Panglima Militer Pakistan, Satu-Satunya Jenderal yang Hapal Qur’an 

- Penulis

Rabu, 7 Mei 2025 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto dokumentasi diambil dari Vidio Panglima Militer Pakistan.

 

Jakarta, MediaInvestigasi.Net – Seorang warga disabilitas Pakistan mencium foto Panglima Tentaranya bernama Jenderal Sayyid Munir Asim Ahmed Shah Al Hafidz, M.Phil. Menunjukan kecintaan rakyat padanya.

 

Tahu gak beliau ini satu-satunya Panglima Militer sepanjang sejarah Pakistan yg hapal 30 juz Al Qur’an. Mungkin satu-satunya di dunia saat ini. Masya Allah..

 

Beliau terlahir dari keluarga penghapal Qur’an. Lulus dari Madrasah Islam Rawalpindi dan Sekolah Komando dan Staff Militer Pakistan ini menyelesaikan hapalan nya saat bertugas di Arab Saudi sewaktu berpangkat Letkol.

 

Kemudian, Rakyat Pakistan menjuluki Jenderal yang sholeh ini sebagai Jenderal Mullah. Dibawah komandonya telah mengorganisir 600.000 Tentara Pakistan menjadi lebih relijius, bukan hanya dengan semangat bela negara tapi juga dengan semangat berjihad

 

Sayyid Asim bukanlah Jenderal karbitan yg duduk manis berbekal pengaruh orang tua yg menjadi petinggi negara seperti di sebuah negara Asia Tenggara kebanyakan.

 

Ayahnya bernama Sayyid Sarwar Munir adalah seorang Imam Masjid dan Kepala Sekolah, sementara adiknya Sayyid Hashim Munir seorang guru.

 

Karirnya di negara pemilik sekitar 170 senjata nuklir ini merangkak dari bawah. Beliau mengikuti berbagai sekolah militer dan terjun dalam berbagai perang seperti Pemberontakan di Bolochistan, Pertempuran Garis Durand, Pertempuran perbatasan dengan India 2019, Pertempuran Perbatasan dengan Pakistan 2024, dsb

 

Karenanya India sangat geram, terutama dalam pidatonya pada Konvensi Pakistan Diaspora di Islamabad menyatakan bahwa Kashmir bukan sekedar klaim teritorial tapi “urat nadi” Pakistan dan sebagai amanah spiritual serta sejarah!

 

Lantas bagaimana posisi Indonesia menyikapi perang Pakistan – India?

 

Baca Juga :  Kapal Pesiar Heritage Adventurer Bersama Wisatawan Diving Kembali Berkunjung Di Kabupaten Pulau Taliabu

Rabu (7/5) India telah memulai perang terbuka dengan menembakan roket ke sembilan lokasi di Pakistan. Tak butuh lama untuk Militer Pakistan membalasnya dengan menembak jatuh 5 jet tempur India

 

Mari belajar dari sejarah. Dalam perang Pakistan – India tahun 1965, Indonesia mendukung Pakistan dengan mengirimkan bantuan militer berupa pesawat tempur MiG-19

 

Selain itu Angkatan Laut RI (ALRI) juga mengirimkan kapal selam RI Nagarangsang dan RI Bhamasta untuk melakukan latihan bersama Angkatan Laut Pakistan. Dampak Latihan Bersama meskipun bukan untuk bertempur, namun menjadi faktor yang membantu meredakan situasi perang antara India dan Pakistan yang berakhir dengan perdamaian dan di mediasi Uni Soviet.

 

Mungkin perang kali ini juga tidak akan sampai berlarut-larut seperti sebelumnya sebagaimana di Perang Ukraina – Russia, Israhell – Palestina atau Nato – Taliban. Tapi Pakistan bertekad memberikan pelajaran berharga untuk India atas kesewenang-wenangan India di Kashmir

 

(Gun Hendra/wartawan Internasional)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertemuan Bersejarah di Istana Kerajaan Rabat: Menyongsong Era Baru Pemerintahan Maroko di Bawah Kepemimpinan King Mohammed VI
Pemerintahan Baru Maroko: Sebuah Dedikasi dan Visi Kepemimpinan Strategis untuk Kesejahteraan Bangsa
Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian
Tonggak Sejarah Baru Maroko: Fatima Ezzahra El Mansouri Pimpin Pemerintahan Baru, Persisma Tegaskan Dukungan Berkelanjutan
HM the King Appoints Fatima Ezzahra El Mansouri as Head of Government, Entrusts Her with Forming New Gov’t
Addressing the Geopolitical Crisis Involving the Middle East and Saudi Arabia: Here Is the Official Statement from the King of Morocco
Kedok Polisario Terbongkar: Bantuan Kemanusiaan Dirampok, Persisma Desak Pengungsi Dipulangkan ke Sahara Maroko
Mauritius Ambil Langkah Strategis, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko
Berita ini 25 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Pertemuan Bersejarah di Istana Kerajaan Rabat: Menyongsong Era Baru Pemerintahan Maroko di Bawah Kepemimpinan King Mohammed VI

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:51 WIB

Pemerintahan Baru Maroko: Sebuah Dedikasi dan Visi Kepemimpinan Strategis untuk Kesejahteraan Bangsa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Tonggak Sejarah Baru Maroko: Fatima Ezzahra El Mansouri Pimpin Pemerintahan Baru, Persisma Tegaskan Dukungan Berkelanjutan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:46 WIB

HM the King Appoints Fatima Ezzahra El Mansouri as Head of Government, Entrusts Her with Forming New Gov’t

Berita Terbaru