DaerahPeristiwa

Selogan Penegak Hukum Yang Mengayomi Masyarakat Kini Diganti Dengan Selogan Mengayomi Pengusaha Di Inhu

1043
×

Selogan Penegak Hukum Yang Mengayomi Masyarakat Kini Diganti Dengan Selogan Mengayomi Pengusaha Di Inhu

Sebarkan artikel ini

Foto : Saat Dilokasi Kejadian, Saling DorongĀ  Antara Masyarakat dan Pengusaha Musaka Yang Didampingi Penegak Hukum Di Inhu.

Inhu, MediaInvestigasi.Net – Kisruh antara pihak musaka dengan masyarakat belilas kecamatan Seberida, kabupaten Indragiri hulu (Inhu) terus berlanjut, Dan aneh nya oknum aparat penegak hukum bukannya malah membelah masyarakat malah membeking oknum pengusaha.

Hal ini terlihat ketika pihak Musaka membawa alat berat ke lokasi lapangan bola yang dikawal oleh oknum aparat keamanan.

Terlihat, pada saat itu warga yang hendak mencoba untuk menghadang dengan tujuan menyelamatkan lapangan bola dan aset daerah yang dibangun di dalam lapangan bola tersebut, pada waktu beberapa yang lalu.

Atas kejadian tersebut ada empat warga belilas yang di laporkan ke kepolisi, karena memprotes! padahal dasar mereka hanya menyelamatkan lapangan bola dan aset Pemkab Indragiri Hulu.

Warga yang dilaporkan kepada pihak Kepolisian dengan tuduhan pengancaman itu, kini Keempat warga itu diperiksa oleh penyidik Polres Indragiri Hulu.

Namun, akhirnya berdamai dengan pihak Musaka. Perdamaian yang dibuat agar warga tidak menghalangi ketika pihak Musaka menguasai lapangan bola. Apabila tetap menghalangi maka warga akan ditangkap.

Diketetahui, Dalam hal ini Oknum Pengadilan Negeri Rengatlah yang harusnya di periksa. Karena mereka bisa memenangkan gugatan musaka terkait lahan lapangan bola belilas. Padahal musaka sendiri tidak memiliki surat kepemilikan lahan tersebut.

Pemerintah atau pun aparat penegak hukum yang ada di kab. Inhu, terkesan tutup mata seperti tidak mau tau, hal ini di sampai kan salah seorang warga belilas Amrizal kepada wartawan, Minggu 05/11/2O23.

” Sepertinya “Selogan Mengayomi Masyarakat” itu harus di ubah, Di ganti saja dengan Selogan Mengayomi Pengusaha, kita masyarakat biasa ini mau membela aset daerah saja di takut takuti dengan aparat,”Cuit nya.

Pemerintah kita terkesan lebih tegas memperjuangkan pengusaha di banding memperjuangkan hak masyarakat, padahal lapangan bola ini masih aktif digunakan untuk anak-anak dan pemuda setempat untuk bermain sepak bola,”tutup Warga yang memberikan informasi kepada media.

(Red/Nanda.A)