SDN 210 Sanrangeng Sulap Keterbatasan Jadi Taman Literasi dan Numerasi

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SDN 210 Sanrangeng Sulap Keterbatasan Jadi Taman Literasi dan Numerasi.

SOPPENG -Mediainvestigasi.net- Keterbatasan anggaran bukan menjadi alasan bagi keluarga besar SD Negeri 210 Sanrangeng, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, untuk menghadirkan lingkungan belajar yang kreatif dan menyenangkan bagi peserta didik.

Dengan mengandalkan semangat gotong royong, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua dan wali murid bahu-membahu memanfaatkan ruang yang tersedia di lingkungan sekolah menjadi Taman Literasi dan Numerasi SDN 210 Sanrangeng.

Salah satu inovasi yang menarik terlihat pada lorong di antara bangunan kelas. Ruang yang sebelumnya hanya menjadi akses penghubung antarkelas tersebut disulap menjadi Lorong Literasi dan Numerasi, lengkap dengan berbagai media pembelajaran.

Taman tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai ruang membaca. Beragam aktivitas pembelajaran dilakukan di dalamnya, mulai dari pengenalan abjad dan Aksara Lontara, permainan numerasi, aktivitas pengukuran, hingga permainan tradisional Kadendeng yang diintegrasikan dengan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Koordinator Taman Literasi dan Numerasi SDN 210 Sanrangeng, Aswan, mengatakan, keberadaan taman tersebut lahir dari semangat kebersamaan seluruh warga sekolah.

“Kami tidak memiliki anggaran yang besar untuk membangun taman ini. Tetapi kami memiliki kebersamaan. Guru, tenaga kependidikan, dan orang tua saling membantu sesuai kemampuan masing-masing. Dari keterbatasan itulah kami mencoba berkreasi dan memanfaatkan apa yang kami miliki,” ujar Aswan.

Menurutnya, pembangunan taman tersebut bukan semata-mata untuk memperindah lingkungan sekolah. Lebih jauh, taman dirancang agar menjadi ruang belajar alternatif yang dapat digunakan secara aktif oleh peserta didik.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Membaca, berhitung, bermain, berdiskusi, dan berkarya bisa dilakukan melalui lingkungan sekolah,” tambahnya.

Baca Juga :  Pimpinan dan Seluruh Kru Media investigasi Net Mengucapkan Selamat Hari Jadi Intelijen Polri Ke-80 Semoga Polri Teruslah menjadi Garda Terdepan

 

Apresiasi juga disampaikan Kepala SDN 210 Sanrangeng, Hj. Muliyati. Ia menilai keterlibatan guru, tenaga kependidikan, dan orang tua menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan taman tersebut.

“Ini adalah hasil kerja bersama. Saya sangat mengapresiasi guru, tenaga kependidikan dan orang tua yang dengan sukarela memberikan waktu, tenaga, dan dukungannya. Dengan keterbatasan yang ada, kita tetap bisa menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi anak-anak,” ungkap Hj. Muliyati.

Semangat dan kreativitas tersebut kemudian mendapat apresiasi dalam penilaian Taman Literasi dan Numerasi tingkat Kabupaten Soppeng. SD Negeri 210 Sanrangeng berhasil masuk dalam enam besar.

Setelah melewati tahapan awal penilaian, tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng juga telah melakukan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung kondisi serta pemanfaatan taman literasi dan numerasi tersebut.

Bagi keluarga besar SDN 210 Sanrangeng, masuknya sekolah dalam enam besar bukan semata-mata tentang persaingan untuk meraih predikat juara.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan sarana dan anggaran tetap dapat melahirkan inovasi ketika didukung oleh kreativitas dan kebersamaan.

Ruang sederhana dapat diubah menjadi media pembelajaran. Lorong sekolah dapat menjadi tempat membaca dan bermain, sementara permainan tradisional pun dapat dihadirkan kembali sebagai bagian dari proses belajar.

Dari keterbatasan lahir kreativitas. Dari gotong royong tumbuh ruang belajar yang memberi manfaat bagi anak-anak.(Red)*

Penulis : MTq

Editor : Atri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendagri dan Pemprov Papua Selatan Sinkronkan Nomenklatur Pendidikan Khusus
Dugaan Penampungan Pertalite untuk Dijual Kembali di Caringin Jadi Sorotan
Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan
Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Padang Pariaman Sosialisasikan KIPPRAH hingga Kecamatan dan Puskesmas
Tembus Gelombang dan Lumpur: Kodim 0314/Inhil Pasok Material TMMD Ke-130 ke Desa Kuala Lemang
Kawal Mutu Pembangunan TMMD ke-130: Pengujian Sampel Silinder Beton Pengecoran Jalan Desa Kuala Lemang
Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
Berita ini 42 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Kemendagri dan Pemprov Papua Selatan Sinkronkan Nomenklatur Pendidikan Khusus

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Dugaan Penampungan Pertalite untuk Dijual Kembali di Caringin Jadi Sorotan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Tembus Gelombang dan Lumpur: Kodim 0314/Inhil Pasok Material TMMD Ke-130 ke Desa Kuala Lemang

Berita Terbaru