Refleksi Maulid Nabi dan Suara Pemekaran: Amanah yang Belum Tuntas untuk Dharmasraya

- Penulis

Kamis, 4 September 2025 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh: Mitra Yuyanti Kaperwil Sumatera Barat Mediainvestigasi.net

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dharmasraya – Jumat (05/09/2025), 12 Rabiul Awal 1447 H, umat Islam di seluruh penjuru dunia kembali menundukkan kepala, mengenang kelahiran seorang manusia agung: Nabi Muhammad Saw. Sosok yang tak hanya membawa risalah Ilahi, tetapi juga menyalakan cahaya peradaban di tengah kegelapan jahiliyah. Perjuangan beliau di tengah kaum kafir Quraisy adalah teladan abadi tentang kesabaran, pengorbanan, dan keteguhan hati dalam menegakkan kebenaran.

Di tanah Dharmasraya, gema refleksi itu hadir dalam suara para tokoh pemekaran, salah satunya Suhaili Alex. Dengan nada penuh kegelisahan, ia mengingatkan kembali cita-cita yang dulu menjadi bahan bakar perjuangan para tokoh pendiri kabupaten ini.

“Tokoh pemekaran berharap tujuan dari pemekaran itu saat ini tidak sesuai dengan harapan perjuangan pemekaran. Pemerintahan di segi standar pelayanan ke masyarakat tolong dibenahi, betul-betul prima. Mana daerah terpencil seperti Asam Jujuhan, ada Sembilan Koto, dan Timpeh. Infrastruktur mesti diberikan untuk mereka. Sudah 80 tahun negara merdeka, 20 tahun Dharmasraya berdiri, mereka masih belum merasakan itu, wilayah pelosok di bangun, masyarakat yang lain sudah senang itu,” ucap Suhaili dengan nada getir.

Pesan itu bukan sekadar kritik, tetapi jeritan hati seorang saksi sejarah yang pernah ikut mengusung panji-panji pemekaran. Jika Nabi Muhammad Saw berjuang di tengah tekanan kaum kafir demi tegaknya Islam, maka para tokoh pemekaran Dharmasraya berjuang agar anak negeri di ujung selatan Sumatera Barat ini mendapat pelayanan, akses, dan keadilan pembangunan yang lebih layak.

Dua dekade telah berlalu sejak Dharmasraya resmi berdiri, namun gema perjuangan itu terasa seperti belum sepenuhnya ditebus. Daerah-daerah pelosok masih menunggu sentuhan infrastruktur, masyarakat di sudut-sudut kampung masih berharap pada janji kesejahteraan.

Baca Juga :  Forkopimda Kabupaten Blitar Hadiri Perayaan Maha Puja Tri Suci Waisak 2569 BE Tahun 2025

Di hari kelahiran Nabi, Suhaili Alex mengajak masyarakat Dharmasraya untuk kembali menengok sejarah. Bahwa perjuangan tidak boleh dilupakan. Jasa para tokoh pemekaran—baik yang masih hidup maupun yang telah berpulang ke rahmatullah—adalah bagian dari sejarah yang layak dihormati. Mereka adalah orang-orang yang menorehkan jejak, agar Dharmasraya punya rumah sendiri dalam peta otonomi daerah.

Seperti halnya Nabi Muhammad Saw yang mewariskan teladan dan amanah bagi umatnya, para tokoh pemekaran Dharmasraya pun mewariskan harapan yang belum tuntas. Amanah itu kini berada di pundak pemimpin dan masyarakat: menjaga agar cita-cita pemekaran tidak mati di atas kertas, tetapi hidup nyata dalam pembangunan yang merata, adil, dan berpihak pada yang lemah.

Maulid Nabi adalah momen muhasabah. Bukan sekadar seremonial, melainkan cermin bagi kita untuk bertanya: apakah amanah sudah kita tunaikan? Apakah cita-cita perjuangan sudah kita hidupkan? Ataukah justru kita terlena dalam kesenangan, sementara di pelosok negeri masih ada yang menunggu uluran pembangunan?

“Wilayah pelosok dibangun, masyarakat yang lain sudah senang itu,” ujar Suhaili, menyelipkan harapan sederhana. Sebuah pesan yang terasa bagai doa—agar Dharmasraya kelak benar-benar menjadi rumah besar yang membahagiakan seluruh warganya, tanpa terkecuali. (**)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pondok Pesantren Alaimatul Arbaah Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Pendidikan Santri Harus Diselamatkan
Bikin Gaduh! Ayat Suci Jadi Gimmick Promosi Miras, Advokat Persaudaraan Islam DKI Siap Tempuh Jalur Hukum
Perkuat Kepastian Hukum di Luar Negeri, Pengadilan Agama Jakarta Pusat Tetapkan Isbat Nikah 25 Pasangan WNI di Malaysia
KORPRI Siap Gelar MTQ ke-8, 103 Kafilah Siap Ramaikan Sulawesi Selatan
Sebanyak 600 Warga Kelapa Gading Barat Meriahkan Pawai Obor, Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Jam’iyah Singapore bersama BKPRMI DKI Jakarta Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Dhuafa
Presiden Prabowo Salurkan Sapi Kurban 850 Kg Lewat BKPRMI Jakarta untuk Warga Bantaran Ciliwung
BKPRMI Jakarta Tebar Berkah Kurban 1447 H di Cawang, Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Umat
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:04 WIB

Pondok Pesantren Alaimatul Arbaah Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Pendidikan Santri Harus Diselamatkan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:49 WIB

Bikin Gaduh! Ayat Suci Jadi Gimmick Promosi Miras, Advokat Persaudaraan Islam DKI Siap Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:29 WIB

Perkuat Kepastian Hukum di Luar Negeri, Pengadilan Agama Jakarta Pusat Tetapkan Isbat Nikah 25 Pasangan WNI di Malaysia

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:05 WIB

KORPRI Siap Gelar MTQ ke-8, 103 Kafilah Siap Ramaikan Sulawesi Selatan

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WIB

Sebanyak 600 Warga Kelapa Gading Barat Meriahkan Pawai Obor, Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Berita Terbaru