Media investigasi Mengungkap Fakta Dalam Berita MENU

Kejagung Menetapkan 5 Orang Tersangka Dalam Perkara PT Krakatau Steel

  • 20 Jul 22 00:06:55
  • 173 views
  • 0 comments
Letakkan Kode Iklan disini jika ada
Media investigasi Mengungkap Fakta Dalam Berita Kejagung Menetapkan 5 Orang Tersangka Dalam Perkara PT Krakatau Steel  

Jakarta-Mediainvestigasi.Net-Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) telah menetapkan 5 orang tersangka terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada proyek ...

 

Jakarta-Mediainvestigasi.Net-Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) telah menetapkan 5 orang tersangka terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan pabrik blast furnace oleh PT Krakatau Steel pada tahun 2011, Senin (18/7) kemaren.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Dr. Ketut Sumedana SH, MH menerangkan inisial dan 5 orang yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu:

“Para tersangka yaitu FB selaku Direktur Utama PT Krakatau Steel periode 2007 s.d 2012. ASS selaku Direktur Utama PT Krakatau Engineering periode 2005 s.d 2010 dan Deputi Direktur Proyek Strategis 2010 s.d 2015. BP selaku Direktur Utama PT Krakatau Engineering periode 2012 s.d 2015. HW alias RH selaku Ketua Tim Persiapan dan Implementasi Proyek Blast Furnace tahun 2011 dan General Manager Proyek PT. KS dari Juli 2013 s/d Agustus 2019 dan MR selaku Project Manager PT Krakatau Engineering periode 2013 s.d 2016,”katanya.

Dikatakannya, pada tahun 2011-2019 PT. Krakatau Steel (persero) melakukan pengadaan pembangunan pabrik blast furnace complex yaitu pabrik yang melakukan proses produksi besi cair (hot metal) dengan menggunakan bahan bakar batubara (kokas) dengan tujuan, untuk memajukan industri baja nasional dengan biaya produksi yang lebih murah karena dengan menggunakan bahan bakar gas, maka biaya produksi lebih mahal.

Direksi PT Krakatau Steel (Persero) tahun 2007 menyetujui pengadaan, pembangunan pabrik BFC dengan bahan bakar batubara dengan kapasitas 1,2 juta ton/tahun hot metal.

Bahwa nilai kontrak pembangunan pabrik blast furnace PT KS dengan sistem turnkey (terima jadi) sesuai dengan kontrak awal Rp. 4,7 Triliun hingga addendum ke-4 membengkak menjadi Rp 6,9 Triliun. Kontraktor pemenang dan pelaksana yaitu MCC CERI konsorsim dengan PT Krakatau Engineering.

Dalam pelaksanaan perencanaan, tender/lelang, kontrak, dan pelaksanaan pembangunan, telah terjadi penyimpangan. Hasil pekerjaan BFC saat ini mangkrak karena tidak layak dan tidak dapat dimanfaatkan dan terdapat pekerjaan yang belum selesai dikerjakan.

“Akibatnya, diduga mengakibatkan kerugian negara sebesar nilai kontrak Rp. 6,9 Triliun,” imbuhnya.

Perbuatan tersangka sebagaimana diatur dan diancam pidana:

Primair: Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Subsidiair: Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Dalam perkara ini, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 119 orang saksi,”imbuhnya.

Selain itu, juga telah dilakukan penyitaan terhadap dokumen terkait perencanaan proyek BFC, pengadaan proyek BFC, pelaksanaan pengerjaan proyek BFC, pembayaran kepada vendor, Pembiayaan oleh bank sindikasi dan dokumen terkait lainnya.

Sementara penggeledahan dilakukan pada Kantor PT Krakatau Steel di Cilegon Banten dan PT. Krakatau Engineering.

Tak hanya itu, tim penyidik juga telah meminta keterangan dari ahli Keuangan negara, ahli lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah (LKPP), Ahli Metallurgy, Iron and Steel Making, Blast Furnace Process, Ahli Blast Furnace, serta Ahli Teknik Sipil dan Manajemen Konstruksi. Selain itu, adanya alat bukti surat/dokumen terkait perencanaan dan pelaksanaan terkait proyek BFC.

Sebelum dilakukan penahanan, 5 orang ersangka telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swab antigen dengan hasil dinyatakan sehat serta negatif Covid-19

Atri/Red

Letakkan Kode Iklan disini jika ada
Komentar
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Media Investigasi, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
Letakkan Kode Iklan disini jika ada
Berita Terpopuler
Tag Terpopuler
Berita Utama
Media investigasi Mengungkap Fakta Dalam Berita *Gelar di 3 Tempat, Kodim Sukoharjo jemput bola kebut pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun*
Komentar Terbanyak
  • 1
  • KOMENTAR
©2014 Media Investigasi All right reserved