Kemendagri Dukung Gerakan Pembinaan Pengelolaan Pangan untuk Mewujudkan Program MBG

- Penulis

Selasa, 29 Juli 2025 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pencanangan nasional gerakan pembinaan tempat pengolahan pangan laik higiene sanitasi. (Dok. Istimewa)


MEDIAINVESTIGASI.NET – Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pencanangan Nasional Gerakan Pembinaan Tempat Pengolahan Pangan Laik Higiene Sanitasi (PN-GTPP-LHS) yang digelar beberapa waktu lalu di Hotel Alana, Yogyakarta.

Gerakan ini bertujuan memastikan bahwa makanan siap saji yang diberikan kepada anak-anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok prioritas lainnya diolah dari tempat yang bersih, aman, dan memenuhi standar sanitasi. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah dalam menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Program MBG adalah program nasional yang tidak bisa dijalankan oleh pemerintah pusat saja. Pemerintah daerah punya peran penting, mulai dari memastikan data penerima yang akurat, membangun fasilitas pelayanan gizi, sampai menjaga keamanan pangan yang disajikan,” ujar Dirjen Bina Bangda, Restuardy Daud, dalam keterangannya yang diterima redaksi, Senin (28/7).

Kemendagri, lanjutnya, telah mengambil sejumlah langkah konkret untuk memperkuat peran daerah, antara lain melalui:

Surat Edaran Mendagri No. 900.1.1/640/SJ (11 Februari 2025) tentang integrasi Program MBG ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.

Surat Edaran No. 500.12/2119/SJ (22 April 2025) tentang dukungan penyediaan lahan untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Surat Edaran No. 400.5.7/4072/SJ (25 Juli 2025) tentang pembentukan Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG di daerah.

Program MBG merupakan visi strategis Presiden dan Wakil Presiden terpilih yang juga tertuang dalam buku Paradoks Indonesia.

Tujuan utamanya adalah mengatasi ketimpangan, menurunkan angka kemiskinan, dan mencegah stunting.

Pada 2024, angka stunting tercatat sebesar 19,8%, dan ditargetkan turun menjadi 11% pada 2029. Program ini juga diharapkan mampu memperluas akses gizi dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Baca Juga :  Berjalan Sukses, Dr. Syam Tutup Kegiatan Amaliah Ramadhan Desa Kebo Kabupaten Soppeng

Dalam kesempatan yang sama, Ketua HAKLI, Arif Sumantri, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendagri. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi antara HAKLI, AKKOPSI, dan Bappenas dalam meningkatkan peran tenaga sanitasi lingkungan.

“Sanitasi bukan hanya soal infrastruktur. Ini menyangkut keselamatan generasi. Makanan yang sehat dan aman adalah jembatan keberlanjutan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tenaga sanitasi lingkungan perlu dilibatkan secara aktif untuk mengawasi dan membina tempat pengolahan pangan di berbagai daerah.

HAKLI juga berencana menjadikan gerakan ini sebagai kegiatan tahunan yang tidak hanya mendorong perbaikan sanitasi pangan, tetapi juga sebagai dasar penilaian dan pemberian penghargaan bagi kepala daerah yang berprestasi.

Sebagai informasi, acara ini turut dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah instansi, antara lain: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), International Federation of Environmental Health (IFEH) Malaysia, Malaysian Association of Environmental Health (MAEH) Malaysia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Wujudkan Rumah Layak Huni, Kodim 0314/Inhil bersama Warga Gotong Royong Bagun RTLH Ibu Rusmawati
Wujudkan Akses Desa Lebih Baik, Kodim 0314/Inhil Bersama Warga Gotong Royong Semenisasi Jalan 1 Km di Kuala Leman ​
​Sinergi TMMD ke-130: Kodim 0314/Inhil dan Masyarakat Kuala Lemang Gotong Royong Bauksitkan Fasilitas Sanitasi
Wujudkan Lingkungan Sekolah Sehat, Kodim 0314/Inhil Bersama Masyarakat Bangun MCK dan Sumur Bor di TK Darus Salam
Suherman Raih Kemenangan Pilkades PAW Sahkuda Bayu, Komitmen Bangun Ekonomi Desa Melalui BUMDes
ZONA HIJAU DIDUGA DIABAIKAN, PEMKAB KLATEN JANGAN TUTUP MATA! WARGA RESAH, SIAPA YANG MENGAWASI?
Antisipasi Dampak Kabut Asap dengan Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat,Bupati Padang Pariaman Instruksikan PJJ Selama Dua Hari
Padang Pariaman Percepat Penegasan Batas Nagari, 58 Nagari Telah Melaksanakan Tahapan Penegasan
Berita ini 6 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:35 WIB

​Wujudkan Rumah Layak Huni, Kodim 0314/Inhil bersama Warga Gotong Royong Bagun RTLH Ibu Rusmawati

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Wujudkan Akses Desa Lebih Baik, Kodim 0314/Inhil Bersama Warga Gotong Royong Semenisasi Jalan 1 Km di Kuala Leman ​

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:19 WIB

​Sinergi TMMD ke-130: Kodim 0314/Inhil dan Masyarakat Kuala Lemang Gotong Royong Bauksitkan Fasilitas Sanitasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Wujudkan Lingkungan Sekolah Sehat, Kodim 0314/Inhil Bersama Masyarakat Bangun MCK dan Sumur Bor di TK Darus Salam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

ZONA HIJAU DIDUGA DIABAIKAN, PEMKAB KLATEN JANGAN TUTUP MATA! WARGA RESAH, SIAPA YANG MENGAWASI?

Berita Terbaru