Investigasi Bandung, Di antara sejumlah kelurahan dari berada di wilayah Kecamatan Sumur Bandung, Kelurahan Patra Komala menjadi satu-satunya yang mendapat pengawasan dan apresiasi langsung dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung. Hal ini tak lepas dari kondisi Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang tertata rapi, bersih, dan tidak menimbulkan bau yang mengganggu lingkungan sekitar.
Warga sekitar mengakui bahwa keberadaan TPS di Patra Komala sangat berbeda dibandingkan dengan TPS lain di wilayah sekitarnya. “Tidak ada sampah berserakan, baunya pun tidak menyengat. Semua tertata baik,” tutur salah satu warga. Menurut mereka, hal ini tak lepas dari kerja cerdas dan inovatif pengelola TPS, Dade, yang dikenal aktif dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.
Salah satu inovasi unggulan di TPS Patra Komala adalah pemanfaatan maggot (larva lalat Black Soldier Fly) untuk mengolah sampah organik, khususnya limbah dapur. Maggot tersebut kemudian dijadikan pakan untuk ayam petelur yang dibudidayakan di sekitar TPS. Hasil telurnya pun dibagikan kembali kepada warga yang membuang sampah dapur secara terpilah sebagai bentuk apresiasi dan insentif.
Selain itu, adanya bantuan mesin residu dari pemerintah juga semakin meningkatkan efisiensi pengolahan sampah di TPS tersebut. Mesin ini membantu memisahkan residu yang tidak bisa didaur ulang, sehingga volume sampah yang dikirim ke TPA menjadi jauh lebih kecil.
Warga dan pengelola berharap, keberhasilan Patra Komala dalam mengelola TPS ini dapat menjadi percontohan bagi kelurahan-kelurahan lain di Kecamatan Sumur Bandung, bahkan di Kota Bandung secara umum. Kolaborasi antara warga, pengelola TPS, dan pemerintah ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah yang baik sangat mungkin dilakukan, asalkan ada kesadaran, kepedulian, dan inovasi.
Rilis Deni Sumarno





