Pelatihan Mubaligh Muhammadiyah Padang Pariaman Membentuk Mubaligh yang Berwawasan Luas dan Berkomitmen Tinggi

- Penulis

Sabtu, 15 November 2025 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatihan Mubaligh Muhammadiyah Padang Pariaman Membentuk Mubaligh yang Berwawasan Luas dan Berkomitmen Tinggi

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Padang pariaman.Mediainvestigasi.net.- 15/09/2025. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modernis di Indonesia memegang peranan krusial dalam pembaharuan pemikiran dan praksis keagamaan. Salah satu pilar utama dalam menjalankan misi keislaman ini adalah keberadaan mubaligh, baik laki-laki (mubaligh) maupun perempuan (mubalighat), yang bertugas menyebarkan ajaran Islam yang mencerahkan berdasarkan Al Quran dan Sunnah. Di wilayah spesifik seperti Padang Pariaman, Sumatera Barat, tantangan dakwah memiliki nuansa tersendiri, seringkali berhadapan dengan adat istiadat lokal yang kuat dan dinamika sosial keagamaan yang beragam. Oleh karena itu, pelatihan mubaligh atau mubalighat yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Padang Pariaman menjadi sangat penting. Pelatihan ini bukan sekadar transfer ilmu keagamaan, melainkan sebuah proses pembentukan karakter yang bertujuan menghasilkan dai yang berwawasan luas dan memiliki komitmen keislaman yang tak tergoyahkan.

Pembentukan mubaligh yang ideal di era kontemporer menuntut lebih dari sekadar penguasaan ilmu fikih atau tafsir. Mobilitas sosial, perkembangan teknologi informasi, dan kompleksitas isu-isu kontemporer mengharuskan seorang mubaligh memiliki keluasan wawasan. Pelatihan yang diselenggarakan oleh PDM Padang Pariaman secara sistematis dirancang untuk memenuhi kebutuhan ini. Wawasan luas ini mencakup pemahaman mendalam mengenai konteks sosio-kultural tempat mereka berdakwah. Di Padang Pariaman, misalnya, seorang mubaligh harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam berkemajuan dengan kearifan lokal Minangkabau tanpa terjadi benturan nilai yang destruktif.

Kurikulum pelatihan yang baik harus mencakup materi yang melampaui batas-batas keagamaan murni. Ini termasuk pengenalan terhadap isu-isu kebangsaan, literasi digital, manajemen konflik, serta pemahaman tentang HAM dan isu-isu kemanusiaan global. Dengan membekali para peserta pelatihan dengan perspektif multidisipliner ini, calon mubaligh diharapkan mampu memberikan pencerahan yang relevan dan kontekstual. Mereka tidak hanya menjadi orator keagamaan, tetapi juga intelektual publik yang mampu menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat. Sebagai contoh, dalam beberapa tahun terakhir, fokus pelatihan telah diperluas mencakup literasi keuangan syariah dan kesadaran lingkungan, sejalan dengan salah satu pilar utama Muhammadiyah, yaitu dakwah bil hal (dakwah melalui perbuatan).

Baca Juga :  Ketua Investigasi Nasional LPK GPI Apresiasi Mayjen TNI Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, Jadi Jenderal Bintang Dua Kowad Pertama Di Indonesia

Selain keluasan wawasan, komitmen tinggi adalah fondasi moral bagi setiap agen dakwah. Komitmen ini terwujud dalam tiga dimensi utama: komitmen terhadap akidah dan ideologi Muhammadiyah, komitmen terhadap profesionalisme dakwah, dan komitmen terhadap pelayanan umat. Pelatihan PDM Padang Pariaman berupaya menanamkan nilai-nilai tajdid (pembaharuan) Muhammadiyah. Hal ini berarti para mubaligh didorong untuk senantiasa berpijak pada prinsip Ijtihad, menolak takhayul, bidah, dan khurafat (TBC), serta mengedepankan rasionalitas dalam beragama.

Komitmen terhadap ideologi ini diperkuat melalui penekanan pada nilai-nilai keorganisasian. Mereka dididik untuk memahami semangat pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang mengutamakan amal nyata di atas retorika semata. Keterlibatan dalam program sosial Muhammadiyah, seperti partisipasi dalam kegiatan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan atau kesehatan di Padang Pariaman, menjadi bagian integral dari proses pembentukan komitmen. Ini menunjukkan bahwa dakwah bukanlah pekerjaan sampingan, melainkan panggilan hidup yang menuntut dedikasi penuh.

Ketua BWM Sumbar Dr.Bahktiar.(foto,dok investigasi)

 

Lebih lanjut, komitmen tinggi juga diasah melalui metode pelatihan yang menekankan pada praktik langsung atau magang dakwah di pelosok-pelosok yang membutuhkan. Program penempatan lapangan ini memaksa calon mubaligh untuk menghadapi realitas umat secara langsung, menguji kemampuan adaptasi mereka, dan memperkuat ketabahan mental. Pengalaman langsung ini jauh lebih efektif dalam membangun komitmen daripada sekadar pembelajaran teoritis di dalam kelas. Mereka belajar bagaimana menyampaikan pesan Islam yang moderat di tengah tantangan ekstremisme yang mungkin muncul di beberapa area.

 

Transparansi dan akuntabilitas merupakan aspek penting dari komitmen di era modern. Pelatihan juga mencakup etika berdakwah di ruang digital. Dengan maraknya disinformasi dan polarisasi berbasis agama, mubaligh Muhammadiyah dituntut untuk menjadi teladan dalam berinteraksi secara santun, ilmiah, dan bertanggung jawab di media sosial. Komitmen ini berarti kesediaan untuk menyajikan dakwah yang mencerahkan, bukan memecah belah.

Baca Juga :  Kapolres Dharmasraya Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Singgalang 2025

Secara keseluruhan, pelatihan mubaligh dan mubalighat yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah Padang Pariaman berfungsi sebagai katalisator pembentukan sumber daya manusia dakwah yang siap menghadapi tantangan zaman. Dengan kurikulum yang seimbang antara penguasaan ilmu agama, wawasan kebangsaan, dan keterampilan praktis, pelatihan ini berhasil menumbuhkan dua karakter utama: keluasan wawasan yang memungkinkan dakwah menjadi relevan, dan komitmen tinggi yang menjamin keberlanjutan pengabdian tersebut. Hasilnya adalah terbentuknya barisan dai yang tidak hanya mampu berdialog dengan teks-teks keagamaan, tetapi juga mampu memimpin umat menuju kemajuan sosial dan spiritual sesuai dengan semangat Islam berkemajuan yang diusung oleh Muhammadiyah. Investasi pada pelatihan ini adalah investasi jangka panjang bagi keberlangsungan misi dakwah dan pembaharuan Islam di wilayah Padang Pariaman dan sekitarnya.***(Muharlnal/Rg)

 

Editor ; Rafdy Guci

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Masinton Pasaribu Serahkan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Rp. 264.628.390 di HUT ke-81 Tapanuli Tengah
Bagian 1 — BPK Soroti Pengadaan Genset Rp4,75 Miliar di RSUD Abdul Moeloek, Diduga Tak Efisien
Gubernur Sumatera Utara Bersama Bupati Tapteng Resmikan Jembatan Bailey Parjalihotan Pinangsori, Pulihkan Akses Pascabencana
Wapres Gibran didampingi Gubernur Sumut, Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah Kunjungi SMAN 1 Barus
Bupati Tapanuli Tengah Tinjau Kawasan Pembangunan Hunian Sementara di Bonalumban
KRYD Satlantas Polres Soppeng Tertibkan 31 Motor Berknalpot Brong
Kapolres Soppeng Ikuti Anev Sitkamtibmas, Antisipasi Potensi Aksi dan Karhutla
Soroti Kasus Korupsi dan Keracunan, PKN Bentuk Satgas Awasi Makan Bergizi Gratis
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:30 WIB

Bupati Masinton Pasaribu Serahkan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Rp. 264.628.390 di HUT ke-81 Tapanuli Tengah

Jumat, 4 September 2026 - 15:27 WIB

Bagian 1 — BPK Soroti Pengadaan Genset Rp4,75 Miliar di RSUD Abdul Moeloek, Diduga Tak Efisien

Jumat, 4 September 2026 - 14:56 WIB

Gubernur Sumatera Utara Bersama Bupati Tapteng Resmikan Jembatan Bailey Parjalihotan Pinangsori, Pulihkan Akses Pascabencana

Jumat, 4 September 2026 - 14:52 WIB

Wapres Gibran didampingi Gubernur Sumut, Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah Kunjungi SMAN 1 Barus

Jumat, 4 September 2026 - 09:19 WIB

Bupati Tapanuli Tengah Tinjau Kawasan Pembangunan Hunian Sementara di Bonalumban

Berita Terbaru