Venezuela Kerahkan 200 Ribu Tentara di Tengah Ancaman Perang dengan Amerika Serikat

- Penulis

Rabu, 12 November 2025 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Tentara Venezuela Kerahkan 200 Ribu di Tengah Ancaman Perang dengan Amerika Serikat (Dok, Istimewa) 

 

Caracas, Mediainvestigasi.net — Pemerintah Venezuela mengerahkan hampir 200 ribu prajurit ke seluruh negeri di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS).

Langkah besar ini dilakukan sebagai bagian dari latihan militer nasional yang diklaim bertujuan untuk menghadapi “ancaman langsung” dari Washington.

Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengatakan, pengerahan tersebut melibatkan seluruh cabang militer, termasuk pasukan darat, laut, udara, serta milisi rakyat.

“Nyaris 200.000 tentara telah dikerahkan di seluruh negeri untuk latihan ini,” ujar Padrino dalam wawancara dengan televisi nasional, dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (11/11/2025).

 

Ketegangan Memanas Akibat Operasi Militer AS di Karibia

Hubungan antara Venezuela dan Amerika Serikat terus memburuk sejak Presiden Donald Trump memerintahkan operasi antinarkoba di wilayah Karibia.

Operasi itu, menurut Washington, ditujukan untuk menindak jaringan narkoba yang disebut berhubungan dengan pemerintahan Caracas.

Namun, Presiden Nicolás Maduro menolak tuduhan tersebut. Ia menyebut tindakan AS sebagai bentuk provokasi militer yang telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

“Venezuela tidak terlibat dalam perdagangan narkoba seperti yang dituduhkan. Amerika Serikat mencoba mencari alasan untuk mengintervensi kami,” tegas Maduro.

 

Latihan Militer Nasional Besar-Besaran

Sebagai respons terhadap langkah AS, Maduro memerintahkan latihan militer skala nasional yang melibatkan tentara, polisi, dan kelompok milisi sipil.

Pasukan dikerahkan ke sejumlah titik strategis, mulai dari pegunungan, pesisir pantai, sekolah, hingga rumah sakit, untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan domestik.

Presiden Venezuela juga menegaskan kesiapan negara dalam menghadapi segala bentuk serangan dari luar.

“Kami siap menghadapi siapa pun yang mencoba mengancam kedaulatan Venezuela. Jika perlu, kami akan mendeklarasikan keadaan darurat,” kata Maduro.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga, BPBD Padang dan Unand Lakukan Simulasi Gempa

 

Parlemen Sahkan UU Baru Soal Pengerahan Militer

Pengerahan besar-besaran ini bertepatan dengan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) oleh Majelis Nasional Venezuela yang mengatur mekanisme baru pengerahan militer di dalam negeri.

Beleid tersebut memperkuat wewenang pemerintah dalam mengerahkan pasukan dan milisi untuk “melindungi kepentingan nasional” di masa krisis.

Para analis menilai langkah ini sebagai upaya Maduro memperkuat kontrol atas kekuatan bersenjata, di tengah ancaman sanksi dan tekanan internasional dari Washington.

 

Ketegangan Baru di Amerika Latin

Pengerahan 200 ribu prajurit membuat Venezuela menjadi sorotan dunia. Beberapa negara Amerika Latin menyatakan kekhawatiran bahwa latihan militer ini bisa memicu eskalasi baru di kawasan.

Apalagi, krisis ekonomi dan politik dalam negeri Venezuela masih belum mereda, sementara tekanan diplomatik dari AS terus meningkat.

Meski belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih, sejumlah pengamat memperingatkan bahwa ketegangan di Karibia dapat menjadi titik panas baru dalam dinamika geopolitik global.

Langkah Venezuela mengerahkan 200 ribu tentara merupakan tindakan paling besar dan berani yang diambil pemerintahan Maduro dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan situasi yang semakin tegang, banyak pihak menilai hubungan Caracas–Washington kini berada di ambang konfrontasi militer terbuka.

Apakah latihan ini hanya bentuk unjuk kekuatan, atau sinyal bahwa Venezuela benar-benar siap berperang? Dunia kini menunggu langkah selanjutnya dari kedua negara. (***)

 

Editor: Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa
Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026
Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 ,Tabligh Akbar Perkuat Nilai Keislaman dan Kebersamaan
Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar
Sirah Nabi Berbahasa Bugis Warnai Maulid GP Ansor Soppeng
Tanah longsor terjadi di kawasan Kapalo Lubuak Jambu, Jorong Subarang Ombak, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung,
Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Tanaman Jagung Ketahanan Pangan Program Asta Cita di Kelurahan Sapat
Lima Kampung Nelayan Merah Putih Segera Dibangun, Ekonomi Pesisir Padang Pariaman Bersiap Menggeliat
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Peringatan Hari Jadi ke-81 Tapanuli Tengah, Diawali Rapat Paripurna Istimewa

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Prosesi Malamang Jadi Pembuka Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:26 WIB

Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 ,Tabligh Akbar Perkuat Nilai Keislaman dan Kebersamaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Pemkab Inhil Tegaskan Nama Bupati dan Pejabat Dicatut dalam Dugaan Penipuan Proyek Rp1,6 Miliar

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:21 WIB

Tanah longsor terjadi di kawasan Kapalo Lubuak Jambu, Jorong Subarang Ombak, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung,

Berita Terbaru