IHSG Tersungkur Lagi 11 November 2025, BBCA & Saham Prajogo Jadi Biang Kerok — BUMI Malah ARA 35%!

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Ilustrasi (Dok, Istimewa) 

 

JAKARTA, MEDIAINVESTIGASI.NET – Pasar saham Indonesia kayaknya lagi bad mood nih. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada Senin, 11 November 2025.

Setelah sebelumnya sempat cetak rekor, IHSG kini harus rela turun 0,31% atau 25,97 poin ke level 8.365,27.

Aktivitas perdagangan tetap rame. Tercatat 425 saham rontok, cuma 277 saham yang naik, sementara 254 saham stagnan alias nggak gerak.

Meski begitu, nilai transaksi masih tinggi, mencapai Rp19,16 triliun dengan total 51,04 miliar saham diperdagangkan melalui 2,33 juta transaksi. Kapitalisasi pasar juga masih solid berada di Rp15.248 triliun.

 

Sektor-Sektor Penyebab IHSG Ambyar

Menurut data Refinitiv, ada beberapa sektor yang bikin IHSG megap-megap. Sektor utilitas dan finansial jadi penyebab terbesar dengan penurunan paling dalam.

Sektor lain yang ikut merah yaitu konsumer primer, industri, konsumer non-primer, dan bahan baku.

Tapi, masih ada secercah harapan. Empat sektor masih berhasil tampil kinclong di zona hijau, yaitu teknologi, properti, kesehatan, dan energi.

Penguatannya memang nggak fantastis, tapi cukup buat menahan IHSG biar nggak terjun bebas.

 

BBCA & Saham Grup Prajogo Pangestu Jadi Penekan IHSG

Salah satu “penjahat utama” pelemahan IHSG hari ini adalah saham perbankan big cap. Bank Central Asia (BBCA) mencatat penurunan 2,04% ke level Rp8.400 per saham.

Penurunan ini bikin BBCA ngasih efek negatif -12,55 poin ke IHSG, alias beban paling berat hari ini.

Nggak cuma BBCA, saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu juga kompak masuk daftar Bottom Movers.

Ada Barito Renewables Energy (BREN), Barito Pacific (BRPT), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), dan Chandra Daya Investasi (CDIA) yang sama-sama bikin indeks makin lunglai.

Baca Juga :  *Kapolsek Sibolga Selatan Kerahkan Semua Kepling Cari Anak Hilang, Akhirnya Ditemukan Dalam Keadaan Selamat*

BREN turun 1,96% dan lagi mencoba bertahan di level psikologis Rp10.000. Sementara BRPT, CUAN, dan CDIA juga menambah tekanan negatif ke indeks.

 

BUMI Jadi Pahlawan Market: ARA 35%!

Di tengah banyak saham yang berdarah-darah, ada satu yang tampil gagah perkasa: Bumi Resources (BUMI).

Saham BUMI ngegas pol sampai kena Auto Reject Atas (ARA) 35%, dan sukses ngasih dorongan positif 12,32 poin ke IHSG — kontribusi terbesar hari ini.

Kenaikan gila-gilaan ini terjadi setelah BUMI resmi menyelesaikan akuisisi 100% saham Wolfram Limited (WFL), perusahaan tambang emas asal Australia. Total nilai transaksi mencapai Rp698,98 miliar. Investor langsung sumringah, berharap langkah ini bakal ningkatin cuan BUMI ke depan.

 

Asing Kabur, BBCA Jadi yang Paling Dibantai

Koreksi IHSG hari ini juga nggak lepas dari aksi jual investor asing. Pada sesi I, asing melakukan net sell Rp208,3 miliar.

BBCA jadi saham yang paling banyak “dibuang” asing dengan nilai jual Rp208,3 miliar. Setelah itu ada Sinergi Inti Andalan Prima (INET) sebesar Rp73,8 miliar, dan Antam (ANTM) sebesar Rp57,1 miliar.

 

Quick Take ala Investor Gaul

Biar gampang dicerna, ini rangkuman singkat:

*IHSG merah lagi setelah sempat cetak rekor

*BBCA dan saham-saham Grup Prajogo jadi penekan utama

*BUMI jadi bintang pasar, ARA sampai 35%

*Asing banyak keluar, terutama buang BBCA

*Sektor teknologi, kesehatan, properti, dan energi masih jadi “penjaga asa”

 

Kondisi kayak gini belum tentu pertanda buruk, ya! Setelah rally panjang, koreksi tuh sehat buat market. Buat investor yang doyan momen buy on weakness, hari ini bisa jadi peluang.(***)

 

Editor: Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Ada Ampun bagi Pembakar Lahan, Polsek Kateman Amankan Seorang Pria
Kwartir Cabang 04.02 Gerakan Pramuka Indragiri Hilir Upacara Gelar Senja di Kediaman Bupati
Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita, Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Lahan Jagung di Desa Tanjung Melayu
Bongkar sampai Bandar Besarnya! Warga Desak Polisi Putus Jaringan Narkoba Pulau Ruku
Resahkan Warga, Peredaran Narkoba di Desa Pulau Ruku Desak Tindakan Tegas Aparat
DPRD Inhil Apresiasi Sikap tegas DKUPP dalam penegakan aturan dan mengurangi kebocoran Retribusi
Merasa ditipu warga Semendawai suku 3 lapor ke Polisi, Hak orang pekerja sampai saat ini belum diberikan
Toreh Prestasi di OMI 2026, Tiga Siswa MTsN 2 Inhil Melaju ke Provinsi, Bidik Nasional
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:04 WIB

Tak Ada Ampun bagi Pembakar Lahan, Polsek Kateman Amankan Seorang Pria

Senin, 14 September 2026 - 18:41 WIB

Kwartir Cabang 04.02 Gerakan Pramuka Indragiri Hilir Upacara Gelar Senja di Kediaman Bupati

Senin, 14 September 2026 - 16:04 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita, Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Lahan Jagung di Desa Tanjung Melayu

Senin, 14 September 2026 - 11:38 WIB

Bongkar sampai Bandar Besarnya! Warga Desak Polisi Putus Jaringan Narkoba Pulau Ruku

Senin, 14 September 2026 - 01:35 WIB

DPRD Inhil Apresiasi Sikap tegas DKUPP dalam penegakan aturan dan mengurangi kebocoran Retribusi

Berita Terbaru

Headline

Senin, 14 Sep 2026 - 14:55 WIB