Rahmad Sukendar Ledakkan Isu Panas: “Ada Apa Maruli Bela TPL? Jangan-Jangan Ada Luhut di Belakangnya!”

- Penulis

Jumat, 12 Desember 2025 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rahmad Sukendar Ledakkan Isu Panas: “Ada Apa Maruli Bela TPL? Jangan-Jangan Ada Luhut di Belakangnya!”

Jakarta —Mediainvestigasi.net– Kontroversi pernyataan Maruli Siahaan, Anggota Komisi XIII DPR RI, yang menyebut masyarakat tidak memiliki hak meminta penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL), kini berubah menjadi gelombang kritik keras. Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, muncul sebagai suara paling lantang yang menantang sikap tersebut dan membuka dugaan keterlibatan tokoh berpengaruh nasional.

Rahmad menilai pernyataan Maruli bukan hanya keliru, tetapi mengkhianati peran wakil rakyat.

“Pernyataan Maruli itu memprihatinkan. Wakil rakyat kok justru membela perusahaan? Seharusnya dia berdiri bersama rakyat Sumut, bukan menjadi juru bicara korporasi,” tegas Rahmad.

Menurutnya, masyarakat justru pihak yang paling berhak menolak dan menuntut perusahaan yang dianggap merusak lingkungan. Namun yang terjadi, suara warga malah dibungkam oleh seorang legislator yang semestinya memperjuangkan aspirasi mereka.

“Ada yang janggal. Mengapa suara rakyat ditolak? Ada apa dengan PT TPL sampai anggota dewan membentengi mereka?” ujar Rahmad. Jum’at (12/12/25).

Lebih jauh, Rahmad menyoroti dugaan kuat bahwa PT TPL memiliki kedekatan dengan sosok Luhut Binsar Panjaitan, nama besar yang selama ini tidak terpisahkan dari isu-isu bisnis di kawasan Toba.

“Saya tidak bisa menutup mata. Publik sudah lama membicarakan dugaan keterlibatan Luhut di balik TPL. Kalau benar, saya tantang Luhut secara terbuka. Jangan berlindung di balik kekuasaan untuk melindungi perusahaan sementara masyarakat dijadikan korban,” katanya tajam.

Rahmad menegaskan bahwa persoalan TPL bukan sekadar polemik industri, melainkan ancaman serius terhadap ekosistem Danau Toba dan keselamatan warga.

“Sumut sekarang berada di ambang bencana ekologis. Mau menunggu Danau Toba meluap dan meratakan kampung baru mau bertindak?” kritiknya.

Baca Juga :  Cemburu Berujung Arang, Polres Soppeng Gelar Rekonstruksi Pembakaran Rumah di Uddungeng

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa tidak ada pihak manapun—termasuk pejabat kuat—yang boleh membungkam hak masyarakat.

“Masyarakat punya hak penuh menolak perusahaan yang merusak lingkungan. Kalau TPL bermasalah, tutup! Kalau ada nama besar di belakangnya, bongkar! Negara ini milik rakyat, bukan milik oligarki,” pungkas Rahmad.

(.hmd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pacu Pembangunan Desa, Kodim 0314/Inhil Gesa Pengerjaan Semenisasi Jalan TMMD ke-130 di Keritang
Kejar Target TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Kebut Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang
​Kemanunggalan TNI dan Rakyat: TMMD Ke-130 Percepat Pembangunan Jalan Desa Kuala Lemang
Dugaan Penampungan Pertalite untuk Dijual Kembali di Caringin Jadi Sorotan
Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan
Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Padang Pariaman Sosialisasikan KIPPRAH hingga Kecamatan dan Puskesmas
Tembus Gelombang dan Lumpur: Kodim 0314/Inhil Pasok Material TMMD Ke-130 ke Desa Kuala Lemang
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pacu Pembangunan Desa, Kodim 0314/Inhil Gesa Pengerjaan Semenisasi Jalan TMMD ke-130 di Keritang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Kejar Target TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Kebut Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:00 WIB

​Kemanunggalan TNI dan Rakyat: TMMD Ke-130 Percepat Pembangunan Jalan Desa Kuala Lemang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa

Berita Terbaru