapalo Lubuak Jambu, Jorong Subarang Ombak, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung,

Berita Terbaru