Jembatan Rusak dan Jalan Berlubang 20 Km di Sembilan Koto Ancam Keselamatan Warga, Pemkab Dharmasraya Diminta Bertindak Cepat

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Kondisi Terkini Jembatan Rusak di Sembilan Koto (Dok, Mediainvestigasi.net/Yanti)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Kondisi infrastruktur di Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya, kembali menjadi sorotan. Sebuah jembatan di Nagari Ampek Koto Dibawuah dilaporkan mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas setiap hari.

Jembatan tersebut merupakan akses vital warga Sembilan Koto menuju pusat pemerintahan kabupaten. Ratusan warga menggantungkan mobilitasnya pada jalur ini, mulai dari pekerja, pelajar, tenaga kesehatan, hingga aparatur pemerintahan.

Namun kondisi fisik jembatan kini jauh dari kata layak. Pantauan di lapangan menunjukkan lantai jembatan kayu sudah berlubang dan lapuk termakan usia. Di salah satu sisi bahkan tidak terdapat besi pelindung, meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang mendominasi arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Tak hanya jembatan, kerusakan juga terjadi di sepanjang ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Jorong Lubuk Mansagu, Nagari Ampek Koto Dibawuah hingga Silago. Diperkirakan sepanjang 20 kilometer jalan dalam kondisi rusak dengan banyak titik berlubang.

“Sepanjang jalan Sembilan Koto dimulai dari Jorong Lubuk Mansagu Nagari Ampek Koto Dibawuah sampai Silago, diperkirakan 20 kilometer itu banyak yang rusak berlubang, terlebih jembatan ini. Kita berharap ini menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah,” ujar Siin (53), warga Sembilan Koto.

Menurutnya, jarak tempuh menuju pusat Kabupaten Dharmasraya sudah cukup jauh. Ketika akses jalan dan jembatan dalam kondisi rusak, masyarakat bukan hanya menghadapi ketidaknyamanan, tetapi juga ancaman keselamatan.

“Karena kami di sini untuk jarak tempuh ke kabupaten itu jauh. Ketika akses jalan dan jembatan rusak, selain terancam nyawa kami juga merasakan ketidaknyamanan dalam berkendaraan. Tidak hanya kami, tenaga pendidik, petugas kesehatan, pegawai camat dan sebagainya lalu-lalang melewati jalan ini pada jam kerja,” tambahnya.

Baca Juga :  Kadis Kesehatan Tapteng : Cegah DBD di Musim Penghujan, Dinas Kesehatan Tapteng Lakukan Fogging Serentak di 20 Kecamatan

Warga menilai jalan dan jembatan tersebut merupakan urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik di Kecamatan Sembilan Koto. Kerusakan yang dibiarkan berlarut dinilai berpotensi menghambat pertumbuhan wilayah dan memperbesar kesenjangan pembangunan antar kecamatan.

Kondisi ini juga menjadi perhatian publik di tengah jargon pembangunan “Dharmasraya Sejahtera Merata” di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati saat ini. Masyarakat berharap komitmen pemerataan pembangunan benar-benar diwujudkan melalui perbaikan infrastruktur dasar, terutama di wilayah pinggiran.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya, Willy, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa perbaikan masih dalam tahap perencanaan.

“Untuk rehab jalan lagi proses perencanaan. Kalau pergantian lantai jembatan kayu juga lagi perencanaan. Untuk fisiknya melihat skala prioritas,” jelasnya melalui pesan singkat WhatsApp.

Hingga kini, masyarakat Sembilan Koto masih menanti langkah konkret Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Perbaikan jalan dan jembatan dinilai mendesak dilakukan sebelum memakan korban jiwa. Infrastruktur bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan penopang utama keselamatan dan kehidupan warga.

 

Editor: Mitra Yuyanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RESPON CEPAT ATASI KABUT ASAP: PT SBL Gerak Cepat Salurkan 39.350 Masker ke 20 Titik di Sentajo Raya Kuansing, Sasar Warga dan Sekolah di Teratak Air Hitam
DK Siap Ajukan Justice Collaborator, Aliran Rp200 Juta Berpotensi Buka Kotak Pandora Proyek Pemda Inhil
SEBARKAN VIDEO INTIM DAN ANCAM BONGKAR AIB, LAPORAN DI POLDA METRO JAYA MENANTI TINDAK LANJUT
Status Tanggap Darurat Karhutla Taliabu Barat Laut Berakhir, Beralih ke Fase Penyisiran dan Pengawasan
​Wujudkan Rumah Layak Huni, Kodim 0314/Inhil bersama Warga Gotong Royong Bagun RTLH Ibu Rusmawati
​Wujudkan Rumah Layak Huni, Kodim 0314/Inhil bersama Warga Gotong Royong Bagun RTLH Ibu Rusmawati
Wujudkan Akses Desa Lebih Baik, Kodim 0314/Inhil Bersama Warga Gotong Royong Semenisasi Jalan 1 Km di Kuala Leman ​
​Sinergi TMMD ke-130: Kodim 0314/Inhil dan Masyarakat Kuala Lemang Gotong Royong Bauksitkan Fasilitas Sanitasi
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:58 WIB

RESPON CEPAT ATASI KABUT ASAP: PT SBL Gerak Cepat Salurkan 39.350 Masker ke 20 Titik di Sentajo Raya Kuansing, Sasar Warga dan Sekolah di Teratak Air Hitam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:03 WIB

DK Siap Ajukan Justice Collaborator, Aliran Rp200 Juta Berpotensi Buka Kotak Pandora Proyek Pemda Inhil

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:15 WIB

SEBARKAN VIDEO INTIM DAN ANCAM BONGKAR AIB, LAPORAN DI POLDA METRO JAYA MENANTI TINDAK LANJUT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Status Tanggap Darurat Karhutla Taliabu Barat Laut Berakhir, Beralih ke Fase Penyisiran dan Pengawasan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:46 WIB

​Wujudkan Rumah Layak Huni, Kodim 0314/Inhil bersama Warga Gotong Royong Bagun RTLH Ibu Rusmawati

Berita Terbaru