Media Trip Taman Nasional Ujung Kulon Berlangsung Sukses, dari Spot Surfing hingga Kiara Ratusan Tahun

- Penulis

Jumat, 11 Juli 2025 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Media Trip Taman Nasional Ujung Kulon Berlangsung Sukses, dari Spot Surfing hingga Kiara Ratusan Tahun

Mediainvestigasi.net–Pandeglang – Dalam rangka promosi ekowisata dan publikasi pengelolaan program perlindungan Badak Jawa, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) mengadakan kegiatan media trip dengan mengundang puluhan pekerja media online, cetak, dan radio, baik lokal maupun nasional. Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 8-9 Juli 2025 bertempat di kompleks The Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) dan Pulau Peucang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, bersama sejumlah Pengurus PPWI Nasional berkesempatan hadir pada acara ini atas undangan Kepala Balai TNUK. Selain itu, hadir juga Ketua DPC PPWI Pandeglang, Nurhayman, bersama belasan Pengurus DPC PPWI Pandeglang. Dari kalangan pewarta radio, hadir Kang Eman bersama tim dari stasiun radio 95,1 Ujung Kulon FM.

Rombongan PPWI dan pekerja media disambut oleh Kepala Balai TNUK, Ardi Andono, S.Hut, M.Sc, diwakili oleh Kepala Seksi Pengelola TNUK Wilayah II, Azis Abdul Latif Muslim, S.Hut, di Ruang Rapat JRSCA. Pada kesempatan itu, Azis menjelaskan berbagai perkembangan yang sudah dilakukan dalam rangka mengaktifkan beragam kegiatan penelitian, pendidikan, dan pengembangan Badak Jawa (badak bercula satu).

“Dalam waktu dekat, kita akan melakukan translokasi Badak Jawa dari habitat semula di wilayah paling barat Ujung Kulon ke lokasi baru yang di dekat kompleks JRSCA. Di tempat baru ini nanti kita juga akan melakukan pembiakan atau breeding terhadap indukan Badak Jawa,” ungkap Azis.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelola TNUK Wilayah I Tamanjaya, Dedi Juherdi, S.Hut, M.H. menjelaskan bahwa kegiatan media trip TNUK dimaksudkan untuk memperkenalkan dan mengedukasi publik terkait berbagai program pariwisata yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. “Tujuan pelaksanaan media trip ini antara lain untuk memperkenalkan berbagai lokasi wisata yang ada di TNUK sambil memberikan edukasi bagi masyarakat dalam hal pelestarian dan perlindungan lingkungan,” jelas Dedi sambil menambahkan bahwa hal tersebut penting dalam rangka menjaga keanekaragaman hayati dan keunikan lingkungan alam TNUK.

Baca Juga :  Hermawan Rahman Adalah Sosok Pemimpin Cerdas Masuk Pada Bursa Calon Kepala Desa (Cakades) Kota Bobong

Beberapa lokasi ekowisata di Taman Nasional Ujung Kulon sudah dikembangkan melalui penyediaan sarana-prasarana yang memadai untuk melayani pengunjung. Tidak kurang dari tiga pulau andalan yang dapat dikunjungi masyarakat, baik lokal, nasional, maupun manca negara.

Masing-masing pulau memiliki keunikan dan jenis wisata yang berbeda. Pulau Panaitan misalnya, pantai bagian baratnya berhadapan langsung dengan Samudra Hindia sehingga menyediakan wisata surfing yang sangat istimewa dan masuk daftar spot surfing terbaik di dunia.

“Para peselancar asing sering berkunjung ke Panaitan untuk menikmati tantangan dan keindahan berselancar dalam gulungan ombak besar dan panjang di sana,” ungkap Dedi sambil berharap peselancar dalam negeri juga datang menjajal kemampuan mereka di Pulau Panaitan.

Lain Panaitan lain pula Pulau Pecang dan Pulau Handeuleum. Dua pulau ini menyajikan suasana wisata yang alami, penuh pepohonan beragam jenis, dan aneka fauna endemik yang dilindungi.

Pulau-pulau ini juga tidak hanya untuk ekowisata (wisata alam) tapi juga eduwisata (wisata pendidikan/science), baik untuk pelajari atau mahasiswa maupun masyarakat Umum. Khusus di Pulau Peucang yang memiliki luas 400-an hektar, telah disediakan tempat menginap yang aman, nyaman, dan pasti penuh kesan.

“Ada juga beberapa villa yang satu villanya bisa digunakan oleh pengunjung dalam bentuk kelompok 5-7 orang,” kata Hari, salah satu pengelola Pulau Peucang.

Selain bisa bercengkrama dengan ratusan rusa, money, babi hutan dan biawak serta burung bangau yang setiap hari bermain di halaman kompleks penginapan, pengunjung juga dapat mengunjungi Pohon Kiara berusia ratusan tahun di lebatnya hutan alami Pulau Peucang. “Pohon Kiara ini merupakan salah satu ikon Pulau Peucang. Kalau belum berfoto di atas cabang pohon yang besarnya sepelukan 30-an orang itu, berarti Anda belum ke Ujung Kulon,” ujar Dedi sedikit berkelakar saat menjelaskan betapa spesialnya Pohon Kiara di Pulau Peucang.

Baca Juga :  Bupati JKA Temui Dirjen Perkeretaapian, Folow Up Hibah Rel untuk Gelanggang Pacu Kuda.  

Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, yang dimintai komentarnya atas kunjungan media trip ke TNUK, khususnya ke Pulau Peucang, mengatakan bahwa dirinya selama ini tidak tahu tentang adanya tempat wisata di Taman Nasional Ujung Kulon. “Selama ini yang saya, dan mungkin banyak orang di luar sana, mengetahui TNUK hanya terkait konservasi atau perlindungan Badak Jawa. Saya baru tahu sekarang ada obyek wisata alam yang luar biasa bagus yang dikelola TNUK,” tutur wartawan senior yang sudah menjelajahi banyak tempat wisata di dalam negeri maupun manca negara itu.

Oleh karenanya, menurut Wilson Lalengke, media trip semacam ini perlu sering dilakukan, baik oleh TNUK maupun oleh kelompok-kelompok sponsorship TNUK. Dengan seringnya kunjungan media ke TNUK, secara langsung maupun tidak, destinasi wisata yang ada di wilayah TNUK dapat tersosialisasi dengan lebih masif melalui media-media yang dikelola oleh masing-masing peserta media trip.

“Tempat wisata alami cukup banyak bertebaran di nusantara namun masih kurang diminati. Padahal, untuk mengembangkan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan bertahan hidup, kita perlu belajar ke tempat wisata alam khas Indonesia yang masih utuh alamiah tanpa sentuhan atau intervensi manusia yang berlebihan. Jadi, taman-taman nasional seperti TNUK sangat perlu berkolaborasi intens dengan kalangan penulis, pewarta, fotografer, video maker, bahkan pembuat film, agar destinasi ekowisata dan eduwisata yang mereka kelola cepat dikenal dan diminati masyarakat,” jelas tokoh pers nasional itu penuh semangat.

Tidak hanya itu, Wilson Lalengke juga mendorong setiap staff, karyawan, pejabat, dan pegiat TNUK untuk belajar menjadi pewarta warga. “Setiap orang yang bertugas di TNUK, dan taman-taman nasional lainnya, perlu belajar menulis berita, belajar membuat foto yang apik, bahkan membuat video pendek, menggunakan gawai atau smartphone yang dimilikinya. Jadi, setiap kegiatan dan event yang dilaksanakan oleh TNUK, bisa terpublikasi tanpa harus mendantangkan wartawan dari luar yang tentunya membutuhkan biaya tambahkan yang cukup banyak,” tuturnya memberi masukan kepada pengelola TNUK. (TIM/Red)

Baca Juga :  Wapang TNI Dampingi Menhan RI Kunjungi Yonif TP 821/Satria Bupolo di Pulau Buru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan
Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Padang Pariaman Sosialisasikan KIPPRAH hingga Kecamatan dan Puskesmas
Tembus Gelombang dan Lumpur: Kodim 0314/Inhil Pasok Material TMMD Ke-130 ke Desa Kuala Lemang
Kawal Mutu Pembangunan TMMD ke-130: Pengujian Sampel Silinder Beton Pengecoran Jalan Desa Kuala Lemang
Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
Ketua Investigasi LPK GPI Tegas Minta Hentikan Tambang Pasir Ilegal Air Beringin Jaya  Meluap Merusak Ruas Jalan Pemilik Tambang Di Tegur Malah Melotot
‎Pastikan Manfaat Pembangunan Merata, Padang Pariaman Perkuat Pengarusutamaan Gender
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Padang Pariaman Sosialisasikan KIPPRAH hingga Kecamatan dan Puskesmas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Tembus Gelombang dan Lumpur: Kodim 0314/Inhil Pasok Material TMMD Ke-130 ke Desa Kuala Lemang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Kawal Mutu Pembangunan TMMD ke-130: Pengujian Sampel Silinder Beton Pengecoran Jalan Desa Kuala Lemang

Berita Terbaru