BeritaDaerahPeristiwa

Banjir Bandang Memporak Porandakan Sawah Milik Nenek Maimunah, Semoga Pemerintah Perhatikan Nenek Sebatang Kara ini

1026
×

Banjir Bandang Memporak Porandakan Sawah Milik Nenek Maimunah, Semoga Pemerintah Perhatikan Nenek Sebatang Kara ini

Sebarkan artikel ini

Nenek Maimunah saat ditemui tim Media Investigasi di kediamannya. (Foto: dok.Media investigasi/ Muis-Nasir)

LAMPUNG BARAT, MEDIAINVESTIGASI.NET – Akibat intensitas curah hujan yang tinggi selama dua hari, sejak sabtu pagi sampai hari minggu. Puncaknya terjadi pada tengah malam hingga mengakibatkan Banjir Bandang di Wilayah Pemangku Tanjung Agung, Pekon Pagar Dewa, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Minggu (13/11/202).

Tim Media Investigasi (MI) yang mendapat informasi bahwa telah terjadi peristiwa alam di wilayah tersebut. Tim MI mendapat informasi bahwa ada milik seorang warga, yaitu nenek Maimunah rusak parah akibat terendam banjir.

Sehingga tim MI memutuskan untuk segera meluncur ke area sawah milik nenek Maimunah dan mencari keberadaan nenek Maimunah. Setelah berhasil menemui, tampak sedang duduk dikaki tangga rumah kediamannya meratapi nasib. Sesekali memandang kearah sawahan yang sudah porak poranda diterjang banjir.

Tim MI bersyukur, “Alhamdulillah beliau masih sehat dan bisa berkomunikasi, beliau menyambut kami dengan penuh rasa haru, sembari dilihat ada tetesan air matanya,” melalu Muis dan Nasir yang didampingi beberapa tim MI yang melaporkan kondisi Nenek secara langsung.

Ternyata Nenek Maimunah yang sudah tua renta dan hidup sebatang kara, tinggal dirumah yang sangat sederhana seorang diri. Walau demikian beliau tetap semangat menjalani kehidupannya.

“Saya tetap bersyukur karena walaupun sawah saya porak poranda, Alhamdulillah saya masih diberi keselamatan,” ujar Nenek Maimunah seraya mengusap air mata yang menetes dari matanya.

Nenek Maimunah menjelaskan kejadian, “memang dari hari sabtu sore saya melihat sesekali kearah sungai, di bawah pinggiran sawahnya tersebut memang aliran sungai itu sudah penuh. Pada tengah malam terdengar suara gemuruh yang sangat kencang sekali, saya berusaha melihat dari jendela rumah dan ternyata dilihat sawah milik saya sudah tak terlihat akibat terendam banjir,” jelasnya.

Atas musibah yang melanda, Nenek hanya bisa berharap kepada Allah SWT untuk diberikan kesehatan dan rezeki untuk bisa makan disisa hidupnya. Jika ada rezeki saya melalui pemerintah. Sang nenek hanya berharap bisa memperbaiki pemelang dan tanggul pembatas dengan sungai tersebut agar sawah yang menjadi mata pencahariannya selama ini bisa diperbaiki,” ucap Nenek Maimunah dengan penuh harap melalu tim Media Investigasi.net

Kami menghimbau agar pemerintah memperhatikan Nenek Maimunah melalui bantuan untuk kelangsungan hidupnya melalui perbaikan sawah yang menjadi mata pencahariannya selama ini.

(Muis/Nasir)

Editor: Shendy Marwan

Penerbit: Redaksi Mediainvestigasi.Net