Media investigasi Mengungkap Fakta Dalam Berita MENU

Ketua LPKN & Ketua Investigasi LPK-GPI Tegas Mendesak Kejaksaan Negri Pultab Tangkap Oknum Kontraktor Pemilik CV. Raditiya

  • 03 Agust 22 09:07:42
  • 153 views
  • 0 comments
Letakkan Kode Iklan disini jika ada
Media investigasi Mengungkap Fakta Dalam Berita Ketua LPKN & Ketua Investigasi LPK-GPI Tegas Mendesak Kejaksaan Negri Pultab Tangkap Oknum Kontraktor Pemilik CV. Raditiya  


Taliabu Maluku Utara, Mediainvestigasi.Net- Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara Indonesia (LPKN) dan Ketua Investigasi Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK-GPI) Wilayah ...

 


Taliabu Maluku Utara, Mediainvestigasi.Net- Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara Indonesia (LPKN) dan Ketua Investigasi Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK-GPI) Wilayah Indonesia Timur La Omy La Tua tegas mendesak Kepala Kejaksaan Negri Kabupaten Pulau Taliabu Alfred Tasik Polulungan.,SH.,MH., tangkap oknum kontraktor berinesial (ML) yang mengunakan CV. Raditiya yang terkesan telah di duga kuat merampok uang Daerah Kabupaten Pulau Taliabu senilai kurang lebih Rp. 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah) untuk pekerjaan proyek tambal sulam akses jalan dalam ibu kota Bobong Kabupaten Pulau Taliabu namun hinggah sampai saat ini tak kunjung di kerjakan oleh (ML), ungkap. La Omy La Tua di warung kopi milik Daeng  pantai Bobong siang tadi selasa, 2/8/2022.

Dimana Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara Indonesia (LPKN) dan Ketua Investigasi Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK-GPI) Wilayah Indonesia Timur La Omy La Tua berdasarkan hasil Investigasi telah menemukan fakta baru mengenai proyek pekerjaan jalan tambal sulam yang di kerjakan oleh CV. Raditiya itu terkesan menjadi proyek akses jalan kota Bobong yang awalnya tambal sulam menjadi proyek tambal Jin dan Jun yang hinggah sampai saat ini belum juga dikerjakan oleh oknum kontraktor berinesial (ML), kata.La Omy La Tua. 

Apalagi proyek tambal sulam akses jalan di Ibu Kota Bobong Kabupaten Pulau Taliabu tersebut telah di ketahui bahwa uang mukanya sudah cairkan oleh oknum kontraktor berinesial (ML) kurang lebih ratusan juta rupiah itu, namun aneh bin ajaib belum juga di kerjakan oleh pihak kontraktor hinggah sampai saat ini,tutur. La Omy La Tua.

Kepada media Investigasi.net. Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara Indonesia (LPKN) dan Ketua Investigasi Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK-GPI) Wilayah Indonesia Timur La Omy La Tua tegas meminta Kepala Kejaksaan Negri Pulau Taliabu Alfred Tasik Polulungan.,SH., MH. beserta jajarannya segra menangkap oknum kontraktor berinesial (ML) yang telah di duga kuat telah merugikan keuangan negara ratusan juta rupiah (Rp. 300.000.000) yang menurut kami telah merugikan keuagan negara dan daerah mencapai ratusan juta rupiah, tegas La Omy La Tua.

La Omy La Tua juga mengatakan bahwa proyek tambal sulam yang dikerjakan oleh oknum kontraktor berinesial (ML) pemilik CV. Raditiya yang sudah mengambil uang muka mengunakan Anggaran APBD senilai kurang lebih Rp. 300.000.000 pada tahun 2022 ini namun hinggah sampai saat ini belum juga kunjung di kerjakan entah apa yang membuat pihak kontraktor tak melaksanakan pekerjaan tersebut 

La Omy La Tua Juga tegas mengatakan meminta pihak penegak hukum agar melakukan Blekist pada CV. Raditiya
yang saat beroperasi di Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara karna menurut kami hal itu adalah perbuatan melanggar hukum tindak pidana korupsi yang telah melanggar UU nomor 21 tahun 2001 Tentang Ketegasan Tindak pidana Korupsi serta Inpres Nomor 5 apalagi kita ketahui itu adalah perbuatan melanggar hukum yang telah merugikan keuagan negara ataukah CV. Raditiya tak punya kelengkapan alat untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, pangkas. La Omy La Tua.

Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara Indonesia (LPKN) dan Ketua Investigasi Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK-GPI) Wilayah Indonesia Timur La Omy La Tua juga sangat menyayangkan tentang minimnya pengawasan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu serta lemahnya pengawasan dari DPRD Kabupaten Pulau Taliabu yang terkesan tak punya kepedulian terhadap apa yang terjadi di daerah apalagi mau melakukan monitoring sejumlah kasus di daerah ibarat terkena kutukan pantun melayau gajah di pelipis mata tak nampak semut di tanjung pemali nampak itulah fakta yang terjadi apalagi banyak fakta daerah banyak kecolongan pada setiap tahun anggaran terkesan terkena tipu muslihat dari oknum kontraktor yang tidak punya tanggung jawab penuh atas kewajibanya terhadap penggunaan dana negara dan daerah, tutup. Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara Indonesia (LPKN) dan Ketua Investigasi Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK-GPI) Wilayah Indonesia Timur La Omy La Tua


(Tim Investigasi Wilayah Kabupaten Pulau Taliabu ** Asra/Bung Dex).

Letakkan Kode Iklan disini jika ada
Komentar
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Media Investigasi, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
Letakkan Kode Iklan disini jika ada
Berita Terpopuler
Tag Terpopuler
Berita Utama
Media investigasi Mengungkap Fakta Dalam Berita Kunjungi Kota Sejong Korsel, Bamsoet Tegaskan Pemindahan Ibu Kota Negara Butuh Komitmen Bersama
Komentar Terbanyak
  • 1
  • KOMENTAR
©2014 Media Investigasi All right reserved