Lulus Cum Laude Program Doktor IPS USK, Herman RN Rumuskan Model Mitigasi Konflik Keacehan

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lulus Cum Laude Program Doktor IPS USK, Herman RN Rumuskan Model Mitigasi Konflik Keacehan

Banda Aceh—Mediainvestigasi.net–Akademisi USK yang juga budayawan Aceh, Herman RN, berhasil menyelesaikan studi doktoral pada Program Studi Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (DPIPS) Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Kelulusan tersebut diumumkan dalam sidang promosi doktoral DPIPS, Selasa (21/04/2026) di Auditorium Pascasarjana USK.
Sidang promosi doktoral Herman RN diuji oleh beberapa profesor dari lintas peguruan tinggi. Penguji ekseternal oleh Prof. Dr. Irwan Abdullah dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Dua penguji konsentrasi masing-masing Guru Besar USK, Prof. Dr. Rusli Yusuf, M.Pd. dan Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Misri A. Muchsin, M.Ag.
Herman RN dinyatakan lulus sebagai doktor dengan IPK 3.95 dengan masa studi 2 tahun 9 bulan. Pernyataan kelulusan tersebut dibacakan oleh Wakil Rektor Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si. yang bertindak sebagai pimpinan sidang pada hari itu.
“Dengan kelulusan ini, Saudara berhak menyandang gelar Doktor, dengan tulisan D besar R kecil,” ujar Agussabti dalam amaran penutupan sidang tersebut.
Penguji lainnya adalah para promotor dan kopromotor yang terdiri atas Prof. Dr. Drs. Yusri Yusuf, M.Pd., dari FKIP USK, Dr. Masrizal, M.A. dari FISIP USK, dan Dr. Mu’jizah, M.Hum. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jakarta.
Ujian tersebut juga mendapatkan sejumlah pertanyaan dari ketua tim penguji, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., dan sekretaris tim penguji yang juga Wakil Direktur Akademik Pascasarjana USK, Dr. Ir. M. Ikhsan Sulaiman, M.Sc.
Semua pertanyaan para penguji dijawab dan diselesaikan oleh Herman dengan tenang, tegas, dan tangkas. Pada akhirnya, Herman mendapatkan pujian dan apresiasi dari para penguji karena berhasil merumuskan Acehnese Conflict Mitigation Concept (ACMC) yang merupakan elaboarasi dari teori resolusi konflik Simon Fisher, Ralf Dahrendorf, dan Johan Galtung.
“Ini temuan menarik. Noveltinya jelas dan kuat. Meskipun punya kaitan dengan teori mitigasi konflik ala Eropa, model yang dirumuskan promovendus ini punya ciri khas tersendiri sebagai kearifan lokal Aceh,” ujar Guru Besar UGM, Prof. Irwan Abdullah.
Sementara itu, peneliti utama BRIN, Dr. Mu’jizah, merasa bangga dapat berkolaborasi dengan Herman RN.
“Penelitian ini telah mempertegas posisi teks sastra sebagai sumber informasi yang relevan,” ujarnya.
Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof. Misri, merasa tergelitik dengan klaim mbong sebagai salah satu model mitigasi konflik ke-Acehan. Berulang kali ia mempertanyakan bagaimana mbong dapat dielaborasi sebagai model mitigasi konflik sosial.

Baca Juga :  Sekretaris Daerah Padang Pariaman Buka Liga Bola Voli Nagari Pakandangan 2025


Herman RN menjelaskan, “Mbong menjadi model mitigasi konflik bagi lawan, tetapi tidak cocok bagi kawan.” Menurut Herman, dalam setiap dinamika konflik sosial di Aceh, mbong memiliki posisi yang kuat sebagai model mitigasi konflik. Secara rinci, Herman pun memberikan contoh berdasarkan kajiannya terhadap hikayat-hikayat perang Aceh.
Sidang promosi tersebut dihadiri keluarga dan sejumlah kolega Herman, antara lain Prof. Dr. Fuad Mardhatillah, Prof. Dr. Denni Iskandar, Prof. Dr. Ramli, Dr. Ismail, Yarmen Dinamika, Ihan Sunrise, Aryos Nivada, dan penyair Wina SW1.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KONDISI KANTOR BPP PALEMBAYAN AGAM RETAK, KEPALA UPT PAK DONI AKUI: BELUM ADA JAM KERJA
Wujudkan Pelayanan Masyarakat dan Kepastian Hukum, Pemkab dan DPRD Tapanuli Tengah Sepakati 3 Ranperda
Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Saat Bencana, Dinas PPPA Tapteng Bersama Kementerian PPPA dan Yayasan Pulih Gelar Sosialisasi Draf SK Subklaster PP KBG PP
Kapolres Sibolga dan Kapolres Tapanuli Tengah Sambangi Makodim 0211/Tapanuli Tengah, Perkuat Sinergitas TNI-Polri
Kapolres Sibolga Perkuat Sinergi dengan Kejaksaan Negeri, Perkuat Kolaborasi Penegakan Hukum
Perkuat Sinergitas dan Dukung Kedaulatan NKRI, Wakil Bupati Tapteng Hadiri Latihan Menembak Senjata Berat Arhanud 11/WBY
Bupati Melantik 31 Orang Kepala Sekolah SD Dan SMP Lingkup Pemkab. Nias Utara
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah RI Dan Pemkab Tapteng Resmikan Landing Page UMKM “Sumatera Bangkit Bersama”
Berita ini 32 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 23:18 WIB

KONDISI KANTOR BPP PALEMBAYAN AGAM RETAK, KEPALA UPT PAK DONI AKUI: BELUM ADA JAM KERJA

Rabu, 23 September 2026 - 23:13 WIB

Wujudkan Pelayanan Masyarakat dan Kepastian Hukum, Pemkab dan DPRD Tapanuli Tengah Sepakati 3 Ranperda

Rabu, 23 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Saat Bencana, Dinas PPPA Tapteng Bersama Kementerian PPPA dan Yayasan Pulih Gelar Sosialisasi Draf SK Subklaster PP KBG PP

Rabu, 23 September 2026 - 23:03 WIB

Kapolres Sibolga dan Kapolres Tapanuli Tengah Sambangi Makodim 0211/Tapanuli Tengah, Perkuat Sinergitas TNI-Polri

Rabu, 23 September 2026 - 23:00 WIB

Kapolres Sibolga Perkuat Sinergi dengan Kejaksaan Negeri, Perkuat Kolaborasi Penegakan Hukum

Berita Terbaru