Rektor Universitas Graha Karya Ir.Dr.Enita,M.Agr,Sc Akan Segera Ditahan Pihak Berwajib.

Berita, Daerah, Hukum7970 Dilihat

Mediainvestigasi.Net Batanghari/Jambi STIE-GK dan STIP-GK sudah menjadi Unversitas Graha Karya ini adalah bukti nyata bahwa Kabupaten Batanghari tercinta ada peningkat yang luar bisa dari masa ke masa dalam hal pendidikan, Minggu, (13/11/2022).

Akan tetapi sangat di sayangkan terjadi pemberhentian KIP dengan sepihak oleh Rektor Universitas Graha Karya yakni Ir.Dr.Enita,M.Agr,Sc.

diduga ada penggelapan uang di lingkungan pendidikan Universitas Graha Karya membuat lahirnya kekecewaan terhadap oknum-oknum yang bermain.

Hal ini sudah di telusuri lebih lanjut apa penyebab sehingga ada pemberhentian Beasiswa KIP yang sama-sama tahu bahwa bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) ini adalah salah satu upaya pemerintah terhadap Mahasiswa agar menempuh pendidikan yang lebih layak dengan bantuan dari Pemerintah.

Jurnalis mendapat keterangan dari Kepsek SMA N 10 Batanghari yakni bapak Arif Rahman bahwa KIP anak sekolah tidak termasuk dari sebagai pelanggar Kampus bisa di berherntikan/ditahan Hak nya dan berusaha memindahkan sebab apa data-data dari RT sampai Kades data tersebut di dapatkan bukan berarti sembarang mendapatkannya, terang Kepsek SMA 10 dengan tegas,

Dilihat dari sudut pandang, bahwa Rektor Ir.Dr.Enita,M.Agr,Sc memanfaatkan jabatan kekuasaan serta wewenangnya untuk memberhentikan mahasiswa dengan alasan jarang masuk perkuliahan,

Tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu kepada mahasiswa yang bersangkutan atau memberikan surat peneguran (SP 1 ) sesuai administrasi kampus, Mahasiswa ini merasa di rugikan,

Diduga Ir.Dr.Enita,M.A.gr,Sc ingin mengelapkan uang mahasiswa sebab apa ingin memindah nama mahasiswa lain akan tetapi pihak BANK BTN Jambi tidak mau menerima sebab apa data-data dari desa bukan dari kampus, kampus cuma menerima data-data bukan yang buat kampus cuman mengajukan nama-nama mahasiswa yang mendapatkan tapi Ir.Dr
Enita,MA.gr,Sc mengangkangi aturan yang ada di buat pemerintahan dan ini bisa dikenakan pasal-Pasal 372 KUHP yang berbunyi :

Baca Juga :  Pasca Kongres, PPWI Nasional Berkirim Surat ke Instansi Pemerintah dan Belasan Kedubes

“Barang siapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak suatu benda yang sama sekali atau sebahagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan benda itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan, dihukum karena penggelapan, dengan hukuman penjara selama-lamanya (4) empat tahun atau mendapatkan denda/mengembalikan uang tersebut”.

Harapan kepada Aparat penengak hukum Kapolri, Jaksa, Kapolres, Kapolsek dan Jajaran lain harus memeriksa dan segera menanahan Rektor Graha Karya sebap apa Ir.Dr.Enita,M.A.gr,Sc berusahan mengelapkan uang mahasiswa mau memindah ke data-data lain dan Rekening lain Jurnalias langsung menanyakan pihak Bank BTN Jambi apakah bisa di pindah tangan beasiswa KIP atas nama orang lain?,

sangat mengejutkan ini jawaban salah satu pegawai Bank BTN Jambi, “mohon maaf pak data-data dari Desa yang bersangkutan pak, jadi tidak bisa di tukar ke data yang lain kecuali bersangkutan menyerahkan sepenuh hati atau sudah tiada/ meninggal dunia baru bisa di tukar pak, sebab apa kami tidak berani pak ungkap pihak Bank BTN Jambi terhadap Jurnalis.

Atas nama Mahasiswa yang menjadi korban KIP mengajak kepada  seluruh mahasiswa, yang memang haknya tidak diberikan oleh pihak kampus untuk bisa juga melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum,

Dan perlu di ketahui bahwa kemendikbud sudah memberikan keringanan agar masyarakat yang tidak mampu dan ingin kuliah pun dapat merasakan apa yang mereka impikan selama ini.

“Kembalikan lah apa yang menjadi hak Mahasiswa”. tutup dengan harapan bahwa keadilan akan berpihak kepada yang benar.

Sabri/Red

selamat hari pres nasional

Komentar