Taman Kalong, Destinasi Wisata Unik Dengan Kelelawarnya yang punya Mitos Dan Cerita Legenda
SOPPENG_SUL-SEL, –Mediainvestigasi.Net– Terlihat suasana Taman Kalong yang berada di ruang publik terbuka, di pusat kota watansoppeng Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu sore 2 April 2025.
Taman ini menjadi destinasi wisata yang seru dan unik untuk dikunjungi, dan merupakan salah satu tempat yang menjadi landmark dan ikon daerah kabupaten Soppeng. Penamaan taman ini berasal dari kata kalong yang berarti kelelawar pemakan buah.
Dimana sangat menakjubkan saat sore hari menjelang petang. Ketika ribuan kalong yang kerap bertengger di pohon-pohon taman, berterbangan seakan berputar mengelilingi alun-alun langit kota Soppeng.
Ketika berkunjung ke Taman Kalong atau Kelelawar ini, pengunjung bisa bersantai dan berswafoto di sudut taman, di kursi atau gazebo yang disediakan sembari menikmati suasana alam yang indah.
Di taman ini pula dilengkapi bundaran air mancur dry fountain yang bisa pengunjung bermain air, ada juga fasilitas bermain untuk anak-anak.
Pada saat malam hari, pemandangan di taman ini makin cantik karena dihiasi oleh lampu yang berwarna warni. Tak hanya itu, di sekitar Taman Kalong ada sejumlah jajanan kuliner sehingga pengunjung dapat memanjakan lidah sambil melihat Villa Yuliana dan Masjid Raya yang tak jauh dan tak kalah ramainya dari taman kota.
*Cerita Legenda dan Mitos Kalong.*
Kalong atau Kelelawar di Kabupaten Soppeng ini, memiliki beragam cerita legenda. Dari penelusuran tim Mediainvestigasi.Net dari berbagai sumber dan referensi, berikut ini adalah cerita lagenda dan konon dianggap mitos:
1. Janji setia kelelawar terhadap putri Raja Soppeng, La Temmamala. Sang putri kala itu pernah membuat perjanjian dengan hewan yang ada di Soppeng, termasuk dengan kelelawar.
Perjanjian itu dibuat tak terlepas dari kemampuan putri La Temmamala dalam berkomunikasi dengan hewan. Mereka berjanji untuk saling menjaga sampai kapan pun.
Namun, singkat cerita sang putri lalu dipersunting oleh seorang pangeran dari kerajaan lain, dibawah pergi dan sang putri tak bisa menolak sampai tak kembali ke tanah Soppeng.
Hingga dalam perjalanannya, sang putri tak lagi kembali ke tanah Soppeng. Dan ketidakhadiran sang putri di tengah para hewan yang telah sepakat memegang janji akhirnya membuat situasi tidak terkendali. Mereka saling berebut kekuasaan.
Hingga pada akhirnya, hewan-hewan tersebut memilih untuk pergi dari tanah Soppeng. Namun tidak dengan Kalong atau Kelelawar yang tetap setia memegang janji menunggu kedatangan sang putri.
2. Perjanjian khusus antara La Temmamala, Raja Pertama Soppeng dengan Kalong. Tak boleh memakan buah-buahan dan sayuran warga, dan tidak mengganggu dan menyerang warga adalah sebagian dari perjanjian yang mereka buat.
Sebaliknya, warga Soppeng juga tak boleh mengganggu dan menebang pohon asam. Kalong ini kemudian mendiami jantung kota Soppeng dan hidup berdampingan bersama masyarakat.
3. Sesiapa yang terkena kotoran (tahi) Kalong atau Kelelawar ini, maka akan berjodoh dengan orang Soppeng, bahkan dipercayai ribuan Kalong memang tak pernah sembarangan menjatuhkan kotorannya ke atas tubuh orang.
4. Kalong di percaya sebagai penjaga kota soppeng dan pemberi isyarat jika akan terjadi bencana. Ceritanya, jika dalam 24 jam kelelawar itu meninggalkan pohonnya, itu diyakini masyarakat akan terjadi bencana.
Untuk diketahui, di Kabupaten Soppeng terdapat beberapa petunjuk terkait destinasi wisata, yang dapat kita intip di _visit.soppeng.go.id_ milik Pemkab Soppeng di bawah naungan Disparpora Soppeng.
(Red)*












