Taliabu Maluku Utara, Mediainvestigasi.Net–Rapat degar pendapat (RDP) terkait masalah kenaikan harga BBM yang laksanakan di Gedung Kantor DPRD Kabupaten Pulau Taliabu beberapa waktu yang lalu terkesan hanya melahirkan wacana hiburan dan tinggal kenangan untuk masyarakat di Kabupaten Pulau Taliabu tak lain adalah harga BBM Pertalite naik selangit masyarakat merayap RDP tak punya efek apa-apa, ungkap. As.
Dimana kata salah seorang warga berinesial As megatakan bahwa harga BBM Pertalite bukanya turun harga malah naik tak beraturan, anehnya harga BBM pertalite bukannya stabil namun harga melonjak selangit
RDP yang lahir di DPRD Kabupaten Pulau Taliabu yang melibatkan Komisi II, Dinas Koperindakop Kabupaten Pulau Taliabu, Kejaksaan Negri Pulau Taliabu, Kepolisiaan Sektor Taliabu Barat, dan sejumlah pemilik pangkalan terkesan hanya hiburan pada masyarakat.
Selain itu kegiatan RDP juga di hadiri oleh sejumlah OKP diantara lain adalah Ketua DPC Gerakan Pemuda Marhaenisme Kabupaten Pulau Taliabu bahkan sejumlah Wartawan Kabupaten Pulau Taliabu namun hasilnya dari pembahasan yang membuang energy yang tak sedikit namun sayang tak punya efek apa-apa untuk masyarakat malah ironisnya harga BBM naik tak beraturan.
Hal itu fakta terjadi harga BBM jenis pertalite di dalam ibu kota Bobong Kabupaten Pulau Taliabu perliternya melonjak selangit di beberapa pengecer, bahkan anehnya lagi harga berfariasi mulai dari Rp. 20.000, Rp. 23.000, Rp. 24.000 bahkan hingga Rp. 25.000, namun hal itu terkesan dibiarkan oleh penegak hukum, Koperindakop Kabupaten Pulau Taliabu dan bahkan DPRD Kabupaten Pulau Taliabu punya kepedulian tehadap dampak ekonomi masyarakat yang tak mampu bahkan penderitaan yang di alami oleh masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu, tegas. As.
Masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu berinesial AS juga berharap pada Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperindakop, DPRD Kabupaten Pulau Taliabu serta penegak hukum di wilayah Kabupaten Pulau Taliabu dapat menertipkan harga serta kelangkahan BBM yang kian membuat masyarakat apalagi saat ini makin sulitnya pertumbuhan ekonomi masyarakat, bukam malah acuh tau akan apa yang di alami oleh masyarakat, tutup. AS.
(Ketua Investigasi Wilayah Indonesia Timur **** La Omy La Tua).











