Dok/foto: Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle melakukan MoU antara Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar dengan Yayasan LPK Shin Indonesia
SOPPENG, Sulsel –Mediainvestigasi.Net–
Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menghadiri acara Pelepasan 75 Peserta Magang ke Jepang sekaligus Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar dengan Yayasan LPK Shin Indonesia. Kegiatan berlangsung di Gedung Aula Syech Yusuf BBPVP Makassar, sebagai bagian dari upaya strategis peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Selatan.
Program magang internasional ini menjadi momentum penting dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan siap bersaing di pasar kerja global. Sebanyak enam perusahaan ternama dari Jepang akan menjadi tempat bagi para peserta untuk belajar dan mengasah kemampuan kerja secara langsung di lingkungan profesional.
Dalam sambutannya, Ir. Selle KS Dalle memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta magang yang telah berhasil melewati proses seleksi yang ketat dan penuh tantangan.
“Ini adalah kesempatan emas bagi kalian untuk menimba ilmu, pengalaman, dan mengenal budaya kerja profesional di Jepang. Manfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena kalian adalah duta daerah dan wajah Indonesia di mata dunia,” ujar Wakil Bupati dengan penuh semangat.
Lebih dari sekadar menimba pengalaman internasional, Ir. Selle menekankan pentingnya peran peserta magang sebagai agen perubahan ketika kembali ke tanah air.
“Kami berharap, sepulangnya kalian nanti, ilmu dan etos kerja yang kalian bawa dapat menjadi bekal berharga untuk membangun daerah. Jadilah penggerak ekonomi, pencipta lapangan kerja, atau bahkan pelopor usaha baru di tanah kelahiran kalian,” tambahnya.
Penandatanganan MoU antara BBPVP Makassar, Yayasan LPK Shin Indonesia, dan perusahaan-perusahaan Jepang menjadi bukti komitmen nyata dalam membangun program magang yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak luas.
Wakil Bupati Soppeng juga berharap agar kolaborasi internasional semacam ini terus diperluas ke berbagai sektor dan wilayah, sehingga makin banyak generasi muda Indonesia yang mendapat akses untuk mengembangkan diri secara global.
“Ini bukan hanya tentang pengalaman kerja di luar negeri, tapi juga tentang membentuk generasi muda yang berdaya saing tinggi dan siap menjadi pemimpin masa depan,” pungkas Ir. Selle KS Dalle.
Acara ini pun menjadi simbol sinergi lintas lembaga dalam menciptakan ekosistem pelatihan vokasi yang progresif dan berorientasi pada masa depan generasi bangsa.***(Tariqullah)






