Nasib Warga Durian Simpai-Koto Baru Kian Terpuruk, Konflik Lahan Tak Kunjung Ditanggapi Serius oleh PT BRM

- Penulis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

Camat Sembilan Koto Bobby, Kabag OPS Eliswantri, Anggota DPRD Sesmi Erli, Humas PT BRM Hendri Wahyudi, Kepala Security Kasman saat menemui massa Durian Simpai-Koto Baru (Dok, Mediainvestigasi.net/Yanti)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Nestapa masyarakat Durian Simpai-Koto Baru, Nagari Ampek Koto Dibawah, seolah tak berujung. Sejak tahun 2001, mereka menuntut kejelasan hak atas lahan seluas 550 hektare yang diklaim telah dijanjikan oleh pihak PT BRM Estate Sijunjung. Namun hingga kini, tuntutan itu seolah hanya menjadi angin lalu di hadapan perusahaan dan pemerintah daerah.

Puncak kekesalan warga kembali pada Jumat dan Sabtu (23–24/05), ketika ratusan orang memblokade simpang empat akses utama PT BRM. Meski demikian, alih-alih mengirim perwakilan manajemen untuk berdialog langsung, perusahaan justru hanya mengutus kepala keamanan dari Pekanbaru, Kasman, untuk menghadapi massa.

Kehadiran Humas PT BRM Hendri Wahyudi pada hari kedua aksi juga tak mampu menjawab tuntutan utama warga. Di sisi lain, pemerintah daerah dinilai bertindak lamban. Melalui Camat Sembilan Koto, Bobby, masyarakat diminta kembali bersabar. Bobby menyampaikan bahwa Bupati Dharmasraya baru akan memanggil pihak PT BRM untuk dimintai keterangan pada 26 Mei mendatang.

Meski aksi massa berhasil dibubarkan secara kondusif, warga tetap menahan sejumlah kendaraan operasional milik PT BRM sebagai bentuk desakan agar aktivitas perusahaan dihentikan sementara sampai ada kejelasan penyelesaian.

Adapun lima tuntutan utama masyarakat adalah:

1. Pengembalian lahan 550 hektar yang dijanjikan kepada masyarakat.

2. Penghapusan status APL (Areal Penggunaan Lain) dari wilayah kerja perusahaan.

3. Penetapan tata batas sesuai aturan dan fakta lapangan.

4. Pencabutan laporan polisi PT BRM terhadap niniek mamak Durian Simpai-Koto Baru di Polda Sumbar.

Baca Juga :  BAP Tipu-tipu ala Polda Metro Jaya: Potret Hitam Penegakan Hukum di Negeri Pancasila

5. Pergantian manajer lapangan PT BRM bernama Viktor, yang dianggap menjadi sumber konflik.

Sebelumnya, PT BRM diketahui melaporkan para niniek mamak ke Polda Sumatera Barat atas dugaan penggembokan akses portal perusahaan. Tindakan tersebut justru menambah luka batin warga adat yang merasa hak mereka diinjak-injak. Menanggapi hal itu, Pemkab Dharmasraya disebut telah menyediakan pendamping hukum bagi para niniek mamak.

Tokoh adat Nagari Ampek Koto Dibawah, Syahlil Dt Bagindo Rajo Lelo, menilai konflik ini terjadi akibat kelalaian perusahaan dalam memenuhi kewajiban sejak awal.

“Sudah kami surati, sudah kami temui, tapi PT BRM tidak pernah menanggapi. Maka jangan salahkan masyarakat jika akhirnya turun ke jalan,” tegasnya.

Kini, harapan masyarakat Durian Simpai-Koto Baru bertumpu pada sikap tegas Bupati Dharmasraya dalam pertemuan yang direncanakan pada 26 Mei. Namun hingga saat ini, kepercayaan terhadap itikad baik pemerintah dan perusahaan sudah mulai memudar di tengah luka yang terus dipelihara.

 

Editor: Yanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Ada Ampun bagi Pembakar Lahan, Polsek Kateman Amankan Seorang Pria
Kwartir Cabang 04.02 Gerakan Pramuka Indragiri Hilir Upacara Gelar Senja di Kediaman Bupati
Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita, Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Lahan Jagung di Desa Tanjung Melayu
Bongkar sampai Bandar Besarnya! Warga Desak Polisi Putus Jaringan Narkoba Pulau Ruku
Resahkan Warga, Peredaran Narkoba di Desa Pulau Ruku Desak Tindakan Tegas Aparat
DPRD Inhil Apresiasi Sikap tegas DKUPP dalam penegakan aturan dan mengurangi kebocoran Retribusi
Merasa ditipu warga Semendawai suku 3 lapor ke Polisi, Hak orang pekerja sampai saat ini belum diberikan
Toreh Prestasi di OMI 2026, Tiga Siswa MTsN 2 Inhil Melaju ke Provinsi, Bidik Nasional
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:04 WIB

Tak Ada Ampun bagi Pembakar Lahan, Polsek Kateman Amankan Seorang Pria

Senin, 14 September 2026 - 18:41 WIB

Kwartir Cabang 04.02 Gerakan Pramuka Indragiri Hilir Upacara Gelar Senja di Kediaman Bupati

Senin, 14 September 2026 - 16:04 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita, Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Lahan Jagung di Desa Tanjung Melayu

Senin, 14 September 2026 - 11:38 WIB

Bongkar sampai Bandar Besarnya! Warga Desak Polisi Putus Jaringan Narkoba Pulau Ruku

Senin, 14 September 2026 - 01:35 WIB

DPRD Inhil Apresiasi Sikap tegas DKUPP dalam penegakan aturan dan mengurangi kebocoran Retribusi

Berita Terbaru

Headline

Senin, 14 Sep 2026 - 14:55 WIB