Netanyahu Diburu Turki! Hamas dan Fatah Kompak Dukung Surat Penangkapan Internasional

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 23:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Hamas dan Fatah respons usai Turki keluarkan surat perintah penangkapan Netanyahu atas genosida di Gaza. Foto: AFP/JOHN LAMPARSKI

JAKARTA – Mediainvestigasi.net–Keputusan berani Turki menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan 36 pejabat tinggi Israel lainnya langsung memicu reaksi dari Palestina.

Menariknya, dua kubu yang biasanya sering berselisih—Hamas dan Otoritas Palestina (Fatah)—kali ini justru kompak mendukung langkah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hamas: Ini Langkah Mulia & Berpihak pada Kemanusiaan

Hamas menyambut hangat keputusan peradilan Turki yang dianggap sebagai bentuk nyata dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Langkah terpuji ini mencerminkan posisi rakyat dan kepemimpinan Turki dalam menegakkan keadilan, kemanusiaan, dan persaudaraan bagi rakyat Palestina yang tertindas,” tulis Hamas dalam pernyataan resmi yang dikutip Anadolu Agency, Sabtu (8/11).

Hamas juga mendorong negara lain mengikuti jejak Turki dengan menerbitkan surat perintah serupa.

“Para pemimpin Israel harus ditangkap di mana pun mereka berada dan diadili atas kejahatan terhadap kemanusiaan,” lanjut Hamas.

Fatah: Kemenangan untuk Keadilan & Akhiri Impunitas Israel

Di sisi lain, Otoritas Palestina (Fatah) melalui Kementerian Luar Negeri juga memuji keputusan Turki.

Mereka menilai langkah ini sebagai kemenangan bagi rakyat Gaza dan pukulan besar terhadap impunitas Israel yang selama ini dibiarkan oleh sebagian negara besar.

“Tindakan hukum ini adalah kemenangan bagi prinsip keadilan dan menolak impunitas yang diberikan sebagian negara kepada Israel,” tegas Kemlu Palestina.

Menurut mereka, langkah ini mengirim pesan jelas: pelaku kejahatan perang tidak boleh lolos dari tanggung jawab, tak peduli jabatan atau kekuatan politiknya.

Siapa Saja yang Masuk Daftar Buruan Turki?

Surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Kejaksaan Agung Istanbul mencakup tuduhan:

Baca Juga :  Jembatan Pulau Anjolai Terancam Ambruk, Akses Vital Warga Sembilan Koto dalam Bahaya

Genosida

Kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza

Pembajakan dan penangkapan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF)

Nama-nama yang masuk daftar buruan:

Benjamin Netanyahu – Perdana Menteri Israel

Israel Katz – Menteri Pertahanan

Itamar Ben Gvir – Menteri Keamanan Nasional

Eyal Zamir – Panglima Militer Israel

Jika negara lain menyetujui, pejabat-pejabat ini bisa ditahan saat berada di luar negeri.

Hubungan Turki–Israel Memanas ke Titik Terburuk

Langkah ini diambil saat hubungan Turki dan Israel berada di level terendah dalam satu dekade terakhir.

Dampaknya:

✅ Turki memutus hubungan dagang dengan Israel
✅ Maskapai Israel dilarang terbang melintasi wilayah udara Turki
✅ Erdogan makin vokal memimpin tekanan diplomatik dan hukum terhadap Israel

Turki selama ini dikenal tegas mengecam serangan Israel ke Gaza dan kini semakin aktif mendorong pertanggungjawaban hukum internasional.

Keputusan Turki menerbitkan surat penangkapan Netanyahu sukses menyatukan dua kubu yang sering berselisih di Palestina—Hamas dan Fatah.

Keduanya sepakat bahwa langkah Turki ini adalah terobosan berani menuju keadilan untuk rakyat Palestina.

Lebih dari itu, langkah Turki membuka babak baru dalam tekanan hukum internasional terhadap Israel.

Jika negara lain mengikuti jejak ini, Netanyahu dan pejabat Israel berpotensi menghadapi isolasi global hingga ancaman penahanan internasional.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Jembatan Antarbenua, Spanyol dan Maroko Bangun Kemitraan Strategis di Tengah Isu Ceuta
208 Calon Dubalang Kota Digembleng, Wako Fadly: Garda Adat untuk Padang Sigap
Ketua Investigasi Nasional LPK GPI La Omy La Tua Tegas Minta Jajaran Penegak Hukum Polda Sulteng Jagan Bungkam Soal Kasus 36 Miliar 7 Miliar Belum Terungkap Pelakunya
Tingkatkan Kompetensi Kehumasan, Personel Sihumas Polres Sibolga Ikuti Pelatihan Fotografi dan Video Sinematik
Sultan Penyanyi Legendaris Slowrock Malay akan Guncang Batam
Kabid Humas Polda Riau Silaturahmi ke PWI, Perkuat Sinergitas Penyampaian Informasi kepada Masyarakat
Personel Polsek Buko Ciptakan Situasi Kamtibmas Kondusif Laksanakan Siaga Penjagaan Dan Patroli Dialogis
Pastikan Kualitas Air Bersih untuk Wilayah Barus, Direktur PERUMDA Mual Nauli Tinjau Langsung IPA Sosorgadong
Berita ini 62 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:22 WIB

Perkuat Jembatan Antarbenua, Spanyol dan Maroko Bangun Kemitraan Strategis di Tengah Isu Ceuta

Rabu, 2 September 2026 - 20:16 WIB

208 Calon Dubalang Kota Digembleng, Wako Fadly: Garda Adat untuk Padang Sigap

Rabu, 2 September 2026 - 20:04 WIB

Ketua Investigasi Nasional LPK GPI La Omy La Tua Tegas Minta Jajaran Penegak Hukum Polda Sulteng Jagan Bungkam Soal Kasus 36 Miliar 7 Miliar Belum Terungkap Pelakunya

Rabu, 2 September 2026 - 16:26 WIB

Tingkatkan Kompetensi Kehumasan, Personel Sihumas Polres Sibolga Ikuti Pelatihan Fotografi dan Video Sinematik

Rabu, 2 September 2026 - 14:17 WIB

Sultan Penyanyi Legendaris Slowrock Malay akan Guncang Batam

Berita Terbaru