Warga Tiga Desa di Samadua Sepakat Tolak Rencana Tambang Emas di Air Sialang

- Penulis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Tiga Desa di Samadua Sepakat Tolak Rencana Tambang Emas di Air Sialang

TAPAKTUAN – Mediainvestigasi.net–Warga dari tiga desa di kawasan Air Sialang, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, menyatakan penolakan terhadap rencana eksplorasi tambang emas di wilayah mereka.

Penolakan itu disampaikan dalam musyawarah masyarakat yang dihadiri tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan warga dari Desa Air Sialang Hilir, Air Sialang Tengah, serta Air Sialang Hulu.

Musyawarah yang dirangkai dengan kegiatan edukasi lingkungan tersebut berlangsung di Masjid At-Taqwa, Desa Air Sialang, Jumat (31/07/2026) malam.

Forum itu menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi dampak ekologis yang dapat ditimbulkan apabila kegiatan pertambangan dilaksanakan di kawasan tersebut.

Dalam forum itu, masyarakat menilai kawasan Air Sialang merupakan daerah penyangga lingkungan yang selama ini menjadi sumber air, lahan pertanian, sekaligus penopang kehidupan warga.

Mereka khawatir aktivitas pertambangan berpotensi memicu kerusakan lingkungan, mulai dari meningkatnya risiko banjir dan longsor, berkurangnya sumber air bersih, hingga terganggunya lahan pertanian.

Tokoh masyarakat Samadua, Tgk. Miswar, yang turut menyampaikan pandangan dalam musyawarah tersebut, menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak pembangunan, tetapi menginginkan setiap kebijakan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.

“Kami khawatir dampak yang ditimbulkan akan lebih besar daripada manfaat yang dijanjikan. Kalau lingkungan rusak, masyarakat yang akan menanggung akibatnya,” ujar Miswar.

Berdasarkan informasi yang dipaparkan dalam forum, wilayah tersebut tercakup dalam Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi milik PT Mineral Mega Sentosa untuk komoditas emas dengan luas sekitar 739 hektare di Kecamatan Samadua.

Tahap eksplorasi merupakan bagian dari proses awal pertambangan dan berbeda dengan kegiatan produksi.

Baca Juga :  Panitia Penyelenggara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke -12 Pulau Taliabu Resmi Terbentuk

Dalam kesempatan yang sama, dosen Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Prof. Abdul Halim, mengajak masyarakat menjadikan pengalaman berbagai bencana di Aceh sebagai pelajaran penting dalam menyikapi setiap rencana pembangunan yang berpotensi memengaruhi lingkungan.

“Hampir satu tahun berlalu sejak banjir bandang melanda Aceh, tetapi banyak masyarakat belum sepenuhnya pulih. Dampak bencana berlangsung jauh lebih lama daripada peristiwanya. Karena itu, menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.

Melalui musyawarah tersebut, masyarakat juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem, memahami potensi dampak kegiatan pertambangan, serta mendorong penyampaian aspirasi secara damai sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Forum Air Sialang Bersatu (ASB) selaku fasilitator kegiatan berharap setiap kebijakan terkait pemanfaatan sumber daya alam di Kecamatan Samadua dilakukan secara terbuka, melibatkan masyarakat, serta mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan dari PT Mineral Mega Sentosa maupun instansi pemerintah terkait mengenai aspirasi penolakan yang disampaikan masyarakat. Redaksi membuka ruang hak jawab sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.(*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Pelaku pembacokan mengakibatkan Seseorang Meninggal ditangkap polisi
Tinggal 30 Meter Lagi! TMMD Kodim 0314/Inhil Nyaris Tuntaskan Semenisasi Jalan di Kuala Lemang
Logistik TMMD ke-130 Tembilahan Diangkut Ekstra Berat: Laut-Darat Dilibatkan Demi Warga Keritang
Tingkatkan Disiplin Pengendara, Satgas Gakkum Polres Sibolga Gencarkan Operasi Patuh Toba 2026
Hebat! Dua Siswa SDN 01 Pasar Palembayan Raih Juara di Pentas PAI Tingkat Kabupaten Agam
SETORAN Rp25 JUTA DAN LEGALITAS DC DIPERTANYAKAN, PT BOOMBAS DIMINTA TRANSPARAN
Tiga RTLH TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil Rampung, Warga Kuala Lemang Sambut Hunian Baru
TNI-Polri Tancap Gas! Pengecoran Jalan TMMD ke-130 di Inhil Nyaris Rampung 100 Persen
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 21:09 WIB

Diduga Pelaku pembacokan mengakibatkan Seseorang Meninggal ditangkap polisi

Minggu, 8 November 2026 - 12:49 WIB

Tinggal 30 Meter Lagi! TMMD Kodim 0314/Inhil Nyaris Tuntaskan Semenisasi Jalan di Kuala Lemang

Minggu, 8 November 2026 - 12:19 WIB

Logistik TMMD ke-130 Tembilahan Diangkut Ekstra Berat: Laut-Darat Dilibatkan Demi Warga Keritang

Sabtu, 7 November 2026 - 21:47 WIB

Tingkatkan Disiplin Pengendara, Satgas Gakkum Polres Sibolga Gencarkan Operasi Patuh Toba 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 20:07 WIB

Hebat! Dua Siswa SDN 01 Pasar Palembayan Raih Juara di Pentas PAI Tingkat Kabupaten Agam

Berita Terbaru