Media investigasi Mengungkap Fakta Dalam Berita MENU

Atasi Stunting, Khairil Tekankan OPD Harus Serius.

  • 29 Jun 22 12:44:07
  • 170 views
  • 0 comments
Letakkan Kode Iklan disini jika ada
Media investigasi Mengungkap Fakta Dalam Berita Atasi Stunting, Khairil Tekankan OPD Harus Serius. MEDIA INVESTIGASI.NET "Manggar, Beltim – Guna percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (...

MEDIA INVESTIGASI.NET "Manggar, Beltim – Guna percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Beltim gelar Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Beltim Tahun 2022 di Ruang Pertemuan Gunung Lumut Bappelitbangda, Selasa (28/06/2022).

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.

Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar mengatakan, Kepala Perangkat Daerah harus fokus dalam percepatan penurunan stunting di Beltim, terlebih kebijakan percepatan penurunan stunting turut ditetapkan melalui Peraturan BKKBN RI Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024.

“Kita harus lebih fokus, jangan ada itu ego sektor. Ini dalam rangka mengentaskan program pusat yang ada di daerah kita. Karena generasi ke depan ini penentu untuk membangun negara, jadi kita ndak bisa main-main,” tegas pria yang akrab disapa Khairil.

Menurutnya, persoalan stunting menjadi salah satu permasalahan serius yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak, baik Pemerintah Pusat, stake holder dan seluruh lapisan masyarakat.

“Mari kita sama-sama bergandengan tangan untuk menuntaskankan ini, tidak bisa satu-satu. Besar harapan saya, melalui kegiatan rembuk stunting ini dapat menghasilkan komitmen publik secara terintegrasi dan terlaksananya kesepakatan mengenai rencana kegiatan intervensi penurunan stunting yang telah disepakati oleh lintas sektor terkait,” ucapnya.

Kepala DKPPKB Kabupaten Beltim Muhammad Yulhaidir menyampaikan, stunting dan malnutrisi diperkirakan berkontribusi pada berkurangnya 2-3% Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya dan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan 30,8% atau sekitar 7 juta balita menderita stunting.

“Masalah gizi lain terkait dengan stunting yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat adalah anemia pada ibu hamil (48,9%), Berat Bayi Lahir Rendah atau BBLR (6,2%), balita kurus atau wasting (10,2%) dan anemia pada balita,” ungkapnya.

Ditambahkannya, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berdasarkan SSGI 2021 angka prevalensi balita stunting sebesar 18,6% dan Kabupaten Belitung Timur menempati peringkat kedua tertinggi yaitu sebesar 22,6%. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan aksi percepatan penurunan stunting salah satunya dengan kegiatan Rembuk Stunting.

“Ini untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga pemerintah dan masyarakat di lokasi prioritas dan menghasilkan
komitmen serta rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi yang telah disepakati,” ucapnya. /Ln*

(Mi : Iws_)*

Letakkan Kode Iklan disini jika ada
Komentar
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Media Investigasi, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
Letakkan Kode Iklan disini jika ada
Berita Terpopuler
Tag Terpopuler
Berita Utama
Media investigasi Mengungkap Fakta Dalam Berita Warga talang ginjar dan kebas bergotong royong perbaiki jalan, Kelurahan Sekincau Lambar.
Komentar Terbanyak
  • 1
  • KOMENTAR
©2014 Media Investigasi All right reserved