Ketua LPKN Indonesia Wilayah Timur Sebut DPRD Pulau Taliabu Tak Punya Taji Serta Bungkam Terkait Pinjaman Daerah Senilai Rp115 Miliar, Bank Maluku Malut

Berita, Daerah257 Dilihat

Ketua LPKN Indonesia Wilayah Timur Sebut DPRD Pulau Taliabu Tak Punya Taji Serta Bungkam Terkait Pinjaman Daerah Senilai Rp115 Miliar, Bank Maluku Malut

Taluabu Maluku Utara, MediaInvestigasi.Net – Ketua LPKN Indonesia Wilayah Timur La Omy La Tua, kembali mempertanyakan terkait Dana Pinjaman Daerah Kabupaten Pulau Taliabu yang di setujui DPRD Kabupaten Pulau Taliabu terkait usulan Pinjaman Tambahan Anggaran Daerah di Bank Maluku yang hinggah sampai saat ini pemanfaatan Dana tersebut tidak jelas hal fakta di buktikan dengan beberapa kali masa aksi Pemerintah Daerah dan DPRD, ketika di tanya terkait Dana Pinjaman Daerah tak mampu memberi jawaban seakan bungkam dan mati suri,” ungkapnya.

Dimana Ketua LPKN Indonesia Wilayah Timur La Omy La Tua menjelaskan bahwa berkaitan dengan Dana Pinjaman Daerah, Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu yang awalnya telah mengusulkan Dana Pinjaman Tambahan Anggaran Daerah di Bank Maluku senilai Rp115 miliar dan itu juga telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Pulau Taliabu padahal saat putusan rapat DPDR itu tidak korup lewat Paripurna namun Dana Pinjaman tetap trealisasi,” tuturnya.

Parahnya lagi kata, La Omy La Tua, mengatakan, bahwa ada dugaan kuat telah terjadi keanehan dalam persetujuan peminjaman Dana dengan toral Rp.115 Miliar, pada Bank Daerah Maluku ternyata memiliki nilai bunga yang sangat efektif sebesar 10 persen dari jumlah pinjaman Daerah tersebut.

Namun, parahnya Dana Pinjaman di Bank Daerah itu penggunaannya tidak transparansi ke publik DPRD terkesan Bungkam dengan Persoalan tersebut, “tegas. La Omy La Tua.

Kepada Media Investigasi. net, Ketua LPKN Indonesia Wilayah Timur La Omy La Tua tegas mengatakan bahwa berdasarkan hasil Investigasi apa yang menjadi target dari Dana Pinjaman tersebut, item program yang telah awalnya dirancang dalam RAPBD kini berubah serta tidak sesuai target penggunaannya sehinggah itu fokus pertanyaan kami pada DPRD Kabupaten Pulau Taliabu agar dapat menjelaskan ada apa dengan Dana Pinjaman Daerah Kabupaten Pulau Taliabu sampai saat terkesan Bungkam dan mati suri, tapi malah diam seakan tak ada Dosa dagang hal tersebut.

Baca Juga :  Tidak Hanya Sebagai Sarang Koruptor, DPR RI Juga Jadi Sarang Mafia Tanah

Ketua LPKN Indonesia Wilayah Timur La Omy La Tua meminta Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) serta seluruh penegak hukum di wilayah kresidenan Provinsi Maluku Utara agar melakukan Investigasi serta pemeriksaan terhadap penggunaan Dana Pinjaman Daerah Kabupaten Pulau Taliabu senilai, toral Rp.115 Miliar, pada Bank Daerah Malut namun penggunaanya tak jelas hinggah sampai saat ini kemana rimbanya.

Ketua LPKN Indonesia Wilayah Timur La Omy La Tua juga menyampaikan ada dugaan kuat bahwa anggaran Dana Pinjaman Daerah telah di kebiri lalu di gunakan ke hal lain sehinggah kabar Dana Pinjaman itu tenggelam jika hal itu terjadi, berarti ada dugaan DPRD Kabupaten Pulau Taliabu telah ikut berskong-kol menipu Masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu.

Parahnya lagi DPRD Kabupaten Pulau Taliabu yang harusnya punya kewenangan dalam fungsi pengawasan namun terjadi perubahan terkait penggunaan Dana pinjaman Daerah itu DPRD harusnya dapat mengontrol di kemanakan Dana tersebut dan di fungsikan untuk apa sampai hari tak jelas penggunaanya ini malah milih Bungkam” tutupnya.

(Ketua Investigasi Indonesia (Nasional) ****/ Team Investigasi Indonesia (Nasional) ***).

Komentar