PW MOI Inhil Soroti Sikap Moderator dalam Diskusi Publik soal Petani Kelapa

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMBILAHAN, – Mediainvestigasi.Net – Persatuan Wartawan Media Online Indonesia (PW MOI) Indragiri Hilir (Inhil) menyayangkan sikap moderator dalam diskusi publik yang membahas persoalan perkelapaan di Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (21/8/2026).

Ketua DPD PW MOI Inhil, Fitra Andriyan, menyampaikan hal tersebut setelah dirinya bersama perwakilan organisasi melakukan aksi walk out dari kegiatan yang digelar Aliansi Masyarakat Sipil Bersatu di salah satu kedai kopi di Tembilahan.

Menurut Fitra, ruang diskusi publik semestinya memberikan kesempatan yang proporsional kepada seluruh peserta untuk menyampaikan pandangan. Terlebih, PW MOI Inhil hadir sebagai tamu undangan resmi dari panitia penyelenggara.

“Kami sangat menyayangkan sikap moderator yang kami nilai tidak profesional karena membatasi ruang untuk menyampaikan pendapat. Apalagi pembahasan ini berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan nasib petani kelapa,” ujar Fitra.

Ia menilai kebebasan menyampaikan pandangan menjadi bagian penting dalam sebuah forum diskusi, terutama ketika peserta yang hadir memiliki latar belakang organisasi dan kepentingan yang berbeda.

Fitra mengaku telah beberapa kali meminta kesempatan kepada moderator untuk menyampaikan pendapat dalam sesi tanya jawab. Namun, hingga kegiatan mendekati akhir, kesempatan tersebut disebut tidak kunjung diberikan.
“Kami sudah beberapa kali meminta kepada moderator agar diberikan kesempatan menyampaikan pandangan. Namun, sampai acara hampir selesai, ruang tersebut tidak diberikan kepada kami,” katanya.

Kondisi tersebut membuat PW MOI Inhil mempertanyakan profesionalitas moderator dalam mengelola jalannya diskusi. Fitra juga menyebut pihaknya merasa ada perlakuan yang tidak seimbang terhadap peserta.

“Kami sebagai organisasi pers patut mempertanyakan sikap moderator yang terkesan lebih banyak berbicara sendiri tanpa mempertimbangkan hak peserta diskusi. Ruang diskusi seharusnya memberikan kesempatan kepada seluruh tamu undangan untuk menyampaikan pendapat,” tegasnya.

Baca Juga :  Kolaborasi Apik Psikososial Anak Terdampak Banjir di Maligi

Fitra bahkan mempertanyakan adanya dugaan upaya untuk membatasi suara organisasi pers dalam forum tersebut. Namun, ia menegaskan pihaknya memilih menyampaikan keberatan secara terbuka agar kejadian serupa tidak terulang dalam forum publik berikutnya.

PW MOI Inhil, kata Fitra, selama ini turut menyuarakan persoalan yang dihadapi petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir.

Organisasi tersebut juga menggandeng Masyarakat Peduli Kelapa Nusantara (MPKN) dalam upaya mendorong perhatian terhadap kondisi petani dan komoditas kelapa.

Karena itu, ia menilai ruang dialog mengenai masa depan petani kelapa seharusnya dibuka seluas-luasnya bagi berbagai pihak, termasuk organisasi pers yang selama ini ikut menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Kalau forum ini digelar untuk memperjuangkan hak-hak petani kelapa, tentu semua pihak yang hadir harus diberi ruang menyampaikan pendapat. Jangan sampai justru suara pers yang selama ini menyuarakan kepentingan petani tidak mendapatkan kesempatan,” ungkapnya.

Fitra berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi penyelenggara maupun moderator dalam mengelola diskusi publik ke depan.
Menurutnya, perbedaan pandangan seharusnya menjadi bagian dari proses mencari solusi, bukan menjadi alasan untuk membatasi peserta berbicara.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap sektor kelapa untuk tetap mengedepankan komunikasi dan dialog terbuka dalam memperjuangkan kepentingan petani di Kabupaten Indragiri Hilir.***

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Investigasi LPK GPI La Omy La Tua Jangan Buat Masyarakat Tani Kabupaten Pulau Menjadi Bahan Lelucon
Jembatan Menggala khonson Ambruk Total ,Warga Terisolir : wakil ketua awi rohil tantang Bupati Turun kelapangan
Mengangkat Filosofi Mangrove, DPC PKB Inhil Resmi Dikukuhkan dan Gelar Mukerkab 2026–2031
RESPON CEPAT ATASI KABUT ASAP: PT SBL Gerak Cepat Salurkan 39.350 Masker ke 20 Titik di Sentajo Raya Kuansing, Sasar Warga dan Sekolah di Teratak Air Hitam
RESPON CEPAT ATASI KABUT ASAP: PT SBL Gerak Cepat Salurkan 39.350 Masker ke 20 Titik di Sentajo Raya Kuansing, Sasar Warga dan Sekolah di Teratak Air Hitam
DK Siap Ajukan Justice Collaborator, Aliran Rp200 Juta Berpotensi Buka Kotak Pandora Proyek Pemda Inhil
SEBARKAN VIDEO INTIM DAN ANCAM BONGKAR AIB, LAPORAN DI POLDA METRO JAYA MENANTI TINDAK LANJUT
Status Tanggap Darurat Karhutla Taliabu Barat Laut Berakhir, Beralih ke Fase Penyisiran dan Pengawasan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Ketua Investigasi LPK GPI La Omy La Tua Jangan Buat Masyarakat Tani Kabupaten Pulau Menjadi Bahan Lelucon

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Jembatan Menggala khonson Ambruk Total ,Warga Terisolir : wakil ketua awi rohil tantang Bupati Turun kelapangan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:37 WIB

Mengangkat Filosofi Mangrove, DPC PKB Inhil Resmi Dikukuhkan dan Gelar Mukerkab 2026–2031

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:23 WIB

RESPON CEPAT ATASI KABUT ASAP: PT SBL Gerak Cepat Salurkan 39.350 Masker ke 20 Titik di Sentajo Raya Kuansing, Sasar Warga dan Sekolah di Teratak Air Hitam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:58 WIB

RESPON CEPAT ATASI KABUT ASAP: PT SBL Gerak Cepat Salurkan 39.350 Masker ke 20 Titik di Sentajo Raya Kuansing, Sasar Warga dan Sekolah di Teratak Air Hitam

Berita Terbaru